Suara.com - Selain meluncurkan mu-X 'facelift', pabrikan Isuzu juga merilis D-Max teranyar. Pikap berpenggerak empat roda (4x4) andalan Isuzu tersebut tampil dengan eksterior serta interior baru, plus mesin turbo pada keempat variannya.
"Styling (penggayaan) eksterior D-Max diambil dari ikan paus," kata Kepala Departemen Pemasaran Produk LCV PT Astra Isuzu Motor (AIM) Rian Erlangga dalam acara peluncuran D-Max, Senin (8/8/2016) di Jakarta.
Inspirasi bentuk ikan paus tersebut diaplikasikan pada desain kap mesin, grille depan, lampu depan, plus bumper depan. Desain ini diparipurnakan dengan garis karakter yang meluncur tegas sepanjang bodi samping.
Khusus pada dua tipe teratas yakni Double Cabin Rodeo LS transmisi manual dan Double Cabin Rodeo LS transmisi otomatis, perubahan sangat terasa pada desain fog lamp serta lampu depan dengan day-time running light (DRL).
Tiga varian terbawah D-Max yaitu Single Cabin, Double Cabin, juga Double Cabin Rodeo LS transmisi manual mempunyai velg 16 inchi. Adapun varian tertingginya, Double Cabin Rodeo LS transmisi otomatis, memiliki velg 18 inchi.
Selain itu, desain lebih premium, meter cluster baru, fitur 4WD shift on the fly, steering wheel audio control, hingga head unit baru dianugerahkan ke interior dua varian teratas D-Max tadi.
Perubahan juga terjadi pada dapur pacu. Keempat varian D-Max kini dipersenjatai mesin diesel 2.5 l empat silinder segaris, DOHC, 16 katup, common-rail, fuel injection dengan intercooled VGS turbo charge. Mesin bertenaga sebanding 3.000 cc itu sama dengan yang ada di balik kap mesin mu-X.
D-Max dijual dengan banderol Rp341-514 juta (OTR Jakarta). "Target penjualan D-Max sekitar 4.000 unit per tahun," ucap Direktur Pemasaran AIM Joen Boediputra.