- Kepolisian Indonesia menyelidiki rumah sakit di Jakarta pada November lalu atas permintaan penegak hukum Belanda terkait kasus korupsi.
- Penyelidikan tersebut berfokus mencari empat saksi kunci untuk menelusuri dugaan suap alat medis dari produsen kepada dokter spesialis jantung.
- Kasus ini melibatkan penyelidikan lebih luas oleh otoritas Belanda terhadap dugaan aliran dana tersembunyi kepada sejumlah dokter spesialis jantung.
Suara.com - Penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Isala, Zwolle, Belanda, kini merambah Indonesia.
Menurut laporan media Belanda, Kepolisian Indonesia diketahui melakukan penyelidikan di sebuah rumah sakit jantung di Jakarta atas permintaan penegak hukum Belanda.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Kejaksaan Belanda (OM), FIOD atau otoritas penyidik kejahatan keuangan Belanda, serta Rumah Sakit Isala kepada Nieuwsuur dan Investico.
Penyelidikan di Indonesia dilakukan pada November tahun lalu di Rumah Sakit Jakarta, beserta perusahaan yang terhubung dengan fasilitas kesehatan tersebut.
Polisi Cari Empat Saksi
Dalam penyelidikan tersebut, polisi Indonesia disebut mencari empat orang yang pernah bekerja di salah satu rumah sakit Jakarta.
Mereka terdiri atas mantan kepala bagian akuntansi, seorang pegawai yang diberhentikan karena dugaan penipuan atau penggelapan dokumen, serta dua orang lain yang dinilai mungkin memiliki informasi relevan.
Belum diketahui apakah keempat orang tersebut telah ditemukan dan diperiksa.
Kepolisian Indonesia belum memberikan tanggapan meski telah berulang kali dimintai keterangan terkait penyelidikan tersebut.

Penegak hukum Belanda juga menolak memberikan informasi lebih lanjut karena kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.
Berawal dari Dugaan Suap Alat Medis
Kasus ini berkaitan dengan dugaan pembayaran kepada seorang ahli jantung keturunan Belanda-Indonesia dan empat dokter lainnya di Zwolle.
Sejak 2022, mereka dicurigai menerima pembayaran dari produsen alat kesehatan.
Pembayaran tersebut diduga mengalir melalui perusahaan mereka di Belanda yang juga menggunakan nama rumah sakit tersebut.
Sebagai imbalannya, para dokter diduga memberikan perlakuan khusus terhadap produk yang dipasarkan perusahaan alat kesehatan tersebut.
Dokter Belanda-Indonesia yang mendirikan pusat jantung di Jakarta itu masih bekerja di fasilitas tersebut.
Rumah sakit tersebut didirikan pada 2006 dan kini menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan otoritas Belanda.
Jejak Kerja Sama Zwolle-Jakarta
Penyelidikan juga menyoroti hubungan antara pusat jantung di Zwolle dan Jakarta yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sejumlah laporan sebelumnya menyebut adanya kerja sama erat antara kedua fasilitas kesehatan.
Beberapa publikasi ilmiah juga mencatat hubungan tersebut, sementara sejumlah dokter yang terkait dengan rumah sakit di Zwolle diketahui pernah bekerja di Jakarta.
Media Belanda NRC sebelumnya melaporkan bahwa pasien dari Belanda yang menjalani perawatan di Jakarta bahkan menerima kartu rumah sakit dengan nama salah satu rumah sakit.
Namun, pihak rumah sakit membantah keterlibatan rumah sakitnya dengan klinik jantung di Jakarta.
Dokter yang menjadi pendiri fasilitas tersebut juga tidak menanggapi permintaan wawancara.
Nama Rumah Sakit Berganti
Rumah Sakit Jantung di Jakarta juga telah berganti nama pada akhir tahun lalu.
Pihak rumah sakit di Indonesia menurut laporan media Belanda itu juga belum memberikan tanggapan atas pertanyaan Nieuwsuur dan Investico mengenai penyelidikan tersebut.
Kasus ini menjadi bagian dari penyelidikan yang lebih luas terhadap dugaan hubungan antara dokter spesialis jantung dan industri alat kesehatan di Belanda.
Pekan lalu, FIOD mengumumkan penyelidikan terhadap enam dokter spesialis jantung lainnya yang bekerja di Nijmegen dan Amsterdam.
Mereka juga diduga menerima pembayaran jutaan euro dan memberikan perlakuan khusus terhadap produk perusahaan medis sebagai imbalannya.
Sejumlah dokter dalam kasus tersebut bahkan telah dinonaktifkan sementara dari pekerjaannya.
Sorotan pada Aliran Dana
Investigasi mengenai pembayaran tersembunyi dari industri alat kesehatan kepada dokter sebenarnya telah menjadi perhatian otoritas Belanda selama beberapa tahun.
Pada 2022, Nieuwsuur bersama NOS mengungkap adanya pembayaran yang diterima sejumlah dokter spesialis jantung dari perusahaan industri medis.
Investigasi tersebut menemukan bahwa tidak semua pembayaran diketahui atau mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari manajemen rumah sakit.
Kini, penyelidikan dugaan korupsi tersebut meluas hingga Indonesia.
Pemeriksaan di Jakarta menunjukkan bahwa aparat Belanda sedang menelusuri kemungkinan adanya hubungan lintas negara dalam aliran dana dan aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan kasus tersebut.