Mobil Listrik Karya Mahasiswa ITS Ini Jadi Kado Istimewa HUT RI

Esti Utami

Senin, 17 Agustus 2015 | 13:23 WIB
Mobil Listrik Karya Mahasiswa ITS Ini Jadi Kado Istimewa HUT RI
Walikota Surabaya Tri Rismaharini mencoba mobil Formula Sapu Angin Speed III karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Minggu (16/8). (Antara)

Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-70, mahasiswa ITS memiliki kado istimewa untuk negeri tercinta. Kado istimewa itu berupa dua mobil listrik bertenaga surya "Widya Wahana V" (WW-V) dan mobil balap "Sapu Angin Speed III" (SAS-III) yang diharapkan mampu mengangkat nama Indonesia di panggung global.

Mobil WW yang akan berlaga di Australia itu diluncurkan di Gedung Kemristekdikti, Jakarta tepat pada 17 Agustus 2015, sedangkan mobil SAS-III yang akan berlaga di Jepang itu diluncurkan di Surabaya pada 16 Agustus 2015.

"Karya anak ITS ini menarik, semoga juara, dan semoga hubungan persahabatan Indonesia-Jepang akan semakin erat," kata Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Yoshiharu Kato saat meluncurkan mobil SAS-III itu bersama Rektor ITS Surabaya Prof Joni Hermana di area parkir barat Lenmarc Mall Surabaya, 16 Agustus 2015.

Apresiasi yang sama juga dikemukakan Rektor ITS Prof Joni Hermana yang sempat mencoba naik ke mobil yang akan berlaga dalam 'Student Formula Japan 2015' di Ogasayama Sport Park Shizuoka, Jepang pada 1-5 September 2015.

"Saya mengapresiasi mahasiswa yang merancang, membuat, menguji, dan akhirnya mengikutkan mobil Sapu Angin Speed dalam lomba di Jepang," katanya.

Menurut dia, peran rektor, dosen pembimbing, dan para pemberi sponsor hanya sebatas memotivasi, sedangkan mobil "Sapu Angin Speed III" tidak akan pernah ada bila tidak ada kemauan dan kerja keras dari tim yang berjumlah 20 orang.

"Jadi, mahasiswa lebih patut diacungi jempol dengan karya ini, sedangkan kami tidak banyak berperan. Kalau juara, saya hanya terima piala, tapi kebanggaan itu milik mahasiswa," katanya, disambut tepuk tangan mahasiswa yang menyaksikan peluncuran itu.

ITS selama ini menurutnya, dikenal masyarakat memiliki keunggulan dalam robotika dan otomotif yang banyak mempersembahkan piala dalam berbagai kejuaraan.

"Sama dengan Widya Wahana, SAS juga luar biasa. Pesan saya, lakukan kaderisasi terstruktur dengan berbagi ilmu dan pengalaman kepada adik-adik mahasiswa agar tim SAS memiliki regenerasi yang mapan untuk kejuaraan selanjutnya," katanya.

Sementara dosen pembimbing Ir Witantyo MSc, mengatakan SAS memang dirancang sejak Maret hingga Agustus dan sudah beberapa kali menjalani uji coba. Biaya yang diperlukan untuk semuanya mencapai Rp600 juta hingga Rp800 juta.

"Itu karena pengiriman mobil SAS III pada 25 Agustus mendatang membutuhkan biaya Rp150 juta, bahkan biaya pengiriman bussiness plan SAS III ke Jepang itu Rp3 juta," katanya.

ITS sudah tiga kali mengikuti ajang mobil formula untuk pelajar berskala internasional di Jepang, bahkan tahun ini ada dua universitas dari Indonesia yakni ITS dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Dari pengalaman dua kali mengikuti kompetisi itu, insya-Allah, tim ITS bisa masuk '15 besar' dari 90-an tim yang berasal dari 8-9 negara, di antaranya Jepang, Tiongkok, Austria, Korea, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Malaysia," kata mahasiswa Teknik Mesin ITS (2009) itu.

Menurut manajer 'Solar Car Racing Team ITS', Aufar Nugraha, pengalaman dalam ajang yang sama pada tahun 2013 memberi pelajaran berharga pada tim ITS yang pertama kali mengikuti ajang dua tahunan itu.

"Dari pengalaman pertama kali itu, mobil surya kami yang hanya mampu menempuh 748 kilometer dari 3.000 kilometer yang menjadi jarak lomba sesuai peraturan, maka kami kini melakukan evaluasi," katanya.

Selain itu, katanya, pengalaman pertama itu juga membuat tim ITS sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam ajang mobil surya itu menjadi tahu kelebihan dan kelemahan tim yang berlomba dalam ajang itu.

"Karena itu, kami melakukan persiapan serius untuk WSC-2015, bahkan 19 anggota tim yang terlibat membuat TA (tugas akhir) terkait semua komponen dalam WW-V itu, seperti motor, 'micro controller', 'body', dan sebagainya," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya optimistis akan mampu menjadi juara dalam kompetisi, meski pihaknya melihat tim dari Jepang dan Belanda sebagai pesaing yang tidak bisa dianggap ringan.

"Untuk mencapai finish diperlukan kecepatan kurang lebih 100 km per jam dalam jarak 3.000 kilometer, tapi WW-V sudah mampu mencapai kecepatan 150 km per jam. Insya-Allah, WW-V akan bisa menyelesaikan jarak lomba itu," katanya.

Tantangan dari WSC 2015 adalah bagaimana mengelola tenaga surya pada mobil agar dapat menyelesaikan perjalanan dalam jangka waktu maksimal enam hari dengan jam race (jalannya mobil) yang di tentukan, yaitu hanya sembilan jam (08.00-17.00 waktu setempat) per hari. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masalah Pedal Rem, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil

Masalah Pedal Rem, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 14:35 WIB

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 15:10 WIB

Ongkos Jalan Mobil Listrik Polytron vs Mobil Bensin: Sehari Tempuh 50 Km, Setahun Hemat Berapa?

Ongkos Jalan Mobil Listrik Polytron vs Mobil Bensin: Sehari Tempuh 50 Km, Setahun Hemat Berapa?

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 19:23 WIB

Pertumbuhan Mobil Listrik Dinilai Belum Ancam Industri Komponen Otomotif

Pertumbuhan Mobil Listrik Dinilai Belum Ancam Industri Komponen Otomotif

Otomotif | Sabtu, 19 September 2026 | 10:15 WIB

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 14:14 WIB

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 15:40 WIB

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 15:20 WIB

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 11:36 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

×