- Kebakaran hutan dan lahan di Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, menghanguskan lebih dari 270 hektare kawasan taman nasional pada Oktober 2026.
- Kobaran api sempat mendekati situs lukisan gua purba berusia puluhan ribu tahun hingga berjarak sekitar 800 meter.
- Panas dan asap dari kebakaran tersebut berisiko mempercepat pelapukan serta merusak detail karya seni prasejarah secara permanen.
Perubahan suhu dapat mempercepat kerusakan permukaan batu tempat lukisan dibuat.
Selain panas, asap kebakaran juga dapat meninggalkan jelaga yang menutupi permukaan lukisan.
Kondisi itu berpotensi mengurangi kejelasan gambar sehingga detailnya semakin sulit dikenali.
Basran mendesak agar langkah mitigasi segera dilakukan untuk melindungi peninggalan arkeologi tersebut.
Menurut dia, kerusakan atau hilangnya lukisan itu akan menjadi kehilangan besar bagi pemahaman manusia mengenai sejarah peradaban.
“Bukti penting dalam sejarah manusia yang terdapat di Maros-Pangkep berisiko lenyap sekiranya tiada tindakan segera diambil untuk memelihara warisan purba itu. Kehilangannya pasti menjadi satu kerugian besar,” kata Basran, seperti dikutip dari Sinar Harian.
Lukisan Berusia Puluhan Ribu Tahun
Peneliti dari Universitas Griffith sebelumnya memperkirakan lukisan yang menampilkan figur menyerupai manusia dan seekor babi berusia sedikitnya 51.200 tahun.
Temuan tersebut menjadi salah satu bukti penting mengenai perkembangan seni dan ekspresi simbolis manusia purba.
Sementara itu, lukisan cap tangan berwarna kemerahan yang ditemukan di sebuah gua di Pulau Muna, dekat Sulawesi, diperkirakan berusia setidaknya 67.800 tahun.