Menristekdikti: Motor Listrik Produksi Massal Akhir 2018

Ririn Indriani

Kamis, 29 Maret 2018 | 23:15 WIB
Menristekdikti: Motor Listrik Produksi Massal Akhir 2018
Motor listrik Gesits. [suara.com/Insan]

Suara.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menargetkan sepeda motor listrik "Gesits" buatan anak bangsa sudah bisa diproduksi massal pada akhir 2018.

"Insya Allah, akhir 2018 sudah mass production yang dilakukan di bawah koordinasi PT Wikon dan Garansindo. Kalau risetnya, dari Universitas Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)," katanya usai orasi ilmiah bertajuk Membangun Reputasi Internasional Perguruan Tinggi Merekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (29/3/2018)

Menurut mantan Rektor terpilih Universitas Diponegoro Semarang (Undip) itu, riset yang dilakukan perguruan tinggi saat ini harus mengarah kepada kebutuhan industri.

"Kami mengkoordinasi seluruh kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Menristekdikti untuk membuat rencana induk riset nasional. Lebih pas kalau riset ke depan hilirisasi dan komersialisasi untuk dunia industri," katanya dilansir Antara.

Nasir mencontohkan rancangan motor listrik yang sudah sangat dibutuhkan seiring dengan konsumsi energi sepeda motor dan mobil sekitar 35 persen dari total konsumsi energi nasional.

"Semua orang pakai motor dan mobil menggunakan bahan bakar minyak. Kalau bisa dihemat dengan listrik bisa bergeser ke listrik, berarti kita mampu melakukan penghematan energi yang luar biasa," terangnya.

Gesits Technologies Indo adalah anak perusahaan Garansido Group yang khusus mengurusi segala hal terkait motor listrik Gesits.

Tak hanya motor listrik, Menristekdikti mengatakan mobil listrik nasional (molina) juga sudah disiapkan untuk mengurangi beban energi, termasuk penyiapan suplai listrik yang mencukupi.

"Problemnya, siapa yang menyediakan listrik? Kami sudah panggil PLN, panggil Pertamina. Bagaimana penyediaan energi listriknya supaya nanti charging (pengisian listrik, red.) bisa di mana-mana dilakukan dengan mudah," katanya.

baca juga

Diakui Nasir, proses recharging motor dan mobil listrik masih membutuhkan waktu lama, sekitar 3-4 jam/kendaraan, sementara di luar negeri proses pengisian daya listrik hanya 5-7 menit.

"Peneliti saya tantang, ke depan bagaimana. Recharge kalau di negara lain cukup 5-7 menit/kendaraan, sangat cepat sekali. Apa yang harus dilakukan, kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Motor Listrik Vespa Bisa Dibawa ke Indonesia, Asal ...

Motor Listrik Vespa Bisa Dibawa ke Indonesia, Asal ...

Otomotif | Senin, 26 Maret 2018 | 16:45 WIB

Dorna Resmi Luncurkan Ajang Balap Motor Listrik MotoE, Mulai 2019

Dorna Resmi Luncurkan Ajang Balap Motor Listrik MotoE, Mulai 2019

Sport | Rabu, 07 Februari 2018 | 09:39 WIB

Harley-Davidson Akan Luncurkan Motor Listrik Tahun Depan

Harley-Davidson Akan Luncurkan Motor Listrik Tahun Depan

Otomotif | Jum'at, 02 Februari 2018 | 15:43 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×