Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 KM

Bangun Santoso

Selasa, 08 September 2026 | 13:32 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 KM
Penampakan Gunung Anak Krakatau erupsi. (Dok. esdm.go.id)
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami empat kali erupsi pada Selasa, 8 September 2026.
  • PVMBG mencatat letusan terakhir terjadi pukul 11.34 WIB dengan amplitudo maksimum mencapai 55 mm.
  • Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif demi menghindari bahaya letusan.

Pada letusan pembuka ini, visual letusan juga tidak teramati secara jelas oleh petugas di lapangan.

Data seismograf menunjukkan bahwa pada erupsi pertama pukul 05.08 WIB, amplitudo maksimum berada di angka 47 mm dengan durasi gempa letusan selama 15 detik.

Tidak berselang lama, tepatnya pada pukul 05.34 WIB, erupsi kedua kembali terjadi. Pada fase ini, amplitudo terekam sedikit menurun di angka 44 mm dengan durasi yang lebih singkat, yakni 10 detik.

Aktivitas vulkanik tidak berhenti di situ. Erupsi ketiga tercatat terjadi pada pukul 07.49 WIB.

Pada letusan ketiga ini, kekuatan tekanan vulkanik kembali meningkat dengan amplitudo maksimum mencapai 48 mm dan durasi yang lebih lama dibandingkan dua letusan sebelumnya, yaitu 19 detik.

Sama seperti kejadian lainnya, kondisi visual pada letusan ketiga ini juga tidak dapat teramati secara maksimal.

Rekomendasi Keamanan dan Radius Bahaya

Merespons rentetan erupsi yang terjadi hari ini, PVMBG memberikan rekomendasi ketat bagi masyarakat, wisatawan, maupun nelayan yang beroperasi di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Mengingat karakter letusan Anak Krakatau yang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului tanda-tanda yang jelas secara visual, zona aman menjadi hal yang mutlak dipatuhi.

baca juga

Masyarakat diminta tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif. Radius ini ditetapkan untuk menghindari potensi bahaya lontaran material pijar, hujan abu lebat, maupun gas beracun yang dapat keluar saat terjadi erupsi.

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada level yang memerlukan pengawasan ketat, dan koordinasi antara PVMBG, BNPB, serta pemerintah daerah terus diperkuat untuk mengantisipasi skenario terburuk.

Pihak berwenang juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing oleh isu-isu atau berita bohong (hoaks) yang sering beredar di media sosial pasca-kejadian erupsi.

Informasi resmi mengenai aktivitas gunung api di Indonesia hanya bersumber dari PVMBG melalui aplikasi Magma Indonesia atau situs resmi kementerian terkait.

Kesadaran akan mitigasi bencana secara mandiri, seperti menyiapkan masker untuk antisipasi abu vulkanik, sangat disarankan bagi warga yang berada di wilayah terdampak arah angin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Sisa Abu Krakatau di Jakarta! Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

Waspada Sisa Abu Krakatau di Jakarta! Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:25 WIB

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:14 WIB

Bisnis Maskapai Lumpuh, Erupsi Anak Krakatau Bikin Rugi Rp19 Miliar

Bisnis Maskapai Lumpuh, Erupsi Anak Krakatau Bikin Rugi Rp19 Miliar

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 12:24 WIB

Cerita Komika Malaysia Terjebak di Jakarta karena Erupsi Anak Krakatau, Terpaksa ke KL dari Yogya

Cerita Komika Malaysia Terjebak di Jakarta karena Erupsi Anak Krakatau, Terpaksa ke KL dari Yogya

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:41 WIB

Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau

Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:12 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:06 WIB

Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri

Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 12:40 WIB

Terkini

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

×