Mitra MBG Banyak Terlilit Utang Bank, UGM: Ini Perangkap dari Kebijakan Mentah!

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 04 September 2026 | 07:25 WIB
Mitra MBG Banyak Terlilit Utang Bank, UGM: Ini Perangkap dari Kebijakan Mentah!
Arsip foto - Petugas SPPG menyiapkan makanan program MBG di Simeulue. ANTARA/HO-Dok Warga
baca 10 detik
  • Mitra program MBg menghadapi risiko finansial akibat penundaan aktivasi dapur SPPG.
  • Gabriel Lele menyatakan masalah ini timbul karena pemerintah merancang kebijakan tersebut tanpa perencanaan matang.
  • Insiden keracunan ratusan santri menunjukkan tata kelola program MBG perlu segera dievaluasi pemerintah.

Suara.com - Sejumlah pengusaha atau mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menghadapi risiko finansial setelah menggelontorkan modal besar untuk membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bahkan, sebagian di antaranya disebut terpaksa meminjam uang ke bank, sementara aktivasi dapur mereka kini ditunda.

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Gabriel Lele, menilai kondisi tersebut menjadi konsekuensi dari kebijakan yang sejak awal tidak dirancang secara matang.

Menurutnya, para mitra yang sudah telanjur berinvestasi besar kini terjebak dalam kebijakan yang belum memiliki perencanaan dan pemetaan kebutuhan yang jelas.

"Bagi orang yang rasional sejak awal, ini kebijakan yang bermasalah. Jadi kalau ada orang yang masuk menginvestasikan uangnya ke proyek MBG, ya itulah perangkap yang mereka masuki sendiri," kata Gabriel kepada Suara.com, Kamis (3/9/2026).

Gabriel menyoroti penentuan lokasi SPPG yang dinilai tidak sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Kondisi itu, menurut dia, membuat distribusi dapur MBG berpotensi tidak tepat sasaran.

"Jadi karena memang ini bukan kebijakan yang dirancang secara matang ya. Implementasinya begitu-begitu saja, apalagi kita tahu bahwa basis misalnya penentuan titik-titik MBG-nya itu titik SPBG-nya di mana, apakah itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat apa tidak," ungkapnya.

Dapur Dibangun, Aktivasi Ditunda

Penundaan aktivasi hingga penyisiran sejumlah titik SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai semakin menunjukkan persoalan pada tahap perencanaan.

baca juga

Bagi mitra yang telah mengeluarkan modal untuk membangun dapur, kondisi tersebut menimbulkan persoalan baru.

Investasi yang sudah telanjur dikeluarkan tetap harus ditanggung, termasuk kewajiban pembayaran apabila modal diperoleh melalui pinjaman bank.

Gabriel menilai kerugian finansial para mitra merupakan konsekuensi dari keputusan bisnis yang mereka ambil. Namun, ia justru melihat persoalan yang lebih serius pada dampak program terhadap masyarakat penerima manfaat.

"Jadi ini salah satu implikasi dari ketidakcermatan pemerintah merancang kebijakan. Ya efeknya ya seperti ini. Saya sih tidak masalah efeknya toh pada mereka yang adalah kroni-kroni yang menjadi pelaksana dari program MBG," tegasnya.

Menurut Gabriel, persoalan MBG tidak berhenti pada pemilik dapur yang berisiko mengalami kerugian. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat justru menjadi hal yang lebih mengkhawatirkan.

Kasus keracunan yang kembali terjadi dan menimpa ratusan santri atau siswa penerima MBG disebutnya sebagai tanda bahwa persoalan tata kelola program harus segera dievaluasi.

"Kemarin ada lagi ya, insiden keracunan sekian ratus santri itu. Nah ini kan simtom-simtom yang harusnya sudah menjadi pengingat yang sangat jelas bagi masyarakat dan terutama bagi pemerintah bahwa ini ada kebijakan-kebijakan yang sangat bermasalah," ujarnya.

Minta MBG Dihentikan dan Diuji Coba

Melihat berbagai persoalan tersebut, Gabriel meminta pemerintah tidak terburu-buru memperluas program MBG.

Menurut dia, pemerintah perlu menghentikan sementara program, melakukan evaluasi menyeluruh, lalu mengujinya secara terbatas sebelum kembali diperluas.

"Hentikan, evaluasi. Kalaupun masih mau jalan, ya itu, pilot dulu. Beberapa daerah dijadikan percontohan, belajar betul dari situ, kemudian baru dieskalasi kalau mau diterapkan secara lebih luas. Modelnya sudah ada, harusnya begitu. Ini kan enggak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

News | Kamis, 03 September 2026 | 22:02 WIB

Anggota DPR Tantang Kepala BGN Taruhan: Keracunan MBG Pasti Terulang Kalau Tata Kelola Buruk!

Anggota DPR Tantang Kepala BGN Taruhan: Keracunan MBG Pasti Terulang Kalau Tata Kelola Buruk!

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:37 WIB

Alarm Keras untuk Prabowo! 1.742 Siswa dan Guru Keracunan MBG, Tata Kelola Bobrok Disorot

Alarm Keras untuk Prabowo! 1.742 Siswa dan Guru Keracunan MBG, Tata Kelola Bobrok Disorot

News | Kamis, 03 September 2026 | 20:23 WIB

Terkini

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Babak Baru Skandal Biksu Mesum Thailand: Peran Besar Wanita di Video Viral Gelapkan Dana Rp114 M

Babak Baru Skandal Biksu Mesum Thailand: Peran Besar Wanita di Video Viral Gelapkan Dana Rp114 M

News | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Apa Fungsi Utama Sampo untuk Rambut Beruban? Ini 7 Fungsinya

Apa Fungsi Utama Sampo untuk Rambut Beruban? Ini 7 Fungsinya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:10 WIB

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 10:05 WIB

Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya

Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:05 WIB

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

News | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

×