NTB.Suara.com – Timnas Indonesia U-23 bisa bernapas lega setelah Indonesia selamat dari sanksi yang cukup berat dari federasi sepakbola dunia, FIFA sebagai imbas dari dibatalkannya status Indonesia sebagai tuan Piala Dunia U-20 beberapa waktu lalu.
Kepastian tersebut diperoleh setelah ketua umum PSSI, Erick Thohir menggelar meeting secara daring dengan skuad Timnas Indonesia U-23 pada Jumat (7/4/2023) malam kemarin.
Dalam meeting tersebut Erick Thohir mengabarkan bahwa Indonesia hanya diberi sanksi administratif dari FIFA sehingga Timnas Indonesia U-23 di bawah arahan Indra Sjafri bisa berkonsentrasi penuh menatap SEA Games Kamboja 2023.
Indra Sjafri merasa tenang dengan kabar yang diberikan oleh Erick Thohir tersebut. Sebelumnya mereka cukup was-was dengan ancaman sanksi berat FIFA pasca dibatalkannya status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan digelar Mei-Juni 2023 mendatang.
“Mereka was-was dengan nasib Timnas U-23 apakah akan sama seperti Timnas U-20. Bersyukur tadi malam (kemarin) kami mendapat berita (sanksi FIFA) dan mereka sangat senang sekali,” ungkap Indra Sjafri.
“Pemain menunjukkan motivasi yang berbeda,” imbuhnya.
Apalagi pada SEA Games Kamboja 2023 mendatang, Timnas Indonesia U-23 mendapat target yang tidak mudah yakni merebut medali emas yang kali terakhir diraih pada SEA Games Manila, Filipina pada 1991.
Selepas itu prestasi terbaik Indonesia adalah mentok di medali perak yang mereka raih pada 1997, 2011, 2013, dan 2019 lalu.
Pada SEA Games 2023, Timnas Indonesia U-23 tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. (*)
Timnas Indonesia U-23 terhindar dari rival-rival berat mereka yang tergabung dalam Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Laos. (M.Iqbal/*)