Asap Kebakatan Hutan Kalimantan Memburuk, Anwar Ibrahim Desak Evaluasi Mekanisme ASEAN

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 08 September 2026 | 12:58 WIB
Asap Kebakatan Hutan Kalimantan Memburuk, Anwar Ibrahim Desak Evaluasi Mekanisme ASEAN
Presiden Prabowo Subianto menyambut Perdana Menteri Malaysia, Yang Mulia Dato' Seri Anwar Ibrahim di kediaman pribadinya di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025), malam. [Instagram@presidenrepublikindonesia]
baca 10 detik
  • PM Anwar Ibrahim mendesak ASEAN mengevaluasi mekanisme penanganan kabut asap demi melindungi kesehatan masyarakat.

  • Malaysia berjanji tidak akan membela perusahaan domestik yang terbukti membakar hutan di wilayah Indonesia.

  • APHR menilai krisis kabut asap sebagai darurat HAM dan menuntut hadirnya kerangka hukum tegas.

Suara.com - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mendesak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk segera mengevaluasi mekanisme penanganan krisis kabut asap lintas batas di ASEAN. Langkah peninjauan ulang ini dinilai sangat mendesak demi mencegah dampak buruk yang langsung mengintai kesehatan masyarakat luas akibat kebakaran hutan Kalimantan.

Anwar menumpukan perhatian serius pada fakta bahwa polusi udara akibat pembakaran hutan telah mengancam keselamatan kelompok rentan seperti balita dan anak-anak. Wilayah Serian di Sarawak menjadi bukti nyata betapa buruknya paparan asap pekat yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di sana.

"Ada ruang untuk perbaikan. Saya pikir para menteri ASEAN harus memandangnya secara serius, karena ini mempengaruhi kehidupan, khususnya anak-anak, dan bayi, dan jika apa yang telah kita lihat di Serian (itu) sungguh membimbangkan," kata Anwar usai menghadiri pertemuan dengan staf Kementerian Perkebunan dan Komoditas, dikutip dari Star Malaysia.

Ilustrasi kebakaran hutan (pixabay/geralt)
Ilustrasi kebakaran hutan (pixabay/geralt)

Kualitas udara di Serian dilaporkan sempat melonjak hingga menyentuh angka Indeks Pencemar Udara (IPU) 302 yang masuk kategori berbahaya bagi kesehatan. Situasi kritis ini bahkan memaksa Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim sempat memproklamasikan status darurat kabut asap di seluruh Divisi Serian sebelum akhirnya dicabut kembali.

Anwar yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan menegaskan bahwa investigasi menyeluruh mengenai pemicu kebakaran lahan di Indonesia harus dilakukan secara objektif. Pihaknya enggan terburu-buru melempar tuduhan sebelum penyebab pasti di lapangan terungkap secara jelas.

Terkait dugaan keterlibatan perusahaan berbendera Malaysia dalam insiden pembakaran hutan di Indonesia, Anwar menyatakan rasa hormatnya terhadap seluruh proses hukum yang berlaku di negara tetangga. Pemerintah Malaysia berjanji tidak akan mengintervensi atau pasang badan untuk melindungi korporasi yang terbukti melanggar hukum.

"Jika ada perusahaan Malaysia yang terdampak (terlibat), kami akan memberikan ruang kepada Indonesia untuk mengambil tindakan. Kami tentu akan menghormati tindakan di sana dan kami tidak akan membela (mereka)," tegas Anwar.

Desakan serupa juga disuarakan oleh ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR) yang menilai krisis kabut asap lintas batas ini telah bergeser menjadi darurat Hak Asasi Manusia (HAM). Lembaga ini mendesak para pembuat kebijakan di kawasan regional untuk bergerak cepat menyelesaikan persoalan pencemaran udara yang sudah berlangsung hampir tiga dekade.

APHR mendorong agar forum Konferensi Para Pihak untuk Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas di Da Nang, Vietnam, dimanfaatkan secara maksimal. Momen tersebut dianggap tepat untuk menutup celah penegakan hukum yang selama ini dinilai sangat lemah.

baca juga

Lembaga parlemen tersebut meminta ASEAN menyusun kerangka hukum regional yang tegas untuk menuntut pertanggungjawaban korporasi pemicu kebakaran lahan. Kebakaran ini umumnya dipicu oleh pengeringan lahan gambut, deforestasi komoditas, hingga pembakaran sisa-sisa hasil pertanian.

Transparansi rantai pasok juga wajib ditingkatkan dengan mewajibkan seluruh perusahaan perkebunan di area rawan kebakaran untuk memublikasikan peta konsesi mereka. Langkah ini dinilai penting agar pengawasan kawasan hutan dapat dilakukan secara terbuka oleh seluruh negara anggota ASEAN.

Selain itu, APHR mendorong penerapan aturan lacak balak di setiap tingkatan industri agribisnis guna memetakan asal-usul komoditas dan meminimalkan risiko kebakaran. ASEAN juga diharapkan dapat menyepakati standar indikator kualitas udara yang seragam agar pemantauan polusi berbasis metodologi yang sama.

Isu kabut asap lintas batas merupakan persoalan menahun di Asia Tenggara yang dipicu oleh praktik pembakaran lahan secara terbuka saat musim kemarau. Dampak krisis lingkungan ini tidak hanya memicu masalah kesehatan pernapasan akut di berbagai negara tetangga, tetapi juga merugikan sektor ekonomi serta mengganggu aktivitas penerbangan di kawasan regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabut Asap Kian Parah, Anwar Ibrahim Singgung Perusahaan yang Terlibat Karhutla

Kabut Asap Kian Parah, Anwar Ibrahim Singgung Perusahaan yang Terlibat Karhutla

News | Selasa, 08 September 2026 | 12:44 WIB

Media Singapura Sorot Prabowo Minta Susun Rencana Mitigasi saat Bencana Lagi Gempur Indonesia

Media Singapura Sorot Prabowo Minta Susun Rencana Mitigasi saat Bencana Lagi Gempur Indonesia

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:59 WIB

Malaysia Desak Nama Perusahaan Pelaku Karhutla Dibuka, DPR Buka Suara

Malaysia Desak Nama Perusahaan Pelaku Karhutla Dibuka, DPR Buka Suara

News | Senin, 07 September 2026 | 20:52 WIB

Terkini

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

×