- Department of Environment and Natural Resources Filipina melaporkan dampak kabut asap kebakaran hutan Indonesia bergeser ke wilayah Visayas dan Mindanao.
- Pejabat DENR Jundy del Socorro menyatakan perubahan arah angin membawa partikel polusi menjauh dari Metro Manila menuju selatan Filipina.
- Kementerian Kesehatan Filipina mengimbau warga menggunakan masker pelindung serta mengurangi aktivitas luar ruangan demi mencegah gangguan kesehatan.
“Karena itu, kualitas udara di Metro Manila sedikit membaik, tetapi Visayas dan Mindanao mulai terdampak,” lanjutnya.
Perubahan arah angin membuat penyebaran kabut asap tidak hanya menjadi persoalan di sekitar ibu kota Filipina.
Partikel halus dari asap kebakaran berpotensi terbawa lebih jauh selama kondisi atmosfer mendukung.
Warga Diminta Waspada Partikel Halus
DENR mengingatkan masyarakat, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau masuk kelompok rentan, agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara.
Del Socorro memperingatkan bahwa menghirup partikel halus atau fine particulate matter dari kabut asap dapat berisiko terhadap kesehatan.
Ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat disarankan tetap berada di dalam rumah jika memungkinkan. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker.
Kementerian Kesehatan Filipina atau DOH secara khusus merekomendasikan masker N95 untuk memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikel halus.
Namun, bagi masyarakat yang tidak memiliki masker N95, DOH menyarankan penggunaan masker biasa atau kain yang dibasahi agar partikel halus lebih mudah menempel.
Selain menggunakan perlindungan pernapasan, masyarakat diminta menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya udara yang tercemar.
Warga juga dianjurkan menjaga asupan cairan dan tetap memperhatikan kondisi tubuh selama kualitas udara memburuk.
Jika mengalami kesulitan bernapas, batuk berat, nyeri dada, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, masyarakat diminta segera berkonsultasi dengan dokter.