Lagi, Mercedes Ogah Kasih Data Penjualan ke Gaikindo, Ada Apa?

Yazir Farouk, Insan Akbar Krisnamusi

Rabu, 27 Desember 2017 | 12:34 WIB
Lagi, Mercedes Ogah Kasih Data Penjualan ke Gaikindo, Ada Apa?
Logo Mercedes Benz. [Shutterstock]

Suara.com - Mercedes-Benz kembali mengulangi aksinya beberapa tahun lalu, yaitu menolak memberikan data penjualan wholesales ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Pabrikan asal Jerman itu terakhir kali memberikan data penjualan wholesales ke Gaikindo pada April lalu. Selebihnya, sejak Mei sampai November kemarin, penjualan Mercedes di data Gaikindo tertulis nihil karena mereka tidak lagi menyuplai data yang dibutuhkan.

Department Manager Public Relations PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), Dennis A. Kadaruskan, menjelaskan, aksi ini dilakukan karena mereka memiliki kebijakan untuk tidak lagi memberikan data penjualan wholesales, tetapi retail.

"Data yang bisa kami berikan hanya data penjualan retail, artinya penjualan dari diler kepada konsumen," katanya ketika dihubungi Suara.com pada Rabu (27/12/2017).

Menurut Dennis, Gaikindo, di sisi lain, menginginkan data penjualan wholesales yaitu data distribusi dari agen resmi pemegang merek (APM) kepada diler.

"Bagi kami yang penting adalah penjualan ke tangan konsumen. Kalau jual ke diler itu urusan berbeda. Yang penting penjualan kepada konsumen, (sehingga) konsumen bisa gunakan kendaraannya. Itu menurut kami data yang valid," ujarnya memaparkan.

Dennis menolak memberitahukan apakah ini merupakan kebijakan MBDI ataukah langsung dari prinsipal mereka di Jerman.

Sementara itu, Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, menerangkan bahwa pihaknya kini sedang menjalin diskusi dengan MBDI untuk menyelesaikan masalah tersebut. "Mereka mencoba kooperatif, hanya saja mereka mencoba menyesuaikan juga dengan peraturan-peraturan di pusat (Jerman) dan di Indonesia," ujar Nangoi via sambungan telepon.

Nangoi kemudian menekankan bahwa di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gaikindo, para anggota diwajibkan memberikan data penjualan wholesales. "Bukan hanya itu saja, kami diwajibkan oleh pemerintah, terutama Kementerian Keuangan untuk mengumpulkan data itu," ujarnya menegaskan. Ia optimistis pada Januari 2018 problem ini bisa diselesaikan.

baca juga

Mercedes-Benz, pada 2012 silam, pernah juga ogah memberikan data penjualan wholesales karena kebijakan prinsipal, sehingga mereka terancam sanksi dikeluarkan sebagai anggota Gaikindo. Mercedes akhirnya melunak dan bersedia membagi data itu.

Nangoi sendiri menolak memberikan kemungkinan-kemungkinan sanksi yang bisa dikenakan pada Mercedes. "Kami lagi bereskan. Saya yakin kami bisa bereskan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mercedes Anti Peluru Milik Adolf Hitler Dilelang

Mercedes Anti Peluru Milik Adolf Hitler Dilelang

Otomotif | Rabu, 27 Desember 2017 | 10:45 WIB

Bikin Mobil Listrik 'Berisik', Mercedes Gandeng Linkin Park

Bikin Mobil Listrik 'Berisik', Mercedes Gandeng Linkin Park

Otomotif | Jum'at, 22 Desember 2017 | 20:08 WIB

Honda Ikut Kembangkan Baterai Mobil Listrik Generasi Terbaru

Honda Ikut Kembangkan Baterai Mobil Listrik Generasi Terbaru

Otomotif | Jum'at, 22 Desember 2017 | 16:45 WIB

Ditolak Sekali, Geely Masih Coba Beli Saham Mercedes-Benz

Ditolak Sekali, Geely Masih Coba Beli Saham Mercedes-Benz

Otomotif | Selasa, 19 Desember 2017 | 08:56 WIB

Desain Mobil Mercedes Akan Lahir dari Prancis Mulai 2018

Desain Mobil Mercedes Akan Lahir dari Prancis Mulai 2018

Otomotif | Senin, 18 Desember 2017 | 14:08 WIB

Terkini

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:25 WIB

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:15 WIB

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:55 WIB

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:18 WIB

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:50 WIB

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:57 WIB

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:52 WIB

Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros

Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:12 WIB

Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat

Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:35 WIB

Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta

Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:24 WIB

×