Iklan Audi Ini Dinilai Kontroversial dan Menuai Kritik, Mengapa?

Dythia Novianty
Iklan Audi Ini Dinilai Kontroversial dan Menuai Kritik, Mengapa?
Iklan Audi yang kontroversial. [YouTube]

Audi merilis iklan yang kemudian menuai banyak kritik.

Suara.com - Sebuah iklan Audi yang disiarkan di bioskop dan online di Cina, memicu kemarahan banyak pihak. Pasalnya, iklan berdurasi kurang dari menit ini membandingkan perempuan dengan mobil bekas dalam sebuah resepsi pernikahan.

Iklan ini menjadi sandungan pabrikan asal Jerman itu, yang pernah menikmati pertumbuhan yang nyaris tak terbatas di negara ini.

Iklan yang menggambarkan suasan resepsi pernikahan di taman, dengan mempelai perempuan dan mempelai lelaki hendak mengucapkan sumpah mereka. Tiba-tiba, ibu mempelai lelaki dengan panik menyela, bergegas ke lorong untuk "memeriksa" calon menantunya.

Sang ibu mencubit hidung, menarik telinga dan kemudian memeriksa bagian dalam mulut si pengantin perempuan.

"Apa yang Ibu lakukan?" tanya pengantin lelaki dalam bahasa Mandarin, sambil menarik ibunya pergi.

Sang ibu kemudian mulai berjalan kembali ke tempat duduknya, lalu berbalik dan memberikan kode di tangannya dengan tanda "A-Okay".

Sepasang pengantin mendesah lega. Tapi kelegaannya berumur pendek karena ibu mempelai lelaki memusatkan perhatiannya pada pengantin perempuan, kali ini melirik payudaranya. Pengantin yang cemas itu dengan cepat menutupi daerah dadanya dengan tangannya.

Komersial itu kemudian memotong rekaman dengan menampilkan gambar sedan merah Audi, yang melesat di sepanjang jalan raya yang kosong. Suara seorang lelaki kemudian menyatakan, "Keputusan penting harus dilakukan dengan hati-hati".

Animasi mendorong pemirsa untuk mengunjungi situs web yang menjual mobil bekas "Audi-approved".

 

"Hanya dengan sertifikasi resmi Anda bisa beristirahat dengan mudah," kata seorang lelaki.

Sontak saja, iklan ini menuai banyak komentar di media sosial. Seorang pengguna Twitter memposting sebuah cerita tentang iklan tersebut, berkomentar, "Bagaimana membuat iklan yang akan mematikan konsumen."

Di Weibo, sebuah platform media sosial Cina mirip dengan Twitter, orang-orang mengkritik iklan tersebut sebagai diskriminasi dan "menjijikkan".

Beberapa pengguna meminta Audi untuk minta maaf, sementara beberapa orang mendesak pemboikotan produsen mobil tersebut.

Seorang juru bicara Audi mengatakan kepada South China Morning Post bahwa pabrikan sedang menyelidiki iklan tersebut dan diproduksi oleh mitra usaha patungan.

Laman Weibo yang ditujukan untuk topik ini telah menerima lebih dari 200.000 tampilan dan video iklan di situs microblogging telah dibagikan ribuan kali. Seorang pengguna Weibo merasa tersinggung bahwa perusahaan tersebut telah menargetkan pasar Cina dengan komersial yang membuat asumsi tentang dinamika hubungan di negara ini.

"Hal yang menyebalkan tentang iklan mobil bekas Audi, selain objektivitas wanita, adalah anggapan bahwa pelanggan Cina hanya pantas melakukan iklan seperti ini," tulis pengguna tersebut.

Audi, yang dimiliki oleh Grup Volkswagen, telah menguasai pasar mobil mewah Cina lebih dari dua dekade yang lalu, dikutip dari Automotive News. Namun, dalam beberapa tahun terakhir telah berjuang menangkal persaingan dari merek seperti BMW dan Mercedes-Benz.

Bloomberg News melaporkan awal tahun ini bahwa penjualan Audi di Cina pada bulan Januari, turun 35 persen dari tahun sebelumnya.

Ini bukan pertama kalinya sebuah iklan untuk mobil bekas dianggap diskriminasi.

Pada tahun 2008, BMW merilis sebuah iklan cetak di Yunani yang mempromosikan mobil bekasnya yang menampilkan model cemberut yang menatap kamera. Sebuah tagline berbunyi, "Anda tahu Anda bukan yang pertama." [The Washington Post]

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS