NTB.Suara.com - Politisi Anas Urbaningrum atau yang akrab dipanggil mas AU kembali bersuara soal Presiden ke 6 RI yang juga mantan ketua umum demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Anas yang baru keluar dari Lapas Sukamiskin ini secara terang - terangan mengatakan jika SBY pernah mengumpulkan ketua umum partai politik di istana negara ketika SBY masih menjabat sebagai Presiden.
"Banyak yang bertanya ke saya, apakah dulu waktu periode Presiden SBY pernah ada pertemuan partai koalisi di Istana?. Ya pernah, beberapa kali. Ada juga pertemuan partai koalisi di Istana, tetapi salah satu partai koalisi tidak diundang. Tentu konteks tidak diundangnya berbeda dengan kejadian periode Presiden Jokowi," kata Anas dikutip dari akun resmi twitter @anasurbaningrum.
Ketika SBY Presiden, Anas memang menjabat sebagai Ketum partai Demokrat, sebagai Ketum partai berkuasa. Anas tentun mengawal jalannya pemerintahan SBY dan aktif berkomunikasi secara politik.
Walaupun setelah itu Anas ditersangkakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan mundur dari Ketum partai Demokrat. Anas menyebut dirinya seperti "bayi yang tidak diinginkan" oleh SBY ketika terpilih sebagai Ketum Demokrat. SBY mendukung Andi Malarangeng dan sempat meminta Anas mundur dari pencalonan.
Anas menyebut dirinya dikriminalisasi melalui penetapan tersangka atas kasus korupsi hambalang.