Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB
Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat
Sejumla tentara Israel selama operasi militer di Qabatiya, dekat Jenin, di Tepi Barat (Dok. Reuters)
baca 10 detik
  • Israel menggunakan sistem AI ImiSight untuk mempercepat pembongkaran rumah warga Palestina di Tepi Barat.

  • Penggunaan satelit berteknologi AI menghilangkan peran analisis manusia dalam memindai target penggusuran lahan.

  • Penerapan teknologi otomatisasi ini mempermudah pencaplokan wilayah sekaligus menguntungkan industri pertahanan Israel.

Suara.com - Lembaga Otoritas Pertanahan Israel mengerahkan perangkat kecerdasan buatan bernama AI ImiSight untuk mengotomatiskan pencarian sasaran penggusuran rumah milik warga Palestina di Tepi Barat. Penggunaan kecerdasan buatan buatan pabrikan senjata Rafael ini menggeser peran analisis manusia demi mempercepat proses eksekusi lapangan.

Langkah pengintegrasian kecerdasan buatan ke dalam sistem pendataan wilayah pertanahan merupakan taktik anyar dalam memperluas pencaplokan wilayah pendudukan. Peralatan teknologi ini awalnya diuji coba terhadap komunitas Bedouin di Gurun Naqab sebelum akhirnya diterapkan secara penuh di Tepi Barat.

Data organisasi HAM Peace Now dan Kerem Navot mencatat angka pembongkaran bangunan di Area C Tepi Barat serta Yerusalem Timur melonjak hingga 80 persen pada rentang 2023–2025. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 saja, otoritas militer tercatat menghancurkan sedikitnya 1.288 struktur bangunan warga.

Pembongkaran bangunan warga Palestina di Tepi Barat oleh Israel [Foto: ANTARA]
Pembongkaran bangunan warga Palestina di Tepi Barat oleh Israel [Foto: ANTARA]

Amir Daoud dari Komisi Perlawanan Tembok dan Kolonisasi menilai pembentukan unit pertanahan khusus di Tepi Barat sejak April 2025 merupakan langkah eskalasi yang diperhitungkan.

"Kita sedang berbicara tentang pemindahan model pengawasan dan pengusiran yang telah diuji terhadap warga Palestina di Naqab ke wilayah Palestina yang diduduki," kata Daoud kepada Al Jazeera.

"Bahaya politik dimulai dengan pembentukan distrik yang berafiliasi dengan Otoritas Pertanahan Israel untuk beroperasi di dalam Tepi Barat. Ini berarti memasukkan aparatur pemerintah sipil Israel secara langsung ke wilayah pendudukan."

Pemrosesan citra satelit terkini tidak lagi membutuhkan verifikasi manual manusia di stasiun darat karena algoritma pemantau telah dipasang langsung pada satelit orbital. Kecepatan pemrosesan data luar angkasa ini membuat pendeteksian perubahan lanskap dan objek bangunan di darat terjadi dalam hitungan detik.

Pakar media digital dan teknologi Palestina, Khaled Safi, menjelaskan bahwa pemasangan cip komputer canggih di dalam satelit mengubah fungsi wahana antariksa tersebut menjadi terminal pemrosesan langsung.

“Satelit mengambil gambar, menganalisisnya, mengidentifikasi perubahan dan objek penting, lalu mengirimkan hasilnya atau hanya bagian penting saja ke Bumi,” kata Safi kepada Al Jazeera.

baca juga

Di Gurun Naqab, penggunaan ImiSight membantu pemetaan area seluas 10.700 kilometer persegi yang berujung pada pengusiran paksa lebih dari 2.600 warga Bedouin. Efisiensi algoritma ini kini diandalkan sepenuhnya untuk memangkas jeda waktu antara penemuan bangunan dan penerbitan surat pembongkaran.

Daoud menegaskan bahwa algoritma bertindak sebagai pengganda kekuatan yang memindai area luas, menentukan prioritas sasaran, dan mendeteksi perubahan lanskap dengan cepat.

"Pemerintah mengambil keputusan pengusiran secara tegas, dan algoritma menurunkan biaya eksekusinya," ujar Daoud.

Jaringan intelijen berbasis darat yang dikelola kelompok pemukim Yahudi turut memperkuat pasokan data peta digital ke dalam sistem AI ImiSight. Pemerintah Israel menyalurkan dana puluhan juta shekel untuk menyokong patroli pos penjagaan lengkap dengan sarana drone serta kamera pengawas.

Penyerahan wewenang penentuan nasib permukiman warga kepada sistem kecerdasan buatan menciptakan celah pelepasan tanggung jawab hukum atas pelanggaran HAM.

Safi memperingatkan bahaya etis mendasar ketika sistem otomatis dibiarkan menentukan nasib populasi rentan tanpa adanya peninjauan ulang oleh manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

Israel Culik Jurnalis Perempuan Press TV di Dekat Betlehem

Israel Culik Jurnalis Perempuan Press TV di Dekat Betlehem

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:37 WIB

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Terkini

Sering Dianggap Sama, Ini 4 Perbedaan Gunung Krakatau dan Anak Krakatau

Sering Dianggap Sama, Ini 4 Perbedaan Gunung Krakatau dan Anak Krakatau

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

FESTVENT VOL.3 2026 Hadir Kembali, Usung Tema 'Own the Street, Own the Game'

FESTVENT VOL.3 2026 Hadir Kembali, Usung Tema 'Own the Street, Own the Game'

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

Yamaha Garap Motor Plug-in Hybrid Proto PHEV dan Skutik Hybrid Canggih

Yamaha Garap Motor Plug-in Hybrid Proto PHEV dan Skutik Hybrid Canggih

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

Tercatat Desil 1 tapi PKH Tak Cair, Farida: Saya Tidak Bekerja, Anak Saya Empat

Tercatat Desil 1 tapi PKH Tak Cair, Farida: Saya Tidak Bekerja, Anak Saya Empat

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:12 WIB

Gus Ipul Pastikan Tak Ada Aliran Dana Hasil Korupsi ke Muktamar NU

Gus Ipul Pastikan Tak Ada Aliran Dana Hasil Korupsi ke Muktamar NU

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:11 WIB

29 ASN Kemensos di Sulsel Masuk Daftar PPATK Terindikasi Judi Online

29 ASN Kemensos di Sulsel Masuk Daftar PPATK Terindikasi Judi Online

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 15:11 WIB

3 HP Pesaing Redmi Note 17 yang Baru Meluncur, Performa Mantap

3 HP Pesaing Redmi Note 17 yang Baru Meluncur, Performa Mantap

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 15:10 WIB

Tanah ATR/BPN di Bali Dikuasai Swasta, Ada Dugaan Pembiaran hingga Negara Rugi Rp4,8 Triliun!

Tanah ATR/BPN di Bali Dikuasai Swasta, Ada Dugaan Pembiaran hingga Negara Rugi Rp4,8 Triliun!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:09 WIB

Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Pusat Ibadah Dunia, Pemprov Jateng Siapkan Strategi Baru Ini

Borobudur dan Prambanan Resmi Jadi Pusat Ibadah Dunia, Pemprov Jateng Siapkan Strategi Baru Ini

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 15:07 WIB

×