Ribuan Pilot Malaysia Airlines Tes Narkoba Buntut Selundupan Ekstasi ke Bandara Soetta

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:33 WIB
Ribuan Pilot Malaysia Airlines Tes Narkoba Buntut Selundupan Ekstasi ke Bandara Soetta
Pesawat-pesawat milik maskapai Malaysia Airlines (Shutterstock).
baca 10 detik
  • MAG mewajibkan pemeriksaan tes narkoba untuk seluruh pilot aktif akibat munculnya pelanggaran keselamatan.

  • Pilot yang tidak menyelesaikan tes narkoba sesuai jadwal dilarang beroperasi sampai dinyatakan bersih.

  • Program tes narkoba wajib ini nantinya juga diterapkan kepada seluruh awak kabin aktif.

Suara.com - Malaysia Aviation Group (MAG) mewajibkan tes screening narkoba bagi 1.260 pilot Malaysia Airlines guna memperketat standar keselamatan terbang.

Langkah tegas ini diambil manajemen menyusul insiden penangkapan salah satu pilotnya akibat kepemilikan narkoba di Jakarta.

Gelombang pertama proses pemeriksaan tes urin dan zat terlarang ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 15 Agustus mendatang.

Ilustrasi pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Malaysia Airlines (Shutterstock).
Ilustrasi pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Malaysia Airlines (Shutterstock).

Pemeriksaan menyeluruh ini menjadi bentuk koreksi total maskapai terhadap potensi kelalaian awak pesawat di luar praktik standar industri.

Manajemen menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi segala bentuk pelanggaran hukum maupun standar operasional keselamatan maskapai.

"MAG memperkuat kerangka kerja keselamatan dan kelayakan bertugas melalui langkah-langkah penapisan obat-obatan yang ditingkatkan di seluruh maskapainya," tulis keterangan resmi manajemen, dikutip dari The Star.

"Sebagai langkah cepat, grup telah memulai penapisan obat-obatan wajib untuk semua pilot Malaysia Airlines dan akan melakukan penapisan yang lebih ketat untuk semua pilot aktif, melampaui praktik industri," tegas pernyataan tersebut.

"Tanggapan cepat ini mencerminkan tingkat keprihatinan yang tinggi dari MAG atas insiden penahanan pilotnya baru-baru ini, karena Grup tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran," lanjut manajemen.

Presiden sekaligus Chief Executive Officer MAG, Kapten Nasaruddin A. Bakar, menyatakan keselamatan penerbangan dan kondisi fisik awak kapal adalah hal mutlak.

baca juga

"Kami menyikapi setiap pelanggaran standar keselamatan kami dengan sangat serius dan telah bertindak cepat untuk meningkatkan penapisan obat-obatan wajib bagi pilot aktif kami," ujar Kapten Nasaruddin A. Bakar.

"Meskipun insiden terisolasi ini tidak mencerminkan profesionalisme sebagian besar karyawan kami, kami akan terus memperkuat perlindungan untuk menjaga kepercayaan penumpang dan pemangku kepentingan kami," tambahnya.

Pilot yang tidak menyelesaikan atau belum lolos pemeriksaan hingga batas waktu ditentukan dilarang keras menerbangkan pesawat.

Sanksi gantung terbang berlaku sampai pilot bersangkutan dinyatakan bersih sesuai regulasi teknis yang berlaku.

Program tes narkoba ini nantinya tidak hanya menyasar pilot, tetapi juga wajib diikuti oleh seluruh awak kabin aktif.

Kebijakan anyar ini melengkapi prosedur rutin yang selama ini mencakup tes acak, sertifikasi medis Class 1, dan pelatihan berkala.

Sebelum bertugas, para penerbang dipastikan wajib melengkapi evaluasi mandiri serta penilaian antar-kru menggunakan metode IMSAFER.

"Sebelum setiap penerbangan, pasangan pilot yang bertugas juga menyelesaikan penilaian IMSAFER untuk mengevaluasi kesiapan fisik dan mental satu sama lain untuk bertugas," sebut pihak MAG.

"Hal ini dilengkapi dengan prinsip Pengelolaan Ancaman dan Kesalahan (TEM) untuk mengidentifikasi serta mengelola risiko operasional," urai rilis resmi tersebut.

Pemeriksaan IMSAFER mencakup indikator Penyakit (Illness), Obat-obatan (Medication), Stres (Stress), Alkohol (Alcohol), Kelelahan (Fatigue), Emosi (Emotion), dan Kebugaran Terkini (Recency).

MAG berkomitmen memperketat kerja sama dengan otoritas penerbangan dan aparat penegak hukum demi memastikan pencegahan pelanggaran serupa di masa depan.

Kasus penyalahgunaan zat terlarang oleh penerbang komersial menjadi ancaman serius dalam industri penerbangan global karena berisiko fatal pada keselamatan penumpang.

Insiden penangkapan pilot Malaysia Airlines di Jakarta menjadi pemicu utama evaluasi total sistem pengawasan internal maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta

Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta

Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Terkini

5 Cara Memilih Bedak Tabur yang Tahan Lama untuk Penggunaan Sehari-hari

5 Cara Memilih Bedak Tabur yang Tahan Lama untuk Penggunaan Sehari-hari

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 07:25 WIB

Pecahkan Rekor! The Early Spring Jadi Drama China Tersukses di Netflix

Pecahkan Rekor! The Early Spring Jadi Drama China Tersukses di Netflix

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:25 WIB

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:19 WIB

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:14 WIB

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:10 WIB

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

×