3 Negara Tetangga Menjerit! Kebakaran di Indonesia Hasilkan 23 Juta Metrik Ton Emisi Karbon

Galih Prasetyo

Sabtu, 05 September 2026 | 16:35 WIB
3 Negara Tetangga Menjerit! Kebakaran di Indonesia Hasilkan 23 Juta Metrik Ton Emisi Karbon
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
baca 10 detik
  • Kebakaran hutan dan lahan seluas hampir 300.000 hektare di Sumatra dan Kalimantan memicu emisi karbon ekstrem sepanjang tahun ini.
  • Pemerintah Malaysia menetapkan status darurat di Sarawak serta menutup ratusan sekolah akibat paparan kabut asap lintas batas negara tersebut.
  • Lebih dari 5 juta warga Indonesia terpapar langsung risiko kesehatan karena kabut asap yang juga memburuk di Singapura dan Filipina.

Suara.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih jadi fokus pemberitaan sejumlah media negara tetangga.

Asap tebal dari kebakaran di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan dilaporkan terbawa angin hingga Malaysia, Singapura, dan Filipina.

"Dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah yang terbakar, tetapi juga mulai memengaruhi kualitas udara di negara-negara tetangga," tulis laporan media Filipina ABS CBN.

Sebagian besar titik kebakaran terkonsentrasi di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Kalimantan menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak karena wilayah tersebut memiliki hamparan hutan tropis dan lahan gambut yang luas.

Berdasarkan estimasi independen Nusantara Atlas, hampir 300.000 hektare lahan telah terbakar di Indonesia sepanjang tahun ini.

Malaysia Tetapkan Darurat Kabut Asap, Begini Curhatan Warga Serawak: Jangan Lockdown [Tangkap layar X]
Malaysia Tetapkan Darurat Kabut Asap, Begini Curhatan Warga Serawak: Jangan Lockdown [Tangkap layar X]

Situasi semakin mengkhawatirkan karena emisi karbon dari kebakaran meningkat sejak akhir Juli.

Mark Parrington, ilmuwan senior Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS), mengatakan tingkat emisi kebakaran saat ini sudah mendekati kondisi pada tahun-tahun El Nino kuat, seperti 2015 dan 2019.

"Kita sekarang melihat emisi kebakaran yang sangat ekstrem, sebanding dengan tahun-tahun El Nino kuat sebelumnya, begitu juga dengan luas sebaran asap, kabut, dan dampaknya terhadap kualitas udara," kata Parrington kepada AFP.

Data CAMS Fire Emission Watch mencatat kebakaran di Indonesia menghasilkan lebih dari 23 juta metrik ton emisi karbon sepanjang 28 Agustus hingga 3 September 2026.

baca juga

Angka tersebut bahkan melampaui emisi kebakaran pada periode yang sama pada 2015, yang tercatat sekitar 20,7 juta metrik ton.

Kondisi diperparah dengan kabut asap yang bergerak melintasi batas negara. Malaysia menjadi salah satu negara yang merasakan dampaknya, terutama wilayah Sarawak di Pulau Kalimantan.

Pemerintah Malaysia pada Jumat menetapkan status darurat di salah satu wilayah Sarawak setelah tingkat pencemaran udara melonjak.

Hampir 650 sekolah di wilayah tersebut dijadwalkan ditutup pada pekan berikutnya.

Filipina juga mengalami dampak serupa. Kualitas udara di sejumlah wilayah sempat mencapai kategori "sangat tidak sehat" hingga "sangat tidak sehat bagi kelompok rentan" akibat partikel PM2.5 yang terbawa kabut asap.

Sejumlah pemerintah daerah di Filipina bahkan menutup sekolah di kota dan provinsi yang terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Hutan, Ekspansi Kapital dan Krisis Tata Kelola

Kebakaran Hutan, Ekspansi Kapital dan Krisis Tata Kelola

Opini | Sabtu, 05 September 2026 | 14:01 WIB

Mengapa Karhutla Gambut Berulang? Mengubah Logika Ekonomi Pembakar Lahan

Mengapa Karhutla Gambut Berulang? Mengubah Logika Ekonomi Pembakar Lahan

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 12:41 WIB

Ratusan Tersangka Karhutla Masih Perorangan, Akademisi UGM Soroti Sanksi Tumpul ke Korporasi

Ratusan Tersangka Karhutla Masih Perorangan, Akademisi UGM Soroti Sanksi Tumpul ke Korporasi

News | Sabtu, 05 September 2026 | 11:39 WIB

Kembangan Membara! 110 Personel Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Hebat di Srengseng Jakbar

Kembangan Membara! 110 Personel Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Hebat di Srengseng Jakbar

News | Sabtu, 05 September 2026 | 10:30 WIB

Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Desa Adat Sade

Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Desa Adat Sade

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Jakarta Belajar dari Seoul soal Kota Global, dari Ruang Publik hingga Kebudayaan

Jakarta Belajar dari Seoul soal Kota Global, dari Ruang Publik hingga Kebudayaan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:46 WIB

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:44 WIB

7 Zodiak yang Dikenal Paling Suka Berbohong dan Pintar Menutupi Fakta

7 Zodiak yang Dikenal Paling Suka Berbohong dan Pintar Menutupi Fakta

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:43 WIB

Benarkah Tanda Cupang di Leher Berbahaya Hingga Mematikan?

Benarkah Tanda Cupang di Leher Berbahaya Hingga Mematikan?

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Luke Vickery Cuma Bisa Geleng-geleng Usai Timnas Indonesia Akhiri Penantian 35 Tahun

Luke Vickery Cuma Bisa Geleng-geleng Usai Timnas Indonesia Akhiri Penantian 35 Tahun

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Membedah Putusan MK soal Dokumen Pendidikan Wapres: Kepastian Hukum vs Realitas Administrasi

Membedah Putusan MK soal Dokumen Pendidikan Wapres: Kepastian Hukum vs Realitas Administrasi

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Ijazah SMA Gibran Tak Ditemukan, Legislator PDIP: Sangat Mungkin DPR Menindaklanjuti Putusan MK

Ijazah SMA Gibran Tak Ditemukan, Legislator PDIP: Sangat Mungkin DPR Menindaklanjuti Putusan MK

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kepantasan Gibran Jadi Wapres Dipertanyakan, Ray Rangkuti: Masih Layak Kalau Tak Punya Ijazah SMA?

Kepantasan Gibran Jadi Wapres Dipertanyakan, Ray Rangkuti: Masih Layak Kalau Tak Punya Ijazah SMA?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Ketika Kesempurnaan Menyimpan Rahasia Gelap dalam Novel Girls in the Dark

Ketika Kesempurnaan Menyimpan Rahasia Gelap dalam Novel Girls in the Dark

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya

Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:26 WIB

×