Houthi Rebut Pelabuhan Strategis Mocha Hingga Kuasai Jalur Selat Bab el-Mandeb

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 11 September 2026 | 13:02 WIB
Houthi Rebut Pelabuhan Strategis Mocha Hingga Kuasai Jalur Selat Bab el-Mandeb
Pemberontak Houthi berhasil menguasai Pelabuhan Mocha dan mengancam ekspor minyak Arab Saudi. (CNA)
baca 10 detik
  • Houthi menguasai kota pelabuhan Mocha dan memperkuat posisi strategis di Selat Bab el-Mandeb.

  • Lonjakan harga minyak mentah Brent menembus 105 dolar AS akibat gangguan jalur pelayaran.

  • Donald Trump memperkirakan perang Teluk berakhir usai pelaksanaan pemilu sela di Amerika Serikat.

Suara.com - Kelompok Houthi berhasil merebut kota pelabuhan Mocha di Yaman serta memperluas pendudukan ke pulau-pulau strategis di Laut Merah, Jumat hari ini. Pergerakan militer ini langsung memperkuat cengkeraman faksi penyokong Iran tersebut atas Selat Bab el-Mandeb yang menjadi urat nadi pelayaran internasional.

Langkah ofensif ini terjadi hanya beberapa jam setelah eskalasi konflik memicu kekhawatiran global atas keselamatan jalur pasokan energi dunia. Penguasaan wilayah pesisir baru ini semakin memperbesar ancaman langsung terhadap lalu lintas kapal tanker minyak Arab Saudi.

Imbas eskalasi militer di wilayah pesisir Yaman tersebut, harga minyak mentah jenis Brent meroket hingga 4 persen melampaui 105 dolar AS per barel. Dampak lanjutan juga memicu lonjakan harga BBM nonsubsid jenis diesel di Amerika Serikat hingga menembus angka 6 dolar AS per galon untuk pertama kalinya.

Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah, jalur perdagangan strategis dunia yang kini tidak aman gara-gara ancaman milisi Houthi asal Yaman. [Suara.com/Google Maps]
Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah, jalur perdagangan strategis dunia yang kini tidak aman gara-gara ancaman milisi Houthi asal Yaman. [Suara.com/Google Maps]

Eskalasi pertempuran darat dan laut ini memicu respons diplomatik darurat di tingkat regional untuk meredam potensi krisis yang lebih luas. Dikutip dari CNA, Pemerintah Arab Saudi mengirimkan peringatan keras kepada Iran melalui perantara diplomatik Pakistan agar segera menghentikan aksi militer Houthi.

Namun, pihak Teheran menolak bertanggung jawab atas manuver armada bersenjata Yaman tersebut di kawasan Laut Merah.

Ketegangan di wilayah barat daya Arab Saudi ikut meningkat tajam menyusul rentetan serangan balasan dari kelompok Houthi. Otoritas pertahanan sipil di Kota Khamis Mushait bahkan terpaksa mengeluarkan peringatan bahaya darurat sebanyak empat kali dalam kurun waktu 24 jam.

Di sisi lain, tekanan krisis energi global dan kenaikan harga bahan bakar turut memukul tingkat kepopuleran Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga menyentuh rekor terendah. Kondisi ekonomi yang memburuk akibat konflik Teluk menjadi isu sensitif menjelang pemilu sela Kongres AS.

Donald Trump menuduh Teheran sengaja memanfaatkan konflik pelayaran dan lonjakan harga energi untuk memengaruhi konstelasi politik dalam negeri AS. Trump menyampaikan optimisme bahwa perang akan segera berakhir begitu proses pemungutan suara selesai.

Pernyataan tersebut menambah panjang daftar tenggat waktu penghentian perang yang sebelumnya pernah diutarakan oleh pihak Gedung Putih. Meski Washington sempat mengklaim berhasil mengawal kapal-kapal tanker melewati Selat Hormuz, data lalu lintas maritim terbaru justru menunjukkan penurunan drastis jumlah pelayaran.

baca juga

Konflik terbuka di kawasan ini meluas secara signifikan sejak kelompok Houthi melancarkan serangan awal ke wilayah Israel pada Maret lalu. Faksi bersenjata Yaman tersebut kemudian secara resmi mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi pada Juli dan terus meningkatkan intensitas Serangan serangga sepanjang bulan ini.

Di saat yang sama, Kementerian Keuangan Amerika Serikat meluncurkan "Operation Economic Outcast" dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap jaringan perusahaan penyokong dana perang Iran. Gelombang konfrontasi antara AS dan Iran ini menjadi aksi saling balas terbesarnya terhadap jalur pelayaran Teluk sejak pertempuran pecah pada akhir Februari.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Angkatan Laut Garda Revolusi Iran telah menghantam kapal nirawak milik Amerika Serikat di mulut Selat Hormuz. Pertempuran di jalur maritim utama ini diprediksi akan terus membahayakan stabilitas pasokan energi global selama belum ada kesepakatan gencatan senjata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:07 WIB

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:29 WIB

Harga Minyak Memanas: Houthi Serang Arab Saudi, AS Serang Tanker Iran

Harga Minyak Memanas: Houthi Serang Arab Saudi, AS Serang Tanker Iran

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:42 WIB

Terkini

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:39 WIB

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:37 WIB

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:32 WIB

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

8 Cara Memilih Moisturizer Pertama untuk Remaja Pemula agar Tidak Salah Pilih

8 Cara Memilih Moisturizer Pertama untuk Remaja Pemula agar Tidak Salah Pilih

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:27 WIB

Pencarian Masih Berlangsung, Bantuan Mengalir untuk Lima Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Pencarian Masih Berlangsung, Bantuan Mengalir untuk Lima Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:24 WIB

Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia

Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 10:23 WIB

Ruang Fiskal Makin Sempit, Suahasil Dihadapkan pada Ujian Ekonomi yang Berat

Ruang Fiskal Makin Sempit, Suahasil Dihadapkan pada Ujian Ekonomi yang Berat

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:22 WIB

×