Singapore Airlines Kena Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau, Batalkan 19 Penerbangan ke Jakarta

Arief Apriadi

Minggu, 06 September 2026 | 16:44 WIB
Singapore Airlines Kena Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau, Batalkan 19 Penerbangan ke Jakarta
Singapore Airlines (instagram/singaporeairid)
baca 10 detik
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026, memicu pembatalan 19 jadwal penerbangan Singapore Airlines.
  • Bandara Soekarno-Hatta memperpanjang penutupan operasional hingga sore hari karena sebaran abu vulkanik dan peningkatan erupsi.
  • Sebanyak 301 penerbangan terdampak dan enam bandara dihentikan sementara demi mengantisipasi bahaya abu vulkanik.

Alternatif Pendaratan dan Kondisi Penumpang

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa operasional penerbangan dihentikan sementara di enam bandara berbeda.

Penutupan tersebut turut mencakup Bandara Husein Sastranegara di Bandung serta Bandara Radin Inten II di dekat Bandar Lampung.

Beberapa bandara besar di kota lain, termasuk Semarang dan Surabaya, disiapkan sebagai landasan alternatif bagi pesawat yang harus dialihkan dari Jakarta.

Di Bandara Soekarno-Hatta, antrean penumpang terdampak mulai terlihat di berbagai terminal untuk mengurus pengembalian dana maupun penjadwalan ulang.

Menghadapi situasi tersebut, pihak bandara berkoordinasi dengan maskapai untuk menyediakan makanan ringan serta bus menuju hotel bagi penumpang.

Respons Tenang dari Para Penumpang

Seorang penumpang bernama Henny Yensan yang terpaksa menjadwalkan ulang penerbangannya ke Selasa mengaku kecewa dengan penundaan tersebut.

"Tidak ada yang marah besar, karena bagaimanapun juga, ini disebabkan oleh bencana alam," kata Henny.

baca juga

Hal senada diungkapkan Samuel Guiberteau, seorang eksekutif Danone yang sedang mencari penerbangan alternatif untuk kembali ke Jakarta dari Lombok.

"Belum ada yang pasti untuk saat ini," kata Samuel.

Di tengah ketidakpastian penerbangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik telah mencapai ketinggian 6.000 meter di sisi Pulau Jawa dan 15.000 meter di sisi Pulau Sumatera serta sebagian Banten.

Imbauan Waspada dari BNPB

Menyikapi hujan abu tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan keselamatan bagi masyarakat di sekitar lokasi terdampak.

"Mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sambil meningkatkan kewaspadaan," kata Juru Bicara BNPB Berton Panjaitan.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan memakai masker dan pelindung mata, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup sumber air, serta berhati-hati saat berkendara, karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang," tambah Berton Panjaitan.

Kepala Badan Geologi Indonesia, Lana Saria, menjelaskan bahwa Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak Juli lalu.

"Namun, letusan yang sering terjadi tidak secara otomatis berarti akan terjadi letusan yang lebih besar," kata Lana Saria.

Sejarah Letusan Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau secara geografis terletak di antara Pulau Jawa dan Sumatera, dalam kawasan Cincin Api Pasifik.

Kawasan vulkanik tersebut memiliki sejarah letusan mematikan, termasuk erupsi pada 2018 yang memicu tsunami dan menewaskan ratusan orang di pesisir Banten serta Lampung.

Gunung api ini muncul dari kaldera bekas letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883.

Rangkaian letusan Gunung Krakatau pada abad ke-19 tercatat sebagai salah satu bencana alam terbesar di dunia. Gelombang tsunami yang ditimbulkannya menewaskan lebih dari 36.000 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Tsunami dan Korban Jiwa, Kenapa Erupsi Anak Krakatau Tetap Bisa Lumpuhkan Indonesia?

Tanpa Tsunami dan Korban Jiwa, Kenapa Erupsi Anak Krakatau Tetap Bisa Lumpuhkan Indonesia?

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 16:36 WIB

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Singapore Airlines Batalkan 18 Penerbangan Jakarta

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Singapore Airlines Batalkan 18 Penerbangan Jakarta

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 16:35 WIB

Abu Vulkanik Menyebar ke Jakarta, Transjakarta Setop Lift dan Eskalator di Seluruh Halte

Abu Vulkanik Menyebar ke Jakarta, Transjakarta Setop Lift dan Eskalator di Seluruh Halte

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:31 WIB

Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok

Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau Bikin Maskapai Angkat Tangan, 20 Penerbangan Malaysia-Jakarta Batal Terbang

Erupsi Anak Krakatau Bikin Maskapai Angkat Tangan, 20 Penerbangan Malaysia-Jakarta Batal Terbang

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:20 WIB

Terkini

Kakak Adik Asal Bangli Jadi Korban KMP Virgo Transport 8

Kakak Adik Asal Bangli Jadi Korban KMP Virgo Transport 8

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 10:01 WIB

Harga Emas Global Naik, HPE Emas Kembali Melonjak pada Paruh Kedua September

Harga Emas Global Naik, HPE Emas Kembali Melonjak pada Paruh Kedua September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:01 WIB

Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass

Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:00 WIB

Viral Diduga Ibu Pejabat Dikipasi Saat Makan di Acara Maulid bak Zaman Firaun, Netizen Sindir Telak

Viral Diduga Ibu Pejabat Dikipasi Saat Makan di Acara Maulid bak Zaman Firaun, Netizen Sindir Telak

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 09:56 WIB

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

Babak Baru Kasus TPPU: Tepis Aset Rp846 Miliar, Febrie Adriansyah Siap 'Tarung' di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:48 WIB

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum

Bekaci | Rabu, 16 September 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:41 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

×