- Polda Metro Jaya menyita ratusan botol molotov dan senjata tajam dari 65 orang terduga anarko.
- Pengamanan barang bukti dan massa tersebut dilakukan jelang aksi demo di Gedung DPR RI.
- Kelompok itu diduga hendak menunggangi aksi demonstrasi dengan menyebarkan flyer provokatif dan melakukan konsolidasi.
“Berdasarkan hasil deteksi dan pemetaan terhadap dinamika kelompok, pola konsolidasi, komunikasi, mobilisasi massa, penggalangan dana, donasi serta adanya temuan barang-barang yang diduga berpotensi digunakan melakukan tindak pidana atau mengganggu ketertiban dan keamanan umum,” jelas Iman.
Saat ini, polisi tengah memeriksa 10 orang yang diduga berperan sebagai perekrut sekaligus penyedia dana dalam persiapan aksi tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami sumber pembiayaan, pola perekrutan, komunikasi antar-pihak, serta tujuan dan peran masing-masing dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan seluruh orang yang diamankan, termasuk keterkaitan mereka dengan dugaan konsolidasi, perekrutan, penggalangan dana, serta persiapan barang-barang yang diklaim berpotensi digunakan untuk mengganggu keamanan dalam aksi 27 Agustus.