Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Bangun Santoso

Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB
Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?
Peneliti sejarah Ita Fatia Nadia memberikan kesaksian di PTUN Jakarta, Senin (28/9/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Koalisi sipil mengecam pemberian gelar pahlawan bagi Soeharto melalui Keppres 116/TK/2025 di Jakarta.
  • Peneliti Ita Fatia Nadia membeberkan dugaan keterlibatan Soeharto dalam pembantaian massal 1965-1966 di PTUN Jakarta, Senin (28/9/2026).
  • Temuan investigasi menunjukkan perintah pembersihan komunis berasal dari presiden melalui Pangkopkamtib kepada para Pangdam seluruh Indonesia.

Suara.com - Pemberian gelar pahlawan kepada Presiden Kedua Soeharto melalui Keppres 116/TK/2025 mendapat kecaman dari koalisi sipil.

Mereka mempermasalahkan gaya kepemimpina jenderal bintang lima menggunakan tangan besi, menyebabkan rentetan peristiwa berdarah pada awal orde baru.

Peneliti sejarah, Ita Fatia Nadia membeberkan temuannya mengenai dugaan keterlibatan Presiden Kedua Soeharto dalam tragedi pembantaian dan penghilangan paksa para korban yang dianggap terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965-1966.

Temuan itu ia peroleh saat Ita masih tergabung dalam tim investigasi Komnas Perempuan yang bertugas mengusut dugaan kasus pelanggaran HAM era Soeharto pada awal reformasi.

Dia bertugas untuk mengkaji pelanggaran kemanusian terhadap Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) kisaran 1965-1966.

"Tugas saya adalah melakukan penyisiran dokumen-dokumen yang menjadi berbasis dari dilakukannya kekerasan secara sistematis," ungkap Ita saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim di PTUN Jakarta, Senin (28/9/2026).

Saat itu, Ita dan tim menelusuri alur komando untuk menemukan pihak yang dianggap paling bertanggung jawab atas peristiwa berdarah tersebut.

Dalam temuannya, dia menemukan adanya usulan dari Presiden melalui Pangkopkamtib hingga ke jajaran Pangdam di beberapa daerah buat menangkap orang-orang yang dituduh komunis.

Meski tanda tangan Soeharto hanya ditemukan pada satu dokumen pembukaan lahan Pulau Buru sebagai tempat konsentrasi para tahanan politik, dia menduga keterlibatan jenderal bintang lima itu tak hanya sampai di situ.

baca juga

"Itu keputusan-keputusan dari Pangkopkamtib Soemitro, kemudian Pangkopkamtib itu atas usulan dari Presiden. Jadi dari Presiden, ke Pangkopkamtib, kemudian ke Pangdam-Pangdam di seluruh Indonesia," jelas Ita.

"Waktu itu Pangdam Jaya, memerintahkan untuk segera menangkap atau melakukan pengejaran terhadap anggota Gerwani karena dituduh sebagai penyiksa dari para jenderal yang terbunuh di Lubang Buaya," tambahnya.

Padahal, berdasarkan uji lab forensik yang diperoleh Ita, tidak ditemukan adanya luka-luka sayatan pada bagian vital tertentu dari jasad para jenderal seperti yang dinarasikan oleh pemerintah orde baru.

Tak sampai situ, Ita turut menemukan maraknya penangkapan tokoh-tokoh intelektual di Universitas Gadjah Mada yang dituduh dekat dengan PKI. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan orang.

"Dari 312 itu, beberapa profesor yang sangat terkenal, misalnya Profesor Purwocaroko, Profesor Joyodiguno, kemudian Profesor Priyono yang itu adalah Rektor UGM juga sebagai kemudian diangkat sebagai Menteri Pendidikan," jabarnya.

Dia menduga sebuah gedung bernama Jefferson di Jogja menjadi lahan pembantaian para korban tersebut.

Kebanyakan dari mereka tergabung dalam CGMI, Lekra hingga Himpunan Sarjana Indonesia yang diasosiasikan sebagai penganut komunis.

Temuan-temuan itu, menurut Ita, seharusnya dapat menjadi bukti bahwa ada sebuah peristiwa pembantaian massa di luar hukum yang tidak manusiawi pada era pemerintahan Soeharto. Termasuk dugaan keterlibatannya dalam tragedi kemanusiaan tersebut.

Aktivis kemanusiaan ini juga mengutip pernyatan mantan komandan RPKAD Letkol. Sarwo Edhie yang mengakui adanya jutaan orang yang menjadi korban tragedi 65.

"Kami yakin karena kami membaca ini, surat-surat yang dikeluarkan oleh Pangkopkamtib. Dan Pangkopkamtib Soemitro itu menyatakan bahwa ini semua atas perintah dari Presiden untuk membersihkan Republik Indonesia dari seluruh unsur-unsur komunisme. Itu ada," tegas Ita. (Reporter: Alif Bintang)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi

Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi

News | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

News | Senin, 21 September 2026 | 18:46 WIB

Bukit Soeharto Kebakaran, Prabowo: Jangan sampai ke Zona Inti IKN

Bukit Soeharto Kebakaran, Prabowo: Jangan sampai ke Zona Inti IKN

News | Senin, 07 September 2026 | 15:39 WIB

Momen Titiek Bela Prabowo di Depan Petambak Lobster, Jamin Tak Ada Nelayan yang Sengsara

Momen Titiek Bela Prabowo di Depan Petambak Lobster, Jamin Tak Ada Nelayan yang Sengsara

Video | Senin, 07 September 2026 | 13:26 WIB

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Sindir Gaya Soeharto Baru, BEM UI Minta Prabowo Berhenti Pidato dan Dengar Suara Rakyat

Sindir Gaya Soeharto Baru, BEM UI Minta Prabowo Berhenti Pidato dan Dengar Suara Rakyat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Terkini

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:25 WIB

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

News | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

News | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Persiapan ke Luar Negeri Lebih Praktis dengan BRI Money Changer di Lokasi Strategis

Persiapan ke Luar Negeri Lebih Praktis dengan BRI Money Changer di Lokasi Strategis

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 17:19 WIB

Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau

Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:18 WIB

Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas

Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 17:16 WIB

×