Toyota: Teknologi Mobil Swakemudi Saat Ini Masih Berbahaya

Dythia Novianty | Insan Akbar Krisnamusi | Suara.com

Jum'at, 06 Januari 2017 | 10:26 WIB
Toyota: Teknologi Mobil Swakemudi Saat Ini Masih Berbahaya
Logo Toyota [Shutterstock]

Suara.com - Toyota menilai mobil-mobil swakemudi masih memiliki risiko bahaya cukup tinggi dengan teknologi yang ada saat ini. Karena itu, pabrikan asal Jepang itu menegaskan, belum akan mengikuti jejak Tesla atau Google dalam waktu dekat.

Mengalihkan kendali manusia ke komputer dan teknologi kepintaran buatan saat ini, kata Toyota seperti diwartakan Automotive News beberapa waktu lalu, masih memiliki risiko keselamatan besar. Konsumen, menurut mereka, juga sama sekali tidak permisif terhadap insiden-insiden yang terjadi akibat kesalahan sistem autokemudi.

Hal ini berbeda dengan kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian manusia, yang relatif lebih dapat ditoleransi oleh masyarakat. Kompetitor Volkswagen di pasar global ini mencontohkan angka kecelakaan di Amerika Serikat yang mencapai sekitar 39 ribu insiden per tahun yang kebanyakan karena kesalahan manusia.

"Membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya agar mesin dapat 'belajar', juga jarak yang teramat jauh dari jumlah pengetesan yang telah semua pihak lakukan saat ini, baik melalui simulasi maupun di jalan raya," kata CEO Toyota Research Institute Gill Pratt di sela-sela Consumer Electronics Show 2017, 5-8 Januari di Las Vegas, Nevada, AS.

"Tidak ada satupun pelaku industri otomotif ataupun teknologi informasi yang mendekati teknologi swakemudi level 5," ucap dia lagi.

Pernyataan Pratt, baik disengaja atau tidak, menyenggol rencana Tesla dan Google. Tesla, pada Oktober 2016, menyatakan bahwa mobil-mobil mereka yang diproduksi mulai bulan itu memiliki peranti keras yang dibutuhkan sebuah mobil swakemudi level 5. Google, pada Desember, memperkenalkan Chrysler Pacifica Hybrid yang diklaim sebagai mobil swakemudi level 5.

Toyota, lanjut dia, kini masih berfokus pada pembuatan mobil-mobil swakemudi level 2. Di level ini, otomatisasi pengendaraan ada di sektor steering, pengereman, serta akselerasi. Namun, mobil sangat perlu campur tangan dari sang pengemudi.

Toyota sendiri terus meriset plus mengembangkan mobil swakemudi di balik layar. Toyota Research Institute didirikan pada 2015 dan siap mengalokasikan 1 miliar dollar AS (Rp13,35 triliun) untuk merekrut ahli-ahli robotik, kepintaran artifisial, dan teknologi dari 'Negeri Paman Sam'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMW Uji 40 Armada Swakemudi di AS dan Eropa

BMW Uji 40 Armada Swakemudi di AS dan Eropa

Otomotif | Kamis, 05 Januari 2017 | 07:27 WIB

Mobil Nirawak Terbang Israel Siap Masuk Pasaran

Mobil Nirawak Terbang Israel Siap Masuk Pasaran

Otomotif | Rabu, 04 Januari 2017 | 19:32 WIB

Popularitas Toyota Agya Terancam Disalip Calya di Pasar LCGC

Popularitas Toyota Agya Terancam Disalip Calya di Pasar LCGC

Otomotif | Jum'at, 30 Desember 2016 | 20:39 WIB

All-New Toyota Corolla Pakai Mesin BMW?

All-New Toyota Corolla Pakai Mesin BMW?

Otomotif | Selasa, 27 Desember 2016 | 08:18 WIB

Uber Pindahkan Layanan Mobil Swakemudi ke Arizona

Uber Pindahkan Layanan Mobil Swakemudi ke Arizona

Otomotif | Jum'at, 23 Desember 2016 | 11:42 WIB

Terkini

Yadea Siapkan Peluncuran Motor Listrik Jarak Jauh untuk Pasar Indonesia

Yadea Siapkan Peluncuran Motor Listrik Jarak Jauh untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:05 WIB

Tantangan Efisiensi Logistik dan Cara Isuzu Pangkas Konsumsi BBM Truk Hingga Jutaan Rupiah

Tantangan Efisiensi Logistik dan Cara Isuzu Pangkas Konsumsi BBM Truk Hingga Jutaan Rupiah

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

Eksplorasi Gerbang Pulau Sumatera Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara

Eksplorasi Gerbang Pulau Sumatera Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:10 WIB

Rahasia Bikin Ban Mobil Tetap Awet dengan Teknik Rotasi dan Spooring yang Tepat

Rahasia Bikin Ban Mobil Tetap Awet dengan Teknik Rotasi dan Spooring yang Tepat

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:50 WIB

Fenomena Yamaha Tmax Tetap Jadi Buruan Walau Seharga Innova Reborn

Fenomena Yamaha Tmax Tetap Jadi Buruan Walau Seharga Innova Reborn

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:45 WIB

Tips Hadapi Macet Tanjakan Saat Libur Panjang Gunakan Suzuki Grand Vitara

Tips Hadapi Macet Tanjakan Saat Libur Panjang Gunakan Suzuki Grand Vitara

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:24 WIB

Apakah Hari Ini Ada Ganjil Genap? Ini Aturan Tanggal 14-17 Mei 2026

Apakah Hari Ini Ada Ganjil Genap? Ini Aturan Tanggal 14-17 Mei 2026

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:34 WIB

Yogyakarta Jadi Saksi, Indomobil eMotor Jawab Keraguan Harga Hingga Baterai yang Tembus 140 Km

Yogyakarta Jadi Saksi, Indomobil eMotor Jawab Keraguan Harga Hingga Baterai yang Tembus 140 Km

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:30 WIB

Terpopuler: 5 Mobil Bekas Pajak Rp1,5 Jutaan untuk Keluarga Kecil, Keunikan Honda Navi 2026

Terpopuler: 5 Mobil Bekas Pajak Rp1,5 Jutaan untuk Keluarga Kecil, Keunikan Honda Navi 2026

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2026 | 06:55 WIB

Bukan LCGC! Hatchback 1.200cc DOHC Ini Tembus 21 Km/Liter, Bekasnya Cuma Rp 65 Jutaan

Bukan LCGC! Hatchback 1.200cc DOHC Ini Tembus 21 Km/Liter, Bekasnya Cuma Rp 65 Jutaan

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:10 WIB