- Survei Poltracking Indonesia pada Senin, 31 Agustus 2026, mencatat penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Tingkat kepuasan publik merosot dari 78,1 persen pada Oktober 2025 menjadi 55,1 persen pada Agustus 2026.
- Tingkat kepercayaan publik ikut menurun secara drastis dari 81,5 persen menjadi 63,2 persen pada periode yang sama.
“Karena data survei ini menuntut respons dan tanggung jawab kebijakan dari pemerintah yang lebih responsif terhadap masukan dari publik,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan Presiden Prabowo agar tidak hanya berfokus pada dirinya maupun jajaran kabinet, tetapi tetap mempertimbangkan kritik dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Artinya jangan sampai kemudian presiden kita asyik dengan dirinya sendiri, asyik dengan kabinetnya tanpa melihat dan mempertimbangkan masukan dan kritik yang muncul menjadi aspirasi publik,” pungkas Masduri.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini