Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Galih Prasetyo

Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2026). [Istimewa]
baca 10 detik
  • Banjir bandang dan longsor menerjang wilayah perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2026).
  • Bencana tersebut menyebabkan 98 orang tewas, lebih dari 400 orang hilang, serta merusak infrastruktur.
  • Pemerintah Nepal dan China mengerahkan personel darurat untuk melakukan operasi pencarian serta evakuasi korban.

Suara.com - Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2026).

Sedikitnya 98 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 400 orang masih hilang dalam bencana yang melanda wilayah pegunungan Himalaya tersebut.

Bencana terjadi di wilayah Nepal dan kawasan Gyirong di Tibet, China.

Arus air bercampur lumpur dan material longsoran menyapu rumah, jalan, jembatan serta sejumlah fasilitas infrastruktur.

Di Nepal, kawasan yang terdampak parah berada di sekitar Sungai Bhotekoshi.

Sementara di sisi China, longsor melanda kawasan pelabuhan perbatasan Gyirong dan menyebabkan korban jiwa serta ratusan orang dilaporkan belum ditemukan.

Ratusan Orang Masih Hilang

Nepal Tourism Board sebelumnya mencatat 384 wisatawan dan pelancong dilaporkan hilang.

Dari jumlah tersebut, 291 merupakan warga negara asing dan 93 lainnya warga Nepal, meski data tersebut masih dalam proses verifikasi.

baca juga

Sejumlah warga negara asing masuk dalam daftar orang hilang, termasuk warga India, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Malaysia, Inggris dan Afrika Selatan.

Banyak wisatawan berada di kawasan tersebut untuk perjalanan wisata maupun ziarah menuju kawasan Gunung Kailash.

Di sisi China, otoritas melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 265 orang masih hilang setelah longsor menerjang wilayah Gyirong.

Kondisi tersebut membuat jumlah korban di kedua sisi perbatasan terus berubah seiring berlangsungnya proses pencarian.

Rumah dan Infrastruktur Tersapu Air

Dahsyatnya banjir terlihat dari rekaman yang memperlihatkan aliran air bercampur lumpur menerjang kawasan permukiman.

Sejumlah bangunan bahkan nyaris seluruhnya tertutup material lumpur, sementara hanya bagian atas beberapa rumah yang masih terlihat.

Bencana juga mengganggu sektor energi Nepal.

Nepal Electricity Authority menyebut sekitar 430 megawatt kapasitas produksi listrik, termasuk pembangkit tenaga air dan surya, terdampak akibat kerusakan fasilitas produksi, transmisi dan distribusi.

Sejumlah jalan utama turut ditutup karena kondisi medan yang berbahaya. Gangguan akses tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Operasi Pencarian Dikerahkan

Pemerintah Nepal mengerahkan helikopter dan personel tanggap bencana ke sejumlah lokasi terdampak.

Operasi pencarian dilakukan untuk menemukan warga maupun wisatawan yang masih belum diketahui keberadaannya.

Di China, Presiden Xi Jinping memerintahkan operasi pencarian dan penyelamatan secara menyeluruh.

Ia meminta seluruh upaya diarahkan untuk menemukan korban hilang, menangani korban luka dan meminimalkan jumlah korban.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah juga menggelar rapat darurat untuk mengevaluasi dampak bencana.

Pemerintah Nepal berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses penyelamatan dan penanganan para korban.

Diduga Dipicu Longsoran Batu dan Es

Sejumlah analisis awal menyebut bencana kemungkinan berkaitan dengan longsoran batu dan es yang menyebabkan aliran sungai tersumbat sebelum akhirnya memicu banjir besar.

Namun, penyebab pasti dan rangkaian kejadian masih terus diteliti oleh otoritas serta para ahli.

Bencana ini menjadi salah satu peristiwa banjir paling mematikan di kawasan perbatasan Nepal-China dalam beberapa waktu terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Giliran China Diancam-ancam Donald Trump Gara-gara Iran

Giliran China Diancam-ancam Donald Trump Gara-gara Iran

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:28 WIB

Tesla Recall Jutaan Unit Mobil Listrik karena Ada Masalah Keamanan di Bagian Pintu

Tesla Recall Jutaan Unit Mobil Listrik karena Ada Masalah Keamanan di Bagian Pintu

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:06 WIB

Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus

Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Personel TNI dari Tamtama hingga Perwira Kini Bisa Ikut Pendidikan Militer di China

Personel TNI dari Tamtama hingga Perwira Kini Bisa Ikut Pendidikan Militer di China

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Terkini

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

×