Bakom RI Respons Isu Paket Titipan Istana di Muktamar ke-35 NU

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Rabu, 02 September 2026 | 12:56 WIB
Bakom RI Respons Isu Paket Titipan Istana di Muktamar ke-35 NU
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. (dok. Bakom)
baca 10 detik
  • Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan hasil Muktamar ke-35 NU di Jakarta adalah keputusan bersama melalui mekanisme AHWA.
  • Ketua Panitia Saifullah Yusuf membantah adanya intervensi atau paket titipan Istana dalam penetapan kepengurusan baru PBNU.
  • Miftachul Akhyar dan Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai pemimpin PBNU periode 2026-2031 murni lewat mekanisme internal organisasi.

Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari merespons isu yang menyebut pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merupakan paket titipan Istana.

Qodari menegaskan, terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU merupakan hasil dari mekanisme Muktamar ke-35 NU.

Menurutnya, keputusan tersebut dihasilkan melalui suara muktamirin maupun mekanisme Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA).

"Ya kita kembalikan kepada muktamirin. Insyaallah sih semuanya adalah keputusan bersama," ujar Qodari di kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

"Apalagi kan metodenya kan AHWA kan? Ada sembilan orang ulama yang memutuskan dengan kebijaksanaannya," sambungnya.

Gus Ipul Bantah Ada Intervensi Istana

Sebelumnya, Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membantah isu yang menyebut terpilihnya Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 merupakan "paket titipan" dari Istana.

Gus Ipul menegaskan duet tersebut lahir melalui mekanisme internal organisasi dan tidak dipengaruhi pemerintah maupun Presiden Prabowo Subianto.

Isu intervensi Istana mencuat setelah Muktamar ke-35 NU di Jombang menetapkan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

baca juga

Namun, Gus Ipul memastikan proses pemilihan berlangsung sesuai mekanisme organisasi.

"Tidak ada intervensi, tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan dalam proses muktamar ini," kata Gus Ipul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Gus Ipul, NU kini menerapkan mekanisme pemilihan yang lebih mengedepankan musyawarah dan mufakat melalui Rais Aam serta anggota Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA).

Mekanisme tersebut dinilai dapat menghindari persaingan keras yang berpotensi muncul dalam sistem one man, one vote.

Ia menilai NU memiliki mekanisme sekaligus kedewasaan organisasi untuk menyelesaikan persoalan internal tanpa tekanan dari pihak luar.

"NU juga tahu apa yang harus dilakukan dalam menghadapi berbagai tantangan-tantangan yang ada. Jadi saya bisa pastikan bahwa tidak ada itu intervensi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bajak Laut Sebut USD406 Ribu Titipan Asrul ke Gus Alex Dipakai untuk Pansus Haji

Bajak Laut Sebut USD406 Ribu Titipan Asrul ke Gus Alex Dipakai untuk Pansus Haji

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:31 WIB

5 Poin Kontrak Jam'iyyah Gus Kikin Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU, Haram Jabatan Politik

5 Poin Kontrak Jam'iyyah Gus Kikin Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU, Haram Jabatan Politik

News | Selasa, 01 September 2026 | 16:04 WIB

PKB Buka Suara Soal Isu Intervensi 'Paket Titipan' di Muktamar NU

PKB Buka Suara Soal Isu Intervensi 'Paket Titipan' di Muktamar NU

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:57 WIB

Terkini

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

×