Cuma Andalkan Pensiun Rp 900 Ribu, Lansia di Yogyakarta Ini Malah Masuk Desil 10

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:16 WIB
Cuma Andalkan Pensiun Rp 900 Ribu, Lansia di Yogyakarta Ini Malah Masuk Desil 10
Suwarno, warga Kampung Jogoyudan, Yogyakarta, hidup sebatang kara yang tercatat desil 10 (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Warga Yogyakarta berusia 70 tahun bernama Suwarno masuk dalam data desil 10 dan tidak mendapat kejelasan indikator.
  • Pemerintah secara sepihak memutuskan bantuan sosial milik Suwarno sejak April 2025 tanpa penjelasan resmi dari petugas.
  • Suwarno hanya mengandalkan uang pensiunan sembilan ratus ribu rupiah per bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Suara.com - Kekacauan sistem klasifikasi desil dalam pendataan penerima bantuan sosial (bansos) belum terselesaikan. Karut-marut penetapan kriteria kecukupan ekonomi ini memicu tudingan bahwa pendataan di tingkat bawah dilakukan secara serampangan.

Hal itu dirasakan Suwarno, warga Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, DIY. Ia membeberkan kekecewaannya terkait ketidakjelasan indikator yang digunakan pemerintah dalam menentukan klasifikasi desil.

"Saya sendiri aja yang kena itu tidak tahu. Desil itu dasarnya apa? Dan desil itu mulai dari mana?" kata Suwarno ditemui awak media, Jumat (28/8/2026).

Suwarno sendiri memiliki keterbatasan fisik akibat kelainan tulang belakang yang membuat tubuhnya tampak membungkuk dan tinggi badannya terlihat lebih pendek. 

Di usia 70 tahun, dia kini hanya tinggal sendiri setelah istrinya meninggal pada 2010 silam, sementara kedua anaknya sudah hidup mandiri.

Disampaikan Suwarno, dirinya baru mengetahui status desil 10 setelah berupaya mencari tahu sendiri ke kelurahan dan kecamatan sekitar dua pekan terakhir. 

Namun, upaya tersebut belum memberinya jawaban mengenai indikator maupun dasar penetapan peringkat kesejahteraan yang membuatnya masuk desil paling bawah dalam prioritas penerima bantuan.

"Katanya petugas gitu (masuk desil 10). Wah, berarti saya kaya dong. Harusnya saya punya mobil, punya motor, punya segalanya. Tapi faktanya kan tidak," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Suwarno mempertanyakan keadilan dalam penentuan penerima bansos. 

baca juga

"Kalau itu memang hak ini dalam rangka apa, negara lho. Kalau yang punya motor empat saja dapat (bansos), masa saya enggak punya motor (enggak dapat), itu dari sisi-sisi keadilan fisik ya," tuturnya.

Padahal kondisi riil Suwarno justru jauh dari kata mampu. Ia hanya mengandalkan uang pensiunan sebagai pustakawan kampus swasta sebesar Rp900.000 per bulan.

Uang itu bahkan sudah tergerus kebutuhan operasional rumah tangga peninggalan orang tuanya.

"Iya (ngepas) dan itu sebenarnya bisa dikalkulasi sendiri. Kalau sarapan berapa, kemudian makan siang, makan malam," ucapnya

Suwarno, warga Kampung Jogoyudan, Yogyakarta, hidup sebatang kara yang tercatat desil 10 (Suara.com/Hiskia)
Suwarno, warga Kampung Jogoyudan, Yogyakarta, hidup sebatang kara yang tercatat desil 10 (Suara.com/Hiskia)

Bansos Diputus Sejak 2025

Persoalan tersebut bukan hanya berdampak pada statusnya dalam data. Tetapi berujung pada terhentinya bansos yang sebelumnya dia terima. 

Suwarno menyebut bansos yang diterimanya pada 2025 hanya berlangsung selama tiga bulan, yakni Januari hingga Maret, sebelum kemudian diputus pada April tanpa penjelasan yang dia pahami.

Pengalaman menerima bantuan itu sebenarnya merupakan kelanjutan dari perjuangannya sendiri setelah ibunya meninggal. 

Sang ibu sebelumnya tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Namun status tersebut tidak otomatis beralih kepadanya setelah ibunya meninggal dunia.

Sehingga dia harus mengajukan diri secara mandiri hingga akhirnya mendapatkan bantuan.

"Saya itu dapat cuma 1 tahun 3 bulan. Jadi ibu sudah meninggal kemudian tidak otomatis saya menggantikan Ibu, enggak. Saya harus berjuang sendiri, mengajukan sendiri, sampai 2025 itu saya dapat," ujarnya.

Namun, hak bantuan yang diterimanya mendadak dihentikan secara sepihak oleh pemerintah tanpa adanya kejelasan alasan maupun pemberitahuan resmi dari pihak pendamping masyarakat.

"2025 bulan Januari sampai Maret dan Aprilnya itu sudah langsung dicut. Enggak tahu alasannya. Pendamping juga ditanyakan enggak bisa jawab," ungkapnya.

Penasaran dengan alasan penghentian bantuan, ia memberanikan diri mendatangi kantor kelurahan hingga kecamatan guna mencari kejelasan status pendaftarannya. Baru kemudian diketahui Suwarno tercatat masuk sebagai desil 10.

Bagi Suwarno, persoalan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah perlu membuka secara gamblang dasar penentuan desil warga. Menurutnya masyarakat tidak semestinya hanya menerima hasil pengklasifikasian itu tanpa mengetahui alasan dan indikator yang digunakan dalam menentukan apakah seseorang layak mendapatkan bantuan atau tidak.

Suwarno berharap pemerintah tidak menjadikan data desil sebagai satu-satunya patokan tanpa memastikan kesesuaiannya dengan kondisi faktual warga. 

"Lah seperti ini kan masyarakat yang dirugikan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Tumbuh 5,11%, Purbaya Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Makin Susut di Era Prabowo

Ekonomi Tumbuh 5,11%, Purbaya Klaim Kemiskinan dan Pengangguran Makin Susut di Era Prabowo

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca

Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×