Kritik Matinya Hukum Tata Negara, Guru besar UGM: Runtuhkan Kekuasaan Sombong yang Dibeli Oligarki

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45 WIB
Kritik Matinya Hukum Tata Negara, Guru besar UGM: Runtuhkan Kekuasaan Sombong yang Dibeli Oligarki
Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar turun ke jalan dan berorasi, di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (28/10/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar berorasi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Rabu, 28/10/2026.
  • Ia menyatakan sistem ketatanegaraan gagal karena kedaulatan rakyat telah dibajak oleh kepentingan kelompok oligarki pemegang modal.
  • Ia mendesak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan tekad merumuskan perlawanan guna meruntuhkan kekuasaan yang dianggap sombong.

Suara.com - Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, menelanjangi kegagalan sistem ketatanegaraan serta pengabaian kedaulatan rakyat yang telah dibajak penuh oleh kepentingan oligarki.

Hal itu ia sampaikan dalam orasinya saat turun ke jalan dan bergabung dalam gelombang aksi massa di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Zainal membongkar ironi antara materi hukum yang ia ajarkan di ruang kuliah dan realitas kelembagaan negara yang dinilai jauh dari prinsip pengawasan mutual.

"Checks and balances tidak pernah terjadi di Republik ini. Presiden punya logiknya sendiri, parlemen punya logiknya sendiri, Mahkamah Agung sibuk main dengan kasusnya sendiri," kata Uceng sapaan akrabnya, Rabu (28/10/2026).

Ia menegaskan bahwa penyusunan legislasi di Indonesia saat ini telah melenceng jauh dari mandat utama demokrasi.

Menurutnya, regulasi dirancang bukan demi rakyat, melainkan pesanan kelompok elite pemegang modal.

"Saya mengajarkan soal menyusun peraturan perundang-undangan. Tapi peraturan perundang-undangan dibikin sesuai dengan keinginan para oligarki," tegasnya.

Uceng menyinggung pengabaian terhadap Pasal 33 UUD 1945, di mana penguasaan sumber daya alam gagal diabadikan untuk kemakmuran rakyat luas.

Ia turut menelanjangi jurang ketimpangan ekonomi yang ekstrem, membongkar ketimpangan kekuasaan yang membuat akses finansial hanya memihak pada elite pimpinan tertinggi.

baca juga

"Untuk mengejar kekayaan Prabowo, Anda butuh dua abad menabung. Anda butuh dua abad menabung. Anda mau bicara apa soal ketimpangan di Republik ini?" ujarnya.

Uceng menilai ketimpangan struktural ini secara perlahan melumpuhkan demokrasi, mempermudah penguasa berkolusi dengan oligarki hingga mengabaikan penderitaan rakyat seperti bencana asap akibat karhutla di Kalimantan.

Ia menegaskan bahwa romantisisme sejarah Sumpah Pemuda tidak akan ada gunanya jika generasi muda saat ini tidak berani menyuarakan perlawanan atas pembungkaman dan pemecahbelahan bangsa.

"Tidak ada gunanya kita bicara soal berbangsa satu ketika bangsa kita dipecah, lalu kemudian yang memperoleh keuntungan terbesar adalah kaum oligarki," ucapnya.

Dosen Fakultas Hukum UGM itu pun mendesak seluruh elemen lintas kampus, organisasi, dan kelompok masyarakat untuk menyatukan tekad dan merumuskan sumpah perlawanan mereka sendiri di tengah keterpurukan negara.

"Anda bisa datang dari berbagai organisasi, Anda bisa berdatangan dari berbagai kampus, Anda bisa datang dari berbagai kelompok masyarakat tapi tujuan kita adalah runtuhkan kekuasaan yang sombong ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teriakan Mahasiswa Sukses Tembus Bundaran HI: Bukti Rakyat Sudah Muak dan Bersatu

Teriakan Mahasiswa Sukses Tembus Bundaran HI: Bukti Rakyat Sudah Muak dan Bersatu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Guru Besar UGM: Gelombang Demonstrasi Sumpah Pemuda Jadi Tamparan Keras Bobroknya Tata Kelola Negara

Guru Besar UGM: Gelombang Demonstrasi Sumpah Pemuda Jadi Tamparan Keras Bobroknya Tata Kelola Negara

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:45 WIB

BEM UI Gelar Demo di Bundaran HI, KSP Minta Tak Anarkis dan Buka Pintu Dialog

BEM UI Gelar Demo di Bundaran HI, KSP Minta Tak Anarkis dan Buka Pintu Dialog

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi di Dukuh Atas, Massa Teriakkan Revolusi

Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi di Dukuh Atas, Massa Teriakkan Revolusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Terkini

DPR RI Ajak Rawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda

DPR RI Ajak Rawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Sinopsis Eugenia, Drama Misteri Jepang Terbaru Kishii Yukino dan Kiryu Mai

Sinopsis Eugenia, Drama Misteri Jepang Terbaru Kishii Yukino dan Kiryu Mai

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:29 WIB

×