- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang tanpa pemberitahuan pada malam hari.
- Unggahan kunjungan tersebut menyebutkan pembangunan 265 Sekolah Rakyat yang telah menjangkau lebih dari 45 ribu anak Indonesia.
- Warganet di platform X melayangkan kritik terkait urgensi kunjungan serta penggunaan sudut pandang pribadi pada akun resmi.
“Ini kan bukan akun pribadi, kok pakai kata ‘saya’?” tulis pengguna X lainnya.
Ada pula warganet yang mempertanyakan mengapa akun Sekretariat Kabinet lebih banyak menampilkan kegiatan Presiden, sementara kegiatan Wakil Presiden dinilai jarang terlihat dalam unggahan mereka.
“Jiirrr, berasa akun pribadi, ganti nama sekalian aja, Ted,” tulis seorang pengguna lainnya.
Kritik juga muncul terkait batas peran Teddy dalam kapasitasnya sebagai Seskab.
Sejumlah warganet mempertanyakan apakah kunjungan langsung ke sekolah dan penyampaian cerita personal melalui akun resmi termasuk bagian dari tanggung jawab jabatannya.
“Izin bertanya dengan nada lembut, apakah ini termasuk dalam tanggung jawab tugas kerja Menseskab?” tulis seorang pengguna X.
Warganet lainnya membandingkan kegiatan tersebut dengan aktivitas yang selama ini kerap diasosiasikan dengan Ibu Negara dalam kegiatan sosial dan pendampingan anak-anak.
“Setahuku biasanya hal kayak gini yang ngerjainnya Ibu Negara,” tulis pengguna tersebut.