59 Nyawa Melayang Dalam 6 Bulan! Komnas HAM Minta Prabowo Atasi Krisis Kekerasan di Papua

Muhamad Yasir, Novian Ardiansyah

Jum'at, 11 September 2026 | 14:32 WIB
59 Nyawa Melayang Dalam 6 Bulan! Komnas HAM Minta Prabowo Atasi Krisis Kekerasan di Papua
Perwakilan Komnas HAM Atnike Nova Sigiro dan Amiruddin Al Rahab bertemu KSP Dudung Abdurachman di Gedung Bina Graha Kantor Staf Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
baca 10 detik
  • Komnas HAM meminta Presiden Prabowo mengambil kebijakan khusus untuk mengatasi krisis akibat meningkatnya konflik bersenjata di Papua.
  • Komnas HAM melaporkan ke KSP terkait 42 peristiwa kekerasan yang menewaskan 59 orang selama semester I 2026 Papua.
  • KSP berencana mengadakan rapat koordinasi lintas sektor untuk menanggulangi kekerasan serta menangani ribuan pengungsi di Papua.

Suara.com - Komnas HAM meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil kebijakan khusus untuk merespons situasi Papua yang dinilai semakin krisis akibat meningkatnya kekerasan dan konflik bersenjata.

Permintaan itu disampaikan anggota Komnas HAM Atnike Nova Sigiro dan Amiruddin Al Rahab saat bertemu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Gedung Bina Graha Kantor Staf Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Komnas HAM menyampaikan perkembangan situasi Papua, terutama meningkatnya intensitas kekerasan dan konflik bersenjata yang telah menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil serta memicu pengungsian internal.

Berdasarkan catatan Tim Papua Komnas HAM, sepanjang semester I 2026 telah terjadi 42 peristiwa kekerasan dan konflik bersenjata. Peristiwa tersebut menyebabkan 59 orang meninggal dunia dan 50 orang lainnya luka-luka.

Angka itu menjadi perhatian karena sepanjang 2025 tercatat 97 peristiwa kekerasan dan konflik bersenjata yang mengakibatkan 119 orang meninggal dunia dan 43 orang luka-luka.

“Dampak dari peristiwa kekerasan dan konflik bersenjata ini juga menimbulkan ribuan pengungsi yang tersebar di sejumlah wilayah di Papua antara lain Jayapura, Nabire, Mimika, Wamena, Sorong, dan Teluk Bintuni,” tulis keterangan Komnas HAM.

Minta Kebijakan Khusus dari Prabowo

Dalam pertemuan tersebut, Komnas HAM meminta Dudung mengkomunikasikan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo.

Komnas HAM berharap pemerintah mengambil kebijakan yang mampu menekan kekerasan dan konflik bersenjata sekaligus memastikan hak-hak dasar para pengungsi terpenuhi.

baca juga

Hak yang dimaksud antara lain tempat tinggal yang layak, kesehatan, pendidikan bagi anak-anak, serta kebutuhan dasar lainnya.

Untuk menangani persoalan tersebut secara lintas sektor, Komnas HAM juga mengusulkan KSP melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, seperti TNI, Polri, Kemendikdasmen, Kemensos, Kemenkes, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Merespons permintaan tersebut, Dudung menyatakan akan menggelar rapat koordinasi di KSP. Rapat itu akan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah provinsi, serta pemerintah daerah di sejumlah kabupaten.

Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk koordinasi pemerintah untuk merespons meningkatnya kekerasan sekaligus menangani persoalan ribuan warga yang terpaksa mengungsi akibat konflik di Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua

Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:17 WIB

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Walhi Sebut Karhutla di Papua Makin Masif, Banyak Titik Api Berada di Konsesi Food Estate

Walhi Sebut Karhutla di Papua Makin Masif, Banyak Titik Api Berada di Konsesi Food Estate

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Terkini

3 Penyebab Area Belakang Kulkas Jadi Tempat Bertelur Kecoa dan Cara Membasminya

3 Penyebab Area Belakang Kulkas Jadi Tempat Bertelur Kecoa dan Cara Membasminya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham-saham Hari Ini

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham-saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:47 WIB

BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob

BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:42 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Jadi Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Jadi Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:42 WIB

7 Pilihan HP Murah Mirip iPhone, Harga di Bawah Rp3 Juta

7 Pilihan HP Murah Mirip iPhone, Harga di Bawah Rp3 Juta

Tekno | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar

Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar

Jogja | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:33 WIB

Tolak Hapus Video, Wartawan TV One Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Tolak Hapus Video, Wartawan TV One Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Program MBG, Apa Saja Masalahnya?

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Program MBG, Apa Saja Masalahnya?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran

Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:24 WIB

×