- Empat wilayah di Singapura mencatat kualitas udara tidak sehat akibat indeks standar polutan yang meningkat.
- Perubahan arah angin membawa asap kebakaran dari Kalimantan dan Sumatra selatan menuju wilayah Singapura.
- Badan Lingkungan Nasional Singapura memperkirakan cuaca kering berpotensi memperpanjang paparan kabut asap dalam beberapa hari ke depan.
Suara.com - Kualitas udara di Singapura memburuk. Empat dari lima wilayah di negara tersebut mencatat indeks standar polutan (PSI) dalam kategori tidak sehat.
Wilayah Tengah mencatat angka tertinggi dengan PSI 136 pada pukul 22.00 waktu setempat.
Sementara itu, wilayah Selatan menjadi kawasan terakhir yang masuk kategori tidak sehat setelah PSI mencapai 104 pada malam hari.
Berdasarkan laporan Channel NewsAsia (CNA), wilayah Tengah lebih dulu melewati ambang batas tidak sehat pada siang hari.
PSI di kawasan tersebut mencapai 102 pada pukul 12.00 setelah sebelumnya berada dalam kategori sedang selama empat hari.
Angka tersebut kemudian terus meningkat hingga mencapai 136 pada pukul 22.00.
Wilayah Timur dan Barat menyusul pada pukul 16.00. Keduanya sama-sama mencatat PSI 101 sebelum meningkat masing-masing menjadi 119 dan 114 pada malam hari.
Sementara itu, wilayah Utara masih berada dalam kategori sedang. PSI di kawasan tersebut tercatat 94 pada pukul 22.00.

Asap Kebakaran dari Indonesia Bergerak ke Singapura
Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyebut perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang membawa asap kebakaran dari Indonesia menuju Singapura.
Angin yang bergerak ke arah timur hingga timur-tenggara membawa kepulan asap dengan intensitas sedang hingga pekat dari sejumlah kebakaran di Kalimantan.
Kabut asap dari wilayah Sumatra bagian selatan juga terpantau bergerak menuju Singapura.
Sejumlah titik panas terdeteksi di Sumatra bagian selatan dan beberapa wilayah Kalimantan.
Titik panas dalam jumlah lebih sedikit juga ditemukan di Semenanjung Malaysia dan Pulau Jawa.
Dampak kabut asap juga dirasakan di sejumlah wilayah Sarawak, Semenanjung Malaysia hingga Vietnam bagian selatan.
Beberapa stasiun pemantauan di kawasan tersebut mencatat kualitas udara dari kategori sedang hingga tidak sehat.
Cuaca Kering Berpotensi Perpanjang Kabut Asap
NEA memperkirakan kondisi kering masih akan berlangsung di Singapura dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.
Arah angin diprediksi tetap bergerak dari tenggara hingga timur-tenggara.
Kondisi tersebut berpotensi membuat Singapura terus terpapar asap dari kebakaran di kawasan sekitarnya.
NEA memperkirakan PSI 24 jam dalam 24 jam berikutnya berada pada kisaran sedang tinggi hingga tingkat tidak sehat menengah.
NEA telah mengeluarkan imbauan kabut asap setiap hari sejak 4 September 2026.
Saat itu, PSI di wilayah Tengah untuk pertama kalinya sejak 2023 masuk kategori tidak sehat.
Dalam klasifikasi PSI Singapura, angka 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat.
Sementara PSI 201–300 dikategorikan sangat tidak sehat dan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.