- Divisi Pemberantasan Kejahatan Thailand memeriksa aset dan dokumen di kuti Wat Phutthai Sawan terkait kasus penggelapan dana.
- Polisi berpotensi membuka kembali rekening senilai Rp71 miliar milik kuil karena tidak ditemukan kaitan dengan perkara.
- Aparat kepolisian masih melanjutkan penyelidikan dan menelusuri pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Suara.com - Polisi Thailand terus melakukan pemeriksaan terhadap aset dan dokumen di sebuah kuti yang pernah ditempati mantan kepala Wat Phutthai Sawan terkait kasus penggelapan dana umat dan video mesum dengan seorang wanita.
Kuti merupakan bangunan kecil atau pondok tempat tinggal para biksu dan biksuni di lingkungan wihara
Seperti dikutip dari laporan Matichon.co.th, petugas dari Divisi Pemberantasan Kejahatan Thailand terlihat keluar-masuk area kuti yang berada di samping bangunan utama kuil.
Kawasan tersebut masih ditutup untuk masyarakat dan hanya dapat diakses petugas terkait.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendata berbagai aset, dokumen, serta barang yang berada di dalam kuti.
![Seorang biksu senior Thailand ditangkap polisi atas dugaan penggelapan dana kuil senilai sekitar US$2,8 juta atau lebih dari Rp46 miliar. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/11/65585-biksu-thailand.jpg)
Polisi juga membawa sejumlah peralatan, termasuk mesin penghitung uang, untuk membantu proses pemeriksaan.
Petugas disebut masih menginventarisasi seluruh barang dan dokumen sebelum area tersebut nantinya diserahkan kembali kepada pihak pengelola kuil.
Proses pemeriksaan turut melibatkan perwakilan kalangan biksu dan pejabat keagamaan setempat.
Rekening Kuil Rp71 Miliar Berpotensi Dibuka
Selain pemeriksaan aset, polisi juga dilaporkan tengah menyiapkan proses pencabutan pemblokiran rekening milik Wat Phutthai Sawan.
Rekening tersebut dilaporkan memiliki dana sekitar 71 juta baht atau sekitar Rp71 miliar.
Setelah menelusuri aliran dana serta transaksi keluar-masuk rekening, penyidik sejauh ini tidak menemukan keterkaitan dengan perkara yang sedang mereka selidiki.
Karena itu, rekening milik kuil tersebut berpotensi segera dibuka kembali setelah seluruh prosedur administratif dan hukum diselesaikan.
Pemeriksaan terhadap rekening dilakukan untuk memastikan tidak ada hubungan antara dana kuil dengan dugaan perkara yang tengah ditangani aparat.
Polisi masih melanjutkan proses verifikasi sebelum mengambil langkah berikutnya.
Polisi Masih Telusuri Pihak Lain
Meski rekening kuil disebut tidak menunjukkan keterkaitan dengan perkara, penyelidikan secara keseluruhan belum selesai.
Petugas masih mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah informasi yang diperoleh selama proses penyelidikan.
Bahkan, polisi dilaporkan menemukan data mengenai beberapa orang lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
Namun, keterlibatan mereka masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi, dokumen, dan bukti lainnya.
Polisi belum memberikan kesimpulan akhir dan proses hukum masih berjalan.
Sementara itu, aktivitas di Wat Phutthai Sawan tetap berlangsung seperti biasa.
Warga dan wisatawan masih berdatangan untuk mengunjungi kompleks situs bersejarah serta berdoa di hadapan Luang Pho Dam yang berada di dalam vihara.
Tiga personel polisi dari Kantor Polisi Phra Nakhon Si Ayutthaya juga disiagakan untuk menjaga keamanan di area kuil.
Pihak Kuil Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi
Phra Phiphatthasanakit Wihan, kepala Wat Tha Karong sekaligus wakil kepala Sangha Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya dan pelaksana tugas kepala Wat Phutthai Sawan, mengatakan pihaknya ikut mendampingi polisi dalam pemeriksaan aset milik kuil.
Menurut dia, pemeriksaan terhadap barang dan aset dilakukan bersama antara pihak keagamaan dan aparat penegak hukum.
Namun, penyelidikan serta pemeriksaan bukti perkara sepenuhnya menjadi kewenangan polisi.
“Pemeriksaan masih belum selesai,” kata Phra Phiphatthasanakit Wihan.