Olah TKP Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polisi Temukan Selongsong 5,56 Mm dan 9 Mm

Bangun Santoso

Jum'at, 11 September 2026 | 18:31 WIB
Olah TKP Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polisi Temukan Selongsong 5,56 Mm dan 9 Mm
Jenazah korban penembakan oleh KKB Papua, Willi Mbuik tiba di kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur. (Antara)
baca 10 detik
  • Tim Satgas Operasi Damai Cartenz menemukan selongsong peluru dua kaliber dalam olah TKP penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama pada Kamis, 10/2026.
  • Peristiwa penembakan maut tersebut terjadi saat rombongan Dinas Pertanian dalam perjalanan pulang dari Kampung Kimbim menuju Wamena pada hari Rabu, 9/9, setelah mendistribusikan bantuan pangan ternak babi.
  • Hasil penyelidikan sementara menduga penyerang terafiliasi dengan KKB Kodap III Ndugama, sementara Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak pengusutan tuntas hingga membongkar jejaring penyokongnya.

Suara.com - Tim Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menemukan bukti baru saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Aparat mengamankan selongsong peluru dari dua kaliber berbeda di lokasi penembakan, yakni kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyatakan bahwa keterangan saksi mata menyebut para pelaku membawa dua pucuk senjata api laras panjang ketika melepaskan tembakan.

Keberadaan selongsong peluru 5,56 milimeter di TKP memperkuat indikasi penggunaan senjata laras panjang tersebut.

"Penyidik, Kamis ini, sudah melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah barang bukti," kata Yusuf di Jayapura, Kamis (10/2026) malam.

Selain proyektil senjata laras panjang, temuan selongsong peluru kaliber 9 milimeter turut mengindikasikan adanya senjata api laras pendek yang digunakan dalam aksi teror tersebut.

Kendati demikian, keterangan dari saksi yang diperiksa belum mengungkap keberadaan pelaku yang menenteng senjata laras pendek saat pengadangan berlangsung.

Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi seluruh pelaku yang bertanggung jawab atas tewasnya tiga abdi negara dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tersebut.

Peristiwa penembakan maut tersebut terjadi ketika rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan kembali menuju Wamena, Rabu (9/9).

baca juga

Rombongan baru saja mendistribusikan bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Saat melintas di Distrik Muliama atau sekitar 20 kilometer dari Wamena, kendaraan rombongan diadang kelompok bersenjata.

Tiga orang ASN gugur dalam insiden itu, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.

Jenazah Willi Mbuik telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan dijadwalkan tiba pada Jumat (11/9) melalui Jakarta.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani mengungkapkan hasil penyelidikan sementara menduga para penyerang terafiliasi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama.

Aparat terus mendalami struktur dan identitas anggota kelompok yang terlibat langsung di lapangan.

DPR Desak Usut Tuntas

Penyerangan terhadap aparatur sipil negara yang bertugas melayani masyarakat pedalaman tersebut memicu sorotan tajam dari parlemen.

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas aksi kekerasan bersenjata ini hingga ke akar-akarnya.

Sukamta menekankan bahwa penyelidikan tidak boleh hanya menyasar pelaku penembakan di lapangan, melainkan harus membongkar jejaring penyokongnya.

"Jangan berhenti pada siapa yang menarik pelatuk. Ungkap siapa yang merencanakan, memasok senjata, dan memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan ini," kata Sukamta dalam keterangannya sebagaimana dilansir Antara, Jumat (11/9/2026).

Sukamta menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya ketiga ASN yang menjalankan amanah negara tersebut, sembari menegaskan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan nyata bagi setiap warga negara.

Meningkatnya intensitas serangan kelompok kriminal bersenjata terhadap masyarakat sipil dinilai sebagai strategi teror untuk mempertahankan pengaruh kekuasaan kelompok di Papua.

"Ketika masyarakat sipil semakin sering dijadikan sasaran, ini menunjukkan bahwa teror dan rasa takut menjadi salah satu cara yang digunakan KKB untuk menunjukkan eksistensinya. Negara tidak boleh membiarkan strategi teror seperti ini berhasil," ucap Sukamta.

Guna mencegah peristiwa serupa terulang, Sukamta mendorong pemerintah memperkuat deteksi dini, penguatan fungsi intelijen, pengamanan teritorial, hingga mekanisme perlindungan bagi petugas di sektor pelayanan publik mendasar seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

"Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak. Ini saat yang bagus bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat bersama-sama untuk peningkatan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua tanpa kecuali," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

59 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi, Komnas HAM Minta Dudung Lapor ke Prabowo soal Papua

59 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi, Komnas HAM Minta Dudung Lapor ke Prabowo soal Papua

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:32 WIB

Detik-Detik 3 ASN Ditembak, Rombongan Lebih Dulu Dicegat Pria Bawa Parang

Detik-Detik 3 ASN Ditembak, Rombongan Lebih Dulu Dicegat Pria Bawa Parang

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:27 WIB

Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB

Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB

Foto | Jum'at, 11 September 2026 | 15:00 WIB

59 Nyawa Melayang Dalam 6 Bulan! Komnas HAM Minta Prabowo Atasi Krisis Kekerasan di Papua

59 Nyawa Melayang Dalam 6 Bulan! Komnas HAM Minta Prabowo Atasi Krisis Kekerasan di Papua

News | Jum'at, 11 September 2026 | 14:32 WIB

Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG

Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:14 WIB

Novel Tanah Tabu: Kisah Perempuan Papua Berjuang Melawan Keadaan

Novel Tanah Tabu: Kisah Perempuan Papua Berjuang Melawan Keadaan

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 17:30 WIB

Tiga ASN Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Polisi Buru Pelaku

Tiga ASN Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

×