- Warga pesisir Kalibaru Jakarta Utara mengandalkan penampungan air milik perorangan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
- Pengelola mematok tarif pembelian air bersih berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per jam.
- Warga tetap harus mengantre apabila jumlah peminat melebihi kapasitas penampungan air bersih yang tersedia.
Suara.com - Warga di kawasan pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mengandalkan penampungan air milik perorangan untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat kesulitan mendapatkan pasokan.
Ketua Koperasi Nelayan sekaligus pengurus nelayan setempat, Tisno, mengatakan penampungan air tersebut dikelola oleh perorangan.
Pengelola menyediakan air untuk memenuhi kebutuhan warga di kawasan pesisir.
“Iya. Tapi memang dia sudah ditekankan. Dia punya kewajiban, bayar, ada ini itu,” kata Tisno kepada Suara.com di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (3/9/2026).
Tisno menjelaskan, penampungan tersebut berada di satu titik dan memiliki ukuran cukup besar.
Warga kemudian memanfaatkan penampungan itu untuk mendapatkan air bersih.
“Dari kayak semacam ada satu titik. Satu titik dia punya tampungan. Tampungan air gitu Iya, cuma agak besar. Cuma kan itu mementingkan kebutuhan warga lah,” ujarnya.
Untuk mendapatkan air, warga harus membayar berdasarkan waktu penggunaan.

Tisno menyebut tarif yang dikenakan berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per jam.
“Itu beli, per satu jam bayar. Harganya tuh kisaran ada yang Rp20 ribu, ada yang Rp25 ribu. Saking kita pengin butuh ada air bersihnya buat cuci, basuh,” katanya.
Meski sudah membayar, warga tidak selalu bisa langsung mendapatkan air.
Tisno mengatakan warga tetap harus mengantre apabila jumlah warga yang membutuhkan air melebihi kapasitas penampungan.
“Berbayarnya tadi Rp25 ribu. Kalau nanti penampungannya nggak cukup, udah ngantri sekitar 20 orang, 15 orang gimana? Berarti kesulitan nggak?” tuturnya.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini