NTB.Suara.com - Publik masih bertanya-tanya apa yang menjadi alasan Aldila Jelita menggugat cerai Indra Bekti. Apalagi, Aldila Jelita menggugat ketika Indra Bekti baru keluar dari rumah sakit. Muncul isu LGBT menyeruak di tengah gugatan cerai ini.
Apalagi, saat ini ramai lagi chat antara Indra Bekti dan Gigih Arsanofa pada 2015 yang menunjukkan orientasi seksual bapak dua anak itu.
Selain itu, Indra Bekti juga pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seseorang bernama Reza Pahlevi yang mengaku mendapat pelecehan seksual dari Indra Bekti. Peristiwa itu disebut berlangsung 2010, namun baru dilaporkan pada tahun 2016.
Menanggapi isu liar seputar gugatan cerai yang dikaitkan dengan isu LGBT, Aldila Jelita pun angka bicara. Dia menyatakan bahwa materi gugatan cerai terhadap Indra Bekti tidak terkait dengan LGBT.
"Enggak, enggak ada (terkait LGBT). Kalau masalah kaitan itu (LGBT) enggak ada," tandas Aldila Jelita di kawasan Tendean, Jakarta, Senin (6/3/2023).
Aldila tidak mau menuturkan secara jelas alasan dia menggugat cerai Indra Bekti. Menurutnya, masalah itu sensitif sehingga tidak bisa disampaikan ke publik.
"Kan nggak mungkin namanya masalah rumah tangga dibuka (ke publik)," kata dia.
Aldila menyebut bahwa ada masalah beda prinsip antara dirinya dengan Indra Bekti yang berujung pada gugatan cerai.
Dia mengaku sudah memberi kesempatan kepada Indra Bekti untuk berubah sejak 2020. Akan tetapi, aku dia, hal itu tidak bisa dilakukan suami yang sudah dinikahi sejak 10 Oktober 2010 silam itu.
"Mas Bekti kayaknya sudah nggak bisa ngerubah prinsip itu. Jadi, lebih baik kami pisah. Daripada nanti terus saling menyakiti," tandas dia. (Suara.com)