Tercatat 11 Orang Tewas Akibat "Airbag" Takata 'Cacat'

Dythia Novianty

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 08:16 WIB
Tercatat 11 Orang Tewas Akibat "Airbag" Takata 'Cacat'
Ilustrasi 'airbag' pada mobil. [Shutterstock/Thieury]

Suara.com - Regulator keamanan AS mencatatkan 11 orang tewas di Amerika Serikat disebabkan inflator kantong udara Takata Corp pecah. Jumlah korban tewas ini merupakan terbesar, yang menyebabkan langsung diberlakukan auto recall, demi keselamatan.

Secara total, tercatatkan airbag 'cacat' itu sudah menewaskan 16 orang, termasuk lima di Malaysia. Kondisi ini mendorong penarikan hampir 100 juta inflator kantung udara di seluruh dunia dengan lebih dari selusin mobil.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) AS mengatakan, baru-baru ini seorang wanita 50 tahun meninggal setelah kecelakaan di Riverside County, California. Wanita itu mengendarai Honda Civic model 2001 yang pertama kali di-recall pada 2008 dan tidak pernah diperbaiki.

Kematian pertama kali di AS yang dilaporkan akibat inflator Takata, menelan seorang pelajar SMA berusia 17 tahun meninggal di Texas pada Maret. Kabarnya, dia melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi yang menyebabkan kecelakaan.

Dari airbag 'cacat' itu, sampai saat ini sekitar 11,4 juta inflator mobil telah diperbaiki di Amerika Serikat. Dan lebih dari 20 juta inflator mobil tidak bisa diperbaiki.

Honda mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 20 pemberitahuan recall dikirimkan selama hampir delapan tahun untuk pemilik kendaraan yang terdaftar.

Sembilan dari 11 kematian di AS telah dilaporkan pada Honda model 2001-2003 dan kendaraan Acura yang pada Juni lalu, diungkap NHTSA tergolong berisiko tinggi. Sebanyak 313.000 kendaraan diidentifikasi pada Juni lalu dengan 50 persen dari kantong udara inflator berbahaya.

Juru bicara Takata Jared Levy mengatakan tragedi kecelakaan tersebut mendorong pentingnya menggantikan inflator airbag mereka pada mobil-mobil yang telah di-recall.

Sebelumnya Honda mengatakan, sudah memperbaiki lebih dari 70 persen dari 1,08 juta kendaraan dengan inflator yang dianggap berisiko tinggi.

Takata kini tengah mencari investor untuk membantu membayar kewajiban besar dari auto recall terbesar di dunia tersebut. Lima penawar yang merupakan kreditur pembuat kantung udara dan pelanggan, akan bertemu dengan Takata bulan ini di New York. [Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

"Airbag" Meledak Tewaskan Pengendara, Honda Salahkan Takata

"Airbag" Meledak Tewaskan Pengendara, Honda Salahkan Takata

Otomotif | Senin, 27 Juni 2016 | 19:01 WIB

Tak Lagi Dilanggani Honda, Bisnis Takata Anjlok

Tak Lagi Dilanggani Honda, Bisnis Takata Anjlok

Otomotif | Rabu, 04 November 2015 | 17:37 WIB

X-Trail Terbakar, Nissan Salahkan Takata

X-Trail Terbakar, Nissan Salahkan Takata

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2015 | 13:32 WIB

Ada Delapan Kematian Akibat Airbag Takata di Mobil Honda

Ada Delapan Kematian Akibat Airbag Takata di Mobil Honda

Otomotif | Minggu, 21 Juni 2015 | 11:13 WIB

Airbag Bermasalah, Toyota Tarik 1,4 Juta Mobil

Airbag Bermasalah, Toyota Tarik 1,4 Juta Mobil

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2015 | 16:19 WIB

Terkini

Persib Bandung Berpeluang Hadapi Wakil Australia hingga Korea Selatan di Babak 16 Besar ACL 2

Persib Bandung Berpeluang Hadapi Wakil Australia hingga Korea Selatan di Babak 16 Besar ACL 2

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 11:02 WIB

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng

Kaltim | Kamis, 05 November 2026 | 11:02 WIB

Pakar UGM Soroti Ketidakadilan Fiskal: PPh DPR Ditanggung Negara, Kenapa Pembalut Dipajaki?

Pakar UGM Soroti Ketidakadilan Fiskal: PPh DPR Ditanggung Negara, Kenapa Pembalut Dipajaki?

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:01 WIB

Ferry Boboho Putus Rantai Aliran Uang, Jaksa Hadapi Beban Ganda Buktikan Kasus Febrie?

Ferry Boboho Putus Rantai Aliran Uang, Jaksa Hadapi Beban Ganda Buktikan Kasus Febrie?

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:01 WIB

5 Tersangka Korupsi Pembangunan Senilai Rp7,6 Miliar Ditahan

5 Tersangka Korupsi Pembangunan Senilai Rp7,6 Miliar Ditahan

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 10:59 WIB

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 10:54 WIB

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:49 WIB

×