Curhat Warga Spanyol Tak Nyaman Bandara Ditutup karena Letusan Anak Gunung Krakatau

Pebriansyah Ariefana

Senin, 07 September 2026 | 13:02 WIB
Curhat Warga Spanyol Tak Nyaman Bandara Ditutup karena Letusan Anak Gunung Krakatau
Petugas darat melakukan penutupan mesin pesawat yang terparkir dengan menggunakan bahan khusus di apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Penutupan mesin pesawat dilakukan untuk mencegah masuknya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mengguyur Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU
baca 10 detik
  • Erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau memaksa AirNav Indonesia menutup sementara delapan bandara strategis nasional.

  • Penutupan ruang udara menyebabkan kelumpuhan jadwal penerbangan hingga mengganggu rotasi pesawat di berbagai wilayah.

  • Badan Geologi mencatat letusan kali ini menjadi yang terkuat sejak peningkatan aktivitas pada Juli.

Suara.com - Letusan dahsyat Gunung Anak Krakatau memaksa AirNav Indonesia menghentikan sementara operasional delapan bandara utama, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II Lampung. Langkah darurat ini memicu kekacauan jadwal penerbangan nasional hingga berdampak ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali serta Kualanamu Medan.

Dampak erupsi ini memicu gangguan rotasi armada udara secara meluas di berbagai lini penerbangan. Penutupan ruang udara secara mendadak juga memicu penumpukan ribuan calon penumpang di berbagai terminal bandara.

Gelombang pembatalan rute membuat banyak penumpang mancanegara terdampar tanpa kepastian dari pihak maskapai. Sebagian calon penumpang mengeluhkan minimnya respons cepat dan pembaruan informasi terkini di area terminal.

Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, saat erupsi, Sabtu (5/9/2026).
Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, saat erupsi, Sabtu (5/9/2026).

Seorang wisatawan asal Spanyol, Diego Urdiales, yang hendak terbang kembali ke Madrid mengungkapkan situasinya di bandara.

"Ini tentu saja sebuah ketidaknyamanan. Saya seharusnya mendapatkan kabar dari pihak maskapai... tapi sejauh ini belum ada berita," kata Diego Urdiales, dikutip dari AFP.

Di sisi lain, sejumlah penumpang domestik memilih bersikap maklum menghadapi gangguan akibat fenomena alam tersebut. Mereka menyadari bahwa keselamatan penerbangan merupakan hal yang tidak bisa ditawar saat bencana terjadi.

Kementerian Perhubungan menegaskan tidak akan mengambil risiko sekecil apa pun terkait ancaman abu vulkanik di jalur penerbangan. Keputusan penutupan ruang udara diambil demi mencegah kerusakan fatal pada mesin pesawat terbang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan udara menjadi prioritas utama.

Otoritas penerbangan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi keterlambatan jadwal penerbangan dalam beberapa hari ke depan. Proses pemulihan operasional diprediksi memakan waktu cukup lama karena adanya penumpukan pesawat.

baca juga

Lukman juga memperingatkan bahwa jadwal penerbangan berpotensi mengalami gangguan berantai yang berdampak pada rotasi pesawat, ketersediaan armada, hingga kapasitas terminal selama proses pemulihan operasional.

Penyebab utama kelumpuhan lalu lintas udara ini berasal dari lonjakan intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang sangat signifikan. Pengamatan mencatat muntahan material vulkanik kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau telah meningkat sejak Juli dan letusan kali ini merupakan yang terkuat sepanjang periode tersebut.

Peningkatan tekanan dari dalam perut bumi mengindikasikan bahwa potensi letusan susulan masih sangat tinggi. Pasokan energi magma terus terdorong naik ke permukaan secara konsisten.

Erupsi berulang menunjukkan adanya pasokan magma dan gas vulkanik yang terus berlanjut dari bawah permukaan Bumi.

Sebagai informasi latar belakang, Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang terletak di Selat Sunda dan memiliki riwayat erupsi berkala. Peningkatan aktivitas yang dimulai sejak Juli lalu kini mencapai puncaknya hingga menyebarkan abu vulkanik ke jalur penerbangan strategis Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Minta Harga Masker Tak Dimainkan di Tengah Erupsi Anak Krakatau

DPR Minta Harga Masker Tak Dimainkan di Tengah Erupsi Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 12:54 WIB

Soetta-Halim Ditutup, Ini Daftar 6 Bandara Alternatif untuk Penerbangan

Soetta-Halim Ditutup, Ini Daftar 6 Bandara Alternatif untuk Penerbangan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:46 WIB

Puluhan Penerbangan dari Singapura ke Jakarta Batal, Buntut Letusan Gunung Anak Krakatau

Puluhan Penerbangan dari Singapura ke Jakarta Batal, Buntut Letusan Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 12:46 WIB

Terkini

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

×