-
WNA Polandia ditemukan meninggal dunia usai terseret arus di Pantai Tembles, Bali.
-
Jasad korban ditemukan warga di Pantai Yeh Kuning, berjarak 7,5 kilometer dari lokasi awal.
-
Operasi pencarian gabungan berlangsung tiga hari melibatkan penyisiran laut, darat, dan drone thermal.
Suara.com - Jasad Marcin Dawid (44), wisatawan berkebangsaan Polandia yang hilang terseret ombak Pantai Tembles, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di pesisir Pantai Yeh Kuning, Kabupaten Jembrana. Penemuan jenazah oleh penduduk setempat ini mengakhiri operasi pencarian intensif selama tiga hari yang melingkupi kawasan darat, laut, hingga udara.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap potensi bahaya arus bawah laut di sepanjang garis pantai selatan Bali yang kerap menipu para wisatawan asing. Keberadaan barang peninggalan korban di tepi pantai menjadi penanda awal tragedi fatal yang menimpa turis Eropa tersebut.
"Sempat dapat informasi dari rekan-rekan di Pantai Air Kuning, disampaikan bahwa ada penemuan mayat di pinggir Pantai Air Kuning," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana Dewa Hendri Gunawan dalam keterangan resmi di Denpasar, Kamis.
Warga lokal mendapati raga korban sudah membeku sekitar pukul 17.20 WITA pada Rabu (2/9). Titik penemuan jasad tersebut membentang sekitar 7,5 kilometer ke arah barat dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.
Saksi mata yang melihat raga WNA Polandia tersebut langsung melapor ke pihak kepolisian setempat. Respon cepat aparat penegak hukum segera diteruskan kepada tim penolong untuk tindakan evakuasi.
"Selanjutnya, korban dievakuasi menuju RSU Negara menggunakan ambulans Biddokkes Polres Jembrana untuk proses penanganan lebih lanjut," ujar Dewa Hendri.
Jejak keberadaan Marcin Dawid terdeteksi saat dirinya menyambangi area Pantai Tembles pada Minggu (30/8) sekitar pukul 18.00 WITA. Kecurigaan muncul ketika sepeda motor beserta barang-barang pribadi miliknya tergeletak begitu saja di pinggir pantai tanpa pemiliknya.
Laporan resmi mengenai insiden ini baru diterima oleh Kantor Basarnas Bali pada Senin (31/8) pukul 05.55 WITA. Pada informasi awal, identitas korban sempat keliru terdata sebagai warga negara Inggris.
Kepastian kewarganegaraan korban sebagai warga Polandia baru terverifikasi pada hari kedua penyisiran. Hal ini terungkap setelah petugas menemukan dokumen identitas resmi milik korban di lokasi.
Strategi pencarian gabungan dikerahkan secara masif melibatkan jalur perairan, jalur darat, serta pemantauan udara. Tim menurunkan perahu karet guna menyisir wilayah laut ke arah barat dan menerbangkan drone thermal dari udara.
Penyisiran yang berlangsung sejak Senin pagi hingga siang hari sempat tidak membuahkan hasil. Titik terang baru didapatkan pada hari ketiga operasi setelah adanya laporan penemuan jasad dari warga lokal.
Sejak pukul 07.00 WITA di hari ketiga, tim SAR gabungan sebenarnya telah memulai kembali operasi pencarian. Namun hingga siang hari usaha tersebut belum berhasil, hingga akhirnya terbantu oleh warga yang tidak sengaja melihat tubuh korban.
Guna mengoptimalkan area pencarian, Basarnas Bali membangun kolaborasi lintas instansi di lapangan. Sinergi ini melibatkan Polres Jembrana, Polsek Mendoyo, TNI AL Pos Pengambengan, Satbrimob Polda Bali, PMI Jembrana, Arjuna Rescue, serta warga lokal.
Insiden tenggelamnya wisatawan asing di kawasan pantai selatan Bali menjadi catatan penting terkait keselamatan aktivitas wisata bahari. Arus kuat khas Samudra Hindia sering kali menjadi ancaman tersembunyi bagi para perenang yang belum mengenali karakter gelombang setempat.