Pabrik Mitsubishi Mulai Gunakan Robot, Apa Kabar Buruh Lokal?

Rabu, 07 Februari 2018 | 20:32 WIB
Pabrik Mitsubishi Mulai Gunakan Robot, Apa Kabar Buruh Lokal?
Pabrik Mitsubishi di Cikarang, Jawa Barat - yang dikunjungi para awak media, Rabu (7/2) - sudah menggunakan robot dalam memproduksi mobil-mobilnya. [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Suara.com - Pabrik Mitsubishi di Indonesia termasuk salah satu yang sudah mempekerjakan robot canggih, meski penggunaannya masih terbatas. Merek kendaraan asal Jepang ini mengatakan, seberapa besar penambahan porsi robot dan pengurangan buruh di masa depan tergantung pada perkembangan upah buruh di Tanah Air.

Pabrik Mitsubishi di Indonesia beroperasi secara resmi sejak April 2017. Di dalam acara kunjungan media pada Rabu (7/2/2018), dijelaskan bahwa pabrik bernilai Rp7,5 triliun dan berkapasitas produksi 160.000 unit per tahun itu menggunakan robot di berbagai sektor perakitan, seperti di pengepresan (stamping), pengecatan, dan welding (pengelasan).

Pengepresan dilakukan oleh empat robot (satu robot 2.000 ton dan tiga lainnya 1.000 ton) yang sepenuhnya otomatis dan punya produktivitas tinggi. Sementara, pengecatan bodi mengandalkan tangan-tangan robot yang menempel di dinding.

"Pada bagian welding, rasio pengerjaan oleh robot mencapai 40 persen," kata Presiden Direktur PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), Takao Kato, saat melakukan presentasi.

Rasio tersebut, ucap Kato, kurang-lebih sama dengan pabrik Mitsubishi di Thailand. Di sisi lain, pabrik mereka di Jepang malah sudah memiliki rasio 95 persen.

Pada tahap perakitan (assembly), pengerjaan oleh robot hanya terdapat pada pemasangan sealant kaca depan. Otomatisasi terjadi antara lain di perpindahan bodi mobil oleh Tatami Conveyor yang mampu bermanuver di sudut kecil dan kehadiran Automated Guide Vehicle (AGV) yang membawa suku cadang secara otomatis dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan di jalur bermagnet.

Pabrik yang dibangun untuk merakit Pajero Sport (kapasitas produksi 30 ribu unit, dirakit mulai April 2017), Xpander (80 ribu unit, September 2017), plus Colt L-300 (30 ribu unit, 2018) tersebut masih memiliki tenaga kerja manusia berjumlah 3.000 orang.

"Tentu ini berhubungan dengan upah buruh di Indonesia. Jika upah buruh di Indonesia meningkat terus, kami mungkin akan menambah rasio otomatisasi," tandas Kato.

Kementerian Perindustrian sendiri beberapa waktu belakangan lantang mengumandangkan industri manufaktur untuk mengaplisikan "Industry 4.0" di Indonesia demi peningkatan daya saing. "Industri 4.0" mengacu pada peningkatan otomatisasi, machine-to-machine, komunikasi human-to-machine, serta artificial intelligence dalam proses produksi.

Nantinya, tenaga kerja yang dibutuhkan dalam "Industry 4.0" adalah mereka dengan keahlian khusus dan spesifik terutama di bidang Information Communication Technology.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI