Media Singapura Singgung 2 WNI Terang-terangan Jadi Tentara Bayaran Rusia

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 02 September 2026 | 15:41 WIB
Media Singapura Singgung 2 WNI Terang-terangan Jadi Tentara Bayaran Rusia
Kolase foto eks Prajurit TNI yang menjadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara. (Tangkapan layar/ist)
baca 10 detik
  • Delapan WNI dilaporkan terjebak menjadi tentara Rusia setelah tergiur tawaran pekerjaan bernilai tinggi.

  • Intelijen Ukraina merilis dokumen visa milik delapan WNI yang diduga direkrut masuk pasukan Rusia.

  • Pemerintah Indonesia tengah memverifikasi keabsahan identitas dan status hukum para WNI yang terdaftar.

Suara.com - Media Singapura CNA menyinggu 2 WNI sempat terang-terangan bergabung menjadi tentara bayaran Rusia sebelum laporan ada 8 warga negara Indonesia lainnya yang diduga menjadi korban penipuan rekrutmen kerja yang berujung pada pendaftaran diri sebagai tentara bayaran Rusia.

Informasi mengenai dugaan keterlibatan ini berawal dari data resmi yang dirilis oleh pihak intelijen Ukraina. Kementerian Luar Negeri Indonesia perlu segera memastikan keabsahan dokumen imigrasi dan visa para WNI tersebut.

Kementerian Luar Negeri Ukraina meluncurkan temuan ini setelah mendeteksi adanya pola rekrutmen tentara asing secara masif oleh pihak Kremlin. Indonesia kini masuk dalam daftar negara berkembang yang warga negaranya disasar untuk kebutuhan tenaga kerja militer.

Tentara bayaran Neo-Nazi (Middleeastmonitor)
Tentara bayaran Neo-Nazi (Middleeastmonitor)

Laporan Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) menyebutkan para WNI awal mulanya dijanjikan pekerjaan sipil dengan imbalan finansial yang sangat menggiurkan. Namun, alih-alih mendapatkan pekerjaan non-tempur, mereka justru dimasukkan ke dalam jajaran pasukan angkatan bersenjata.

Dokumen visa dan migrasi milik delapan WNI tersebut telah dipublikasikan secara terbuka oleh FISU pada akhir Agustus. Identitas para WNI tersebut mencakup Yuda Putra Pratama (29), Haryanto Dwi Kencana (43), Erwanda (38), Ngangun Hudri Fadli (47), Muhammad Syaripudin (32), M Hadi Maulana (39), Wahyu Oktavian Iskandar (40), serta Helmi Nuraha Hakim (43).

Pihak intelijen Ukraina membeberkan bahwa Kremlin menawarkan kompensasi finansial tinggi, pekerjaan non-kombatan, hingga proses kewarganegaraan cepat. Berbagai fasilitas sosial menarik juga diiming-imimkan untuk memikat pendaftar dari puluhan negara.

“Mereka sering kali bahkan tidak tahu ke mana sebenarnya mereka akan dikirim. Sebagian besar dari mereka berakhir di garis depan tanpa pelatihan, dan beberapa tewas hanya dalam beberapa minggu pertama,” tulis FISU, dikutip dari CNA.

Pola penipuan lowongan kerja seperti ini sebelumnya telah memakan korban dari warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Banyak warga asing yang awalnya berniat mencari nafkah justru terjebak dalam konflik bersenjata tanpa persiapan matang.

Laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) mencatat korban tewas militer Rusia diperkirakan mencapai 450.000 orang sejak invasi skala penuh dimulai. Angka tersebut merupakan bagian dari total 1,4 juta kerugian personel tentara Rusia hingga pertengahan tahun ini.

baca juga

Berbeda dengan Korea Utara yang mengutus ribuan tentara resminya, warga dari negara lain umumnya tergiur oleh tawaran tawaran kerja sipil. Hingga kini belum diketahui pasti berapa jumlah korban yang murni tertipu dan berapa yang secara sadar mendaftar sebagai tentara bayaran.

Pihak FISU menilai ukuran populasi Indonesia yang besar menjadi daya tarik tersendiri bagi target rekrutmen tenaga kerja murah. Kebutuhan personel militer Rusia yang terus meningkat membuat jangkauan rekrutmen diperluas ke berbagai wilayah baru.

Selain untuk menutupi kekurangan prajurit di medan tempur, kedatangan warga asing ini juga dimanfaatkan untuk kebutuhan pencitraan media. Kehadiran personel dari berbagai negara dipakai untuk menunjukkan kesan bahwa Rusia mendapat dukungan internasional dalam perang tersebut.

Di sisi lain, korban jiwa di pihak militer Ukraina juga menembus angka 125.000 hingga 150.000 orang tewas berdasarkan kalkulasi CSIS. Total kerugian personel Ukraina diperkirakan mencapai kisaran 525.000 hingga 625.000 orang.

Masih dituis CNA, temuan delapan WNI ini menambah panjang daftar warga Indonesia yang sebelumnya pernah terdeteksi bergabung dengan militer Rusia. Kasus-kasus terdahulu melibatkan mantan anggota institusi keamanan nasional yang keluar dari kesatuannya.

Kasus pertama melibatkan Satria Arta Kumbara, seorang mantan anggota Marinir TNI AL yang dipecat karena desersi pada tahun 2022. Keberadaannya di Rusia mulai terungkap ke publik setelah rekaman video dirinya memakai seragam militer Rusia beredar luas di platform TikTok.

Satria mengaku nekat berangkat ke Rusia demi mencari penghasilan untuk menyambung hidup. Dalam unggahan berikutnya, ia sempat meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah agar bisa dipulangkan ke Tanah Air.

Kondisi Satria memburuk setelah video lain memperlihatkan dirinya terluka akibat serangan drone dan mortir di garis depan pertempuran. Sejak peristiwa evakuasi tersebut, tidak ada lagi pembaruan informasi mengenai kondisinya di media sosial.

Kasus kedua melibatkan Muhammad Rio, seorang mantan anggota Satuan Brimob Polda Aceh yang menghilang tanpa izin dari tugas resminya. Rio membagikan foto dan video yang memperlihatkan dirinya telah bergabung dengan kelompok tentara bayaran Wagner.

Dalam komunikasinya dengan rekan-rekan di kesatuan lama, Rio mengaku mendapat imbalan uang muka sebesar 2 juta rubel atau sekitar 25.000 dolar AS. Ia juga mengklaim menerima gaji bulanan sebesar 210.000 rubel atau setara 2.600 dolar AS selama bertugas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Kewarganegaraan

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Kewarganegaraan

News | Rabu, 02 September 2026 | 13:53 WIB

Media Rusia Bocorkan Agenda Presiden Prabowo di EEF Rusia Bukan Sekedar Pelengkap

Media Rusia Bocorkan Agenda Presiden Prabowo di EEF Rusia Bukan Sekedar Pelengkap

News | Rabu, 02 September 2026 | 12:56 WIB

Kata Media Rusia Soal Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia: Pertemuan Keenam dengan Putin

Kata Media Rusia Soal Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia: Pertemuan Keenam dengan Putin

News | Rabu, 02 September 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:59 WIB

7 Tips Merebus Telur Puyuh agar Mudah Dikupas dan Tidak Hancur

7 Tips Merebus Telur Puyuh agar Mudah Dikupas dan Tidak Hancur

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:56 WIB

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:54 WIB

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:53 WIB

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB

×