- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino meninjau Pasar Pondok Labu yang sepi pengunjung pada Minggu (6/9/2026).
- Pedagang mengalami penurunan omzet hingga 80 persen akibat pergeseran belanja ke e-commerce dan dampak ekonomi pasca-pandemi.
- Solusi yang ditawarkan meliputi pemindahan lokasi pangan murah KJP dan penataan area parkir untuk kegiatan publik.
Program diskon khusus diproyeksikan dapat menjadi daya tarik tambahan agar masyarakat kembali memilih pasar tradisional sebagai tempat belanja utama.
Langkah percepatan ini diharapkan dapat mengembalikan keceriaan para pedagang yang sudah lama mengeluhkan sepinya pembeli bahkan di saat hari raya.
Wibi menekankan, Pasar Pondok Labu bukan sekadar tempat transaksi, melainkan identitas kebanggaan bagi warga Jakarta Selatan.
“Ayo kita bangkitkan lagi Pasar Pondok Labu, karena ini adalah pasar legendaris dan kebanggaan kita bersama. Dengan pasar hidup kembali, akan terasa soul-nya untuk warga Cilandak,” tegas legislator NasDem tersebut.