Ratusan Siswa Keracunan, DPD RI Desak Evaluasi Total Rantai Pengawasan MBG

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 04 September 2026 | 18:43 WIB
Ratusan Siswa Keracunan, DPD RI Desak Evaluasi Total Rantai Pengawasan MBG
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung. [SuaraSulsel.id / Tangkapan layar kanal Youtube Hersubeno Point]
baca 10 detik
  • Ratusan siswa di Tana Toraja mengalami dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis pada Jumat, 4 September 2026.
  • Wakil Ketua DPD RI mendesak Badan Gizi Nasional mengevaluasi kinerja Kepala SPPG dan mengaktifkan pengawasan preventif.
  • DPD RI menyoroti anggaran BGN sebesar Rp268 triliun dengan penyerapan rendah dan belum merata di wilayah 3T.

Suara.com - Kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat, kali ini menimpa ratusan siswa di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terhadap kinerja para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Tamsil menegaskan, bahwa DPD RI akan segera memanggil BGN melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk meminta penjelasan detail mengenai sistem pengawasan yang berjalan.

"DPD akan meminta penjelasan BGN. Kita ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana sistem pengawasannya berjalan. Kejadian seperti ini tidak boleh terus berulang,” ujar Tamsil di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Tamsil menyoroti peran vital Kepala SPPG sebagai perwakilan resmi BGN di tingkat dapur.

Ia menilai, jika terjadi kegagalan operasional yang berulang, maka evaluasi tidak boleh hanya menyasar mitra atau dapur secara teknis, tetapi juga individu yang bertanggung jawab atas manajemennya.

“Setelah mempelajari kejadian yang berulang ini, mestinya BGN mengevaluasi penempatan Kepala SPPG. Mereka adalah wakil BGN di dapur dan memegang tanggung jawab atas manajemen operasional. Kalau ada yang tidak menjalankan tanggung jawab secara maksimal, tentu harus dievaluasi,” kata Tamsil.

Lebih lanjut, Tamsil mengungkapkan adanya keluhan dari berbagai pihak mengenai ketidakhadiran oknum Kepala SPPG di lokasi tugas.

Menurutnya, BGN harus berani mengambil tindakan tegas jika verifikasi lapangan membuktikan adanya kelalaian.

baca juga

“Saya mendengar ada keluhan mengenai peran Kepala SPPG yang dinilai kurang maksimal. Ada yang disebut jarang berada di dapur dan tidak memenuhi kewajiban laporan. Ini tentu harus diverifikasi. Tetapi kalau faktanya benar, BGN tidak boleh ragu mengambil tindakan. Kalau tidak kompeten dan tidak amanah menjalankan tugas, cepat ganti dengan yang lain,” terangnya.

Ia juga memperingatkan agar penghentian operasional dapur (suspend) tidak menjadi solusi tunggal, karena hal tersebut merugikan penerima manfaat.

“Jangan sampai setiap ada masalah, dapur disuspend, lalu penerima manfaat kehilangan layanan dan mitra ikut menanggung akibatnya. Yang harus ditemukan adalah sumber persoalannya. Kalau masalahnya ada pada orang yang diberi tanggung jawab, orangnya yang harus dievaluasi,” ujarnya.

Terkait sistem pengawasan, Tamsil mendorong agar fungsi kontrol di tingkat regional, wilayah, hingga kecamatan lebih diaktifkan. Ia menekankan pentingnya pengawasan preventif.

"Pengawasan itu bukan pemadam kebakaran. Jangan bergerak setelah ada kejadian. Pengawasan harus berjalan sebelum masalah terjadi. Kita harus membangun sistem yang mampu mencegah, bukan sibuk mencari siapa yang salah setelah ada korban,” tegas Tamsil.

Selain masalah keamanan pangan, Tamsil mengkritisi anomali anggaran BGN yang mencapai Rp268 triliun pada tahun 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, Mengapa Belum Ada yang Dipidana?

Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, Mengapa Belum Ada yang Dipidana?

News | Jum'at, 04 September 2026 | 18:07 WIB

Komnas HAM Minta Operasional SPPG di Lokasi Keracunan MBG Dihentikan!

Komnas HAM Minta Operasional SPPG di Lokasi Keracunan MBG Dihentikan!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 15:57 WIB

Krisis Empati Saat Bencana Alam dan Program MBG Terus Berjalan

Krisis Empati Saat Bencana Alam dan Program MBG Terus Berjalan

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 14:45 WIB

Tak Cukup Sanksi Administrasi, Koalisi MBG Watch Minta Pelaku Keracunan Diproses Pidana

Tak Cukup Sanksi Administrasi, Koalisi MBG Watch Minta Pelaku Keracunan Diproses Pidana

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:02 WIB

43 Ribu Orang Diduga Keracunan, MBG Watch Desak Pemerintah Tetapkan KLB Nasional

43 Ribu Orang Diduga Keracunan, MBG Watch Desak Pemerintah Tetapkan KLB Nasional

News | Jum'at, 04 September 2026 | 10:11 WIB

Media Inggris Telanjangi Data Asli Jumlah Anak-anak Keracunan MBG dalam 3 Hari Terakhir

Media Inggris Telanjangi Data Asli Jumlah Anak-anak Keracunan MBG dalam 3 Hari Terakhir

News | Jum'at, 04 September 2026 | 10:07 WIB

Kasus Keracunan MBG Mulai Masuk Ranah Hukum, Sejumlah Dapur Mulai Diperiksa Polisi

Kasus Keracunan MBG Mulai Masuk Ranah Hukum, Sejumlah Dapur Mulai Diperiksa Polisi

News | Jum'at, 04 September 2026 | 09:06 WIB

Terkini

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

×