Projo Klarifikasi Video Viral Budi Arie soal Percepatan Sebelum 2029

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Projo Klarifikasi Video Viral Budi Arie soal Percepatan Sebelum 2029
Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Alex Damanik. [Ist]
baca 10 detik
  • Sekjen Projo Freddy Alex Damanik mengklarifikasi potongan video Budi Arie Setiadi yang menyinggung percepatan politik sebelum 2029 pada Selasa, 25 Agustus 2026.
  • Freddy menyatakan video tersebut tidak utuh karena berisi diskusi internal mengenai berbagai skenario kebangsaan dalam acara silaturahmi relawan bersama Jokowi.
  • Jokowi meminta para relawan tetap tenang karena situasi nasional, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi saat ini masih dalam kondisi baik.

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik memberikan klarifikasi terkait beredarnya potongan video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyinggung kemungkinan terjadinya "percepatan" politik sebelum 2029.

Freddy menegaskan, video yang beredar di media sosial bukan merupakan rekaman utuh. Menurutnya, pernyataan Budi Arie dalam video tersebut merupakan bagian dari pembahasan mengenai berbagai kemungkinan atau skenario politik.

"Saya Freddy Alex Damanik, Sekjen DPP Projo, ingin memberikan penjelasan untuk menanggapi beredarnya potongan video di media sosial yang menggambarkan pandangan Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, tentang situasi politik saat ini," ujar Freddy dalam video resmi yang dikirimkan Budi Arie kepada Suara.com, Selasa (25/8/2026).

Projo Sebut Video Bukan Rekaman Utuh

Freddy menjelaskan, konteks pembicaraan Budi Arie dalam video tersebut tidak dapat dilepaskan dari diskusi yang berlangsung dalam forum tersebut.

"Yang pertama, video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan," jelas Freddy.

Ia kemudian menjelaskan latar belakang pertemuan yang dihadiri Budi Arie dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Freddy, forum tersebut merupakan kegiatan silaturahmi dalam rangka bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Jokowi dan para relawannya.

"Yang kedua, forum tersebut diadakan sebagai acara silaturahmi dalam rangka bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Bapak Joko... Bapak Jokowi dengan para relawannya," kata Freddy.

baca juga

Dalam kesempatan tersebut, kata Freddy, terdapat diskusi internal singkat yang membahas situasi kebangsaan terkini.

"Yang ketiga, dalam kesempatan tersebut, ada diskusi internal singkat yang memotret situasi kebangsaan saat ini," ujarnya.

Relawan Beri Masukan kepada Jokowi

Freddy mengatakan diskusi tersebut juga menjadi ruang bagi para relawan untuk menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi bangsa.

Masukan itu, menurut dia, ditujukan untuk membantu memetakan persoalan sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

"Yang keempat, berbagai masukan untuk menyikapi situasi saat ini dibahas oleh para peserta untuk bisa memetakan persoalan dan solusi perbaikannya," lanjut Freddy.

Ia menambahkan, para relawan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Jokowi dengan harapan dapat diteruskan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal itu, kata Freddy, berkaitan dengan hubungan dan komunikasi Jokowi dengan Prabowo yang dinilai tetap dekat dan akrab.

"Yang kelima, hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan Beliau berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan-perbaikan bangsa ke depannya," tutur Freddy.

"Karena relawan meyakini bahwa hubungan dan komunikasi Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo terjalin erat dan akrab," sambungnya.

Jokowi Minta Relawan Tetap Tenang

Freddy kemudian mengungkapkan respons Jokowi setelah mendengarkan berbagai pandangan yang disampaikan para relawan.

Menurut Freddy, Jokowi meminta para relawan tetap tenang dan tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi nasional saat ini.

"Yang keenam, Pak Jokowi mendengarkan seluruh pandangan relawan terhadap situasi yang berkembang saat ini, sebelum akhirnya Pak Jokowi menyampaikan agar semua tetap tenang," kata Freddy.

Jokowi, lanjut Freddy, menilai situasi nasional masih dalam kondisi baik. Ia juga menyinggung pertumbuhan ekonomi dan inflasi sebagai indikator kondisi ekonomi saat ini.

"Situasi baik-baik saja, ekonomi masih tumbuh baik, inflasi terkendali, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan," pungkasnya.

Budi Arie Singgung Percepatan Sebelum 2029

Sebelumnya, potongan video yang menampilkan Budi Arie tengah berbicara dalam sebuah forum menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Budi Arie terlihat duduk di samping Jokowi ketika menyampaikan pandangannya mengenai dinamika politik nasional.

Budi Arie mengaku telah menyampaikan insting pribadinya kepada Jokowi terkait kemungkinan perubahan politik yang terjadi lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029.

"Berbagai pandangan dan diskusi, dan menurut saya nanti akan kita diskusikan lagi lebih lanjut. Termasuk pandangan plus-minus dan sebagainya. Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'" ujar Budi dalam rekaman tersebut.

Budi kemudian mempertanyakan kesiapan para peserta apabila terjadi percepatan politik, meski selama ini pembahasan masih berfokus pada Pemilu 2029.

"Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong pemilu 2029, pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" tanya Budi.

Pertanyaan tersebut kemudian disambut teriakan "Siap!" dari peserta yang hadir.

Dalam kesempatan yang sama, Budi juga menyinggung kondisi sosial masyarakat yang menurutnya menunjukkan sejumlah anomali. Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan kondisi menjelang Reformasi 1998.

Budi menyebut berbagai dinamika sosial dan ekonomi saat ini perlu menjadi perhatian karena dapat memunculkan perubahan yang tidak selalu berjalan sesuai skenario politik konvensional.

Ia kemudian menyebut kondisi tersebut sebagai "patahan sejarah" dan mengajak para pendukungnya untuk tidak hanya berpikir mengenai skenario politik menuju 2029.

Namun, melalui klarifikasi Freddy, Projo menekankan bahwa video yang beredar merupakan potongan dari diskusi yang lebih luas mengenai berbagai kemungkinan dan situasi kebangsaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Budi Arie Ungkap Insting Politik: Ada Percepatan Sebelum 2029

Budi Arie Ungkap Insting Politik: Ada Percepatan Sebelum 2029

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×