Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Galih Prasetyo

Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB
Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk
Pengendara melintas di jalan lingkar selatan Palembang-Banyuasin yang tertutup kabut asap di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]
baca 10 detik
  • Empat wilayah di Singapura mencatat kualitas udara tidak sehat akibat indeks standar polutan yang meningkat.
  • Perubahan arah angin membawa asap kebakaran dari Kalimantan dan Sumatra selatan menuju wilayah Singapura.
  • Badan Lingkungan Nasional Singapura memperkirakan cuaca kering berpotensi memperpanjang paparan kabut asap dalam beberapa hari ke depan.

Suara.com - Kualitas udara di Singapura memburuk. Empat dari lima wilayah di negara tersebut mencatat indeks standar polutan (PSI) dalam kategori tidak sehat.

Wilayah Tengah mencatat angka tertinggi dengan PSI 136 pada pukul 22.00 waktu setempat.

Sementara itu, wilayah Selatan menjadi kawasan terakhir yang masuk kategori tidak sehat setelah PSI mencapai 104 pada malam hari.

Berdasarkan laporan Channel NewsAsia (CNA), wilayah Tengah lebih dulu melewati ambang batas tidak sehat pada siang hari.

PSI di kawasan tersebut mencapai 102 pada pukul 12.00 setelah sebelumnya berada dalam kategori sedang selama empat hari.

Angka tersebut kemudian terus meningkat hingga mencapai 136 pada pukul 22.00.

Wilayah Timur dan Barat menyusul pada pukul 16.00. Keduanya sama-sama mencatat PSI 101 sebelum meningkat masing-masing menjadi 119 dan 114 pada malam hari.

Sementara itu, wilayah Utara masih berada dalam kategori sedang. PSI di kawasan tersebut tercatat 94 pada pukul 22.00.

Kualitas udara wilayah pusat Singapura memburuk hingga masuk kategori tidak sehat pada Jumat pagi. (CNA)
Kualitas udara wilayah pusat Singapura memburuk hingga masuk kategori tidak sehat pada Jumat pagi. (CNA)

Asap Kebakaran dari Indonesia Bergerak ke Singapura

baca juga

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyebut perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang membawa asap kebakaran dari Indonesia menuju Singapura.

Angin yang bergerak ke arah timur hingga timur-tenggara membawa kepulan asap dengan intensitas sedang hingga pekat dari sejumlah kebakaran di Kalimantan.

Kabut asap dari wilayah Sumatra bagian selatan juga terpantau bergerak menuju Singapura.

Sejumlah titik panas terdeteksi di Sumatra bagian selatan dan beberapa wilayah Kalimantan.

Titik panas dalam jumlah lebih sedikit juga ditemukan di Semenanjung Malaysia dan Pulau Jawa.

Dampak kabut asap juga dirasakan di sejumlah wilayah Sarawak, Semenanjung Malaysia hingga Vietnam bagian selatan.

Beberapa stasiun pemantauan di kawasan tersebut mencatat kualitas udara dari kategori sedang hingga tidak sehat.

Cuaca Kering Berpotensi Perpanjang Kabut Asap

NEA memperkirakan kondisi kering masih akan berlangsung di Singapura dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.

Arah angin diprediksi tetap bergerak dari tenggara hingga timur-tenggara.

Kondisi tersebut berpotensi membuat Singapura terus terpapar asap dari kebakaran di kawasan sekitarnya.

NEA memperkirakan PSI 24 jam dalam 24 jam berikutnya berada pada kisaran sedang tinggi hingga tingkat tidak sehat menengah.

NEA telah mengeluarkan imbauan kabut asap setiap hari sejak 4 September 2026.

Saat itu, PSI di wilayah Tengah untuk pertama kalinya sejak 2023 masuk kategori tidak sehat.

Dalam klasifikasi PSI Singapura, angka 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat.

Sementara PSI 201–300 dikategorikan sangat tidak sehat dan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:30 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:17 WIB

Perhutanan Sosial Dinilai Minim Evaluasi, Aktivis Soroti Pemberian Izin

Perhutanan Sosial Dinilai Minim Evaluasi, Aktivis Soroti Pemberian Izin

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:17 WIB

Terkini

Beban Pajak Mencekik, Daya Beli Sekarat: Di Mana Batas Lelah Kelas Menengah?

Beban Pajak Mencekik, Daya Beli Sekarat: Di Mana Batas Lelah Kelas Menengah?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:50 WIB

Bukan Sekadar Rasa Gurih, Ghea Indrawari Punya Alasan Khusus Suka Mi Ayam

Bukan Sekadar Rasa Gurih, Ghea Indrawari Punya Alasan Khusus Suka Mi Ayam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 17:49 WIB

Suket Gibran Batal di MA, Waketum Golkar Buka Suara: Tak Boleh Dibiarkan

Suket Gibran Batal di MA, Waketum Golkar Buka Suara: Tak Boleh Dibiarkan

News | Senin, 02 November 2026 | 17:48 WIB

Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut

Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 17:47 WIB

Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang

Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 17:46 WIB

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

News | Senin, 02 November 2026 | 17:43 WIB

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

News | Senin, 02 November 2026 | 17:41 WIB

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

×