'Nafsu' Beli Mobil Jelang Lebaran Memudar, Berganti Sewa Mobil

Selasa, 07 Juni 2016 | 12:58 WIB
'Nafsu' Beli Mobil Jelang Lebaran Memudar, Berganti Sewa Mobil
Fasilitas diler baru Honda di Tulungagung, Jawa Timur. Ini adalah diler ke-121 Honda di Indonesia (Suara.com/Honda Prospect Motor).

Sebulan menjelang Lebaran biasanya menjadi waktu yang dinanti para pabrikan kendaraan bermotor karena 'nafsu' masyarakat Indonesia untuk membeli mobil atau motor sedang besar-besarnya. Namun, keinginan melego mobil sebelum Lebaran berangsur memudar dengan semakin menjamurnya usaha penyewaan kendaraan.

"Sekarang (tiap menjelang Lebaran) sudah tak ada loncatan (penjualan) tinggi. Paling-paling 5%, paling tinggi 10% (dibanding bulan sebelumnya)," sebut Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy beberapa waktu lalu di Bogor, Jawa Barat.

Penyebab perubahan tabiat konsumen tersebut, sambung Jonfis, adalah keberadaan rental mobil yang semakin banyak. Menurutnya, pergeseran pola konsumsi ini sudah dimulai sejak cukup lama, kira-kira 10 tahun lalu.

"Orang-orang sekarang juga tidak menunggu-nunggu lagi momen tertentu untuk membeli mobil. Kalau dulu mereka menunggu salah satunya karena pilihan masih belum banyak," tandas Jonfis lagi.

Berdasarkan catatan Suara.com, tiga tahun belakangan ini pertumbuhan transaksi jual-beli menjelang Lebaran memang tak pernah lebih dari 7%.

Pada 2013, kala hari raya Idul Fitri jatuh pada awal Agustus, aktivitas komersial di pasar mobil nasional sepanjang Juli 'cuma' naik 7,59% menjadi 112.178 unit.

Mendekati perayaan Idul Fitri 2014 yang jatuh pada 28-29 Juli, penjualan malah turun 17,43%, dari 110.614 unit pada Juni menjadi 91.334 unit sebulan setelahnya. Menurut para eksekutif pabrikan roda empat, buruknya penjualan pada Lebaran 2014 disebabkan oleh Pemilihan Umum serta tahun ajaran baru sekolah yang terjadi berbarengan.

Setahun lalu, saat Lebaran terjadi pada 17-18 Juli, penjualan pada Juni pun hanya tumbuh 3,52% menjadi 82.172 unit.

Jonfis mengatakan, kalau momen Lebaran terjadi di penghujung bulan, capaian penjualan para agen tunggal pemegang merek di dua bulan perayaan Lebaran plus bulan setelahnya kemungkinan besar juga tidak maksimal.

"Itu karena pada saat Lebaran perkantoran libur dua minggu. Sepuluh hari sebelum Lebaran dan sepuluh hari setelah Lebaran kami pun sudah tidak bisa mendistribusikan kendaraan karena truk pengiriman masih dilarang beredar," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI