Usai Kalimantan, Jepang Kirim Pasukan Padamkan Kebakaran di Mongolia

M Nurhadi

Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:57 WIB
Usai Kalimantan, Jepang Kirim Pasukan Padamkan Kebakaran di Mongolia
Helikopter CH-47 Chinook milik Jepang di Pelabuhan Kijing Mempawah belum bisa mengudara dengan misi membantu Kalbar hadapi karhutla hingga Senin (14/9/2026). [Diskominfo Mempawah]
baca 10 detik
  • Pemerintah Jepang mengerahkan tim pakar JICA untuk memulihkan 530.000 hektare lahan Cagar Alam Numrug di Mongolia.
  • Kebakaran padang rumput tersebut dipicu oleh percikan api kendaraan anak perusahaan KDDI Corp pada 8 Oktober lalu.
  • Kementerian Pertahanan Jepang secara resmi mengakhiri misi bantuan pemadaman karhutla di Kalimantan pada akhir September 2026.

Suara.com - Pemerintah Jepang secara resmi akan menerjunkan tim pakar perlindungan kawasan hutan guna membantu pemulihan wilayah yang terdampak kebakaran padang rumput berskala masif di Mongolia.

Selain memimpin upaya restorasi lingkungan, para ahli dari Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) tersebut ditugaskan untuk mengkaji serta melaporkan besaran dampak kerusakan ekologis secara menyeluruh.

Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menegaskan komitmen Tokyo dalam mendukung pemulihan wilayah konservasi di negara tetangganya tersebut. Skema bantuan yang disiapkan mencakup pengerahan fasilitas teknis hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam hal manajemen pascabencana.

"Kami akan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Mongolia untuk menyediakan paket kerja sama guna memulihkan kawasan yang terdampak," ujar Toshimitsu Motegi dalam konferensi pers di Tokyo.

Insiden kebakaran hebat tersebut diketahui bermula dari aktivitas operasional salah satu anak perusahaan raksasa telekomunikasi asal Jepang, KDDI Corp.

Pihak manajemen KDDI Corp mengonfirmasi bahwa kepulan asap dan percikan api sempat muncul dari bagian bawah armada kendaraan yang sedang mengangkut personel anak usahanya, Mobicom Corp, pada 8 Oktober lalu.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan vital Cagar Alam Numrug, Mongolia bagian timur. Kobaran api dengan cepat merembet dan membakar hamparan vegetasi padang rumput di sekitarnya.

Berdasarkan laporan media lokal setempat, amukan si jago merah telah menghanguskan sedikitnya 530.000 hektare lahan, atau menyapu sekitar 80 persen kawasan konservasi alam yang membentang di dekat perbatasan Mongolia dan Tiongkok.

Sebelum mengalihkan perhatian ke Mongolia, Pemerintah Jepang sebelumnya aktif memberikan dukungan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

baca juga

Kendati demikian, misi bantuan pemadaman di wilayah Kalimantan tersebut telah diakhiri secara resmi pada akhir September 2026. Pengakhiran operasi dilakukan setelah Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa proses penanganan di lapangan dapat dilanjutkan secara mandiri.

Perintah penghentian misi bantuan bencana internasional tersebut diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Pertahanan Jepang pada 29 September 2026. Langkah ini diambil usai Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas keberhasilan operasi helikopter Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) dalam menekan penyebaran titik api di titik-titik krusial.

Menanggapi rumor yang sempat beredar mengenai dugaan penolakan bantuan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penegasan resmi.

BNPB meluruskan bahwa penghentian tersebut sama sekali bukan disebabkan oleh penolakan dari pihak Indonesia, melainkan karena masa penugasan armada bantuan internasional telah selesai. Selain itu, kapabilitas Satuan Tugas (Satgas) darat dan udara nasional dinilai telah memadai untuk melanjutkan sisa pemadaman.

Sepanjang masa penugasannya sejak 16 September 2026, sebanyak tiga unit helikopter CH-47 Chinook milik Pasukan Bela Diri Jepang telah menerbangkan lebih dari 40 kali operasi pemadaman udara (water bombing) dan menjatuhkan sekitar 220 ton air di sejumlah titik karhutla di Kalimantan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Ancam Ekosistem Perairan, Hasil Tangkapan Ikan Turun hingga 78 Persen

Karhutla Ancam Ekosistem Perairan, Hasil Tangkapan Ikan Turun hingga 78 Persen

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang

Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Kerugian Karhutla Bisa Capai Ratusan Triliun, Pakar Ingatkan Dampaknya Berlangsung Puluhan Tahun

Kerugian Karhutla Bisa Capai Ratusan Triliun, Pakar Ingatkan Dampaknya Berlangsung Puluhan Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Singapura Bikin Undang-Undang Asap Kebakaran Hutan Lintas Batas, Mau Sikat Perusahaan Perusak Alam

Singapura Bikin Undang-Undang Asap Kebakaran Hutan Lintas Batas, Mau Sikat Perusahaan Perusak Alam

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Terkini

Usai Kalimantan, Jepang Kirim Pasukan Padamkan Kebakaran di Mongolia

Usai Kalimantan, Jepang Kirim Pasukan Padamkan Kebakaran di Mongolia

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:57 WIB

Tanggapi Usul Luhut, Eks Wakil Ketua KPK: Batas Korupsi dan Risiko Bisnis Perlu Diperjelas

Tanggapi Usul Luhut, Eks Wakil Ketua KPK: Batas Korupsi dan Risiko Bisnis Perlu Diperjelas

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:36 WIB

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:29 WIB

×