- Sebanyak 516 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo mengalami keracunan masif MBG.
- Korban dilarikan ke delapan rumah sakit usai mengeluhkan pusing dan mual.
- BGN menjatuhkan sanksi pembekuan operasional terhadap SPPG Kalitengah selama 30 hari.
Suara.com - Sebanyak 516 santri dan siswa di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami keracunan massal akibat menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).
Kabar ratusan korban keracunan MBG ini lantas menjadi sorotan publik hingga media internasional.
Memasuki waktu Asar atau sekitar pukul 15.30 WIB, satu per satu santri mulai mengeluhkan pusing dan mual.
Tak sedikit yang mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terkait insiden tersebut, supaya tak ada lagi korban keracunan akibat MBG.
Berikut ini, kronologi lengkap insiden keracunan massal akibat MBG di Ponpes Manbaul Hikam.
![Badan Gizi Nasional (BGN) pusat turun ke Sidoarjo untuk menginvestigasi SPPG Kalitengah setelah ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). [beritajatim.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/43464-santri-keracunan-mbg-di-sidoarjo.jpg)
Berawal dari Makan Siang
Peristiwa bermula saat ratusan santri mengonsumsi paket makanan dari program MBG sekitar pukul 13.00 WIB, usai menunaikan salat zuhur.
Menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi, telur orak-arik (dadar), tempe bumbu bali, serta tumis sayur.
Gejala Muncul Usai Salat Asar
Mulanya sesaat setelah para santri memakannya, kondisi terlihat normal. Namun, memasuki waktu Asar atau sekitar pukul 15.30 WIB, satu per satu santri mulai mengeluhkan pusing dan mual.
Humas Ponpes Manbaul Hikam, Bahron Nafi’, menyebutkan awalnya hanya dua santri yang melapor sakit.
Namun tak berselang lama, laporan serupa membanjir dari berbagai asrama putra maupun putri.
"Habis Asar ada yang bolak-balik ke kamar mandi karena perut sakit. Menjelang Maghrib, situasi semakin mengkhawatirkan," kata Hasan menambahkan.
Evakuasi Massal Korban Keracunan
Selepas Maghrib, situasi berubah menjadi darurat medis. Ratusan santri mengalami muntah-muntah hingga diare akut.