Cerita Mistis Alas Mantingan, Tempat Kecelakaan Artis Sophan Sophiaan

Angga Roni Priambodo | Husna Rahmayunita
Cerita Mistis Alas Mantingan, Tempat Kecelakaan Artis Sophan Sophiaan
Ilustrasi jalanan angker (Shutterstock)

Almarhum meninggal setelah mengalami kecelakaan di jalur Alas Mantingan, Sragen, Jawa Tengah.

Suara.com - Sedekade lalu, dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Artis senior Sophan Sophiaan meninggal dunia karena kecelakaan motor. Almarhum meninggal setelah mengalami kecelakaan di jalur Alas Mantingan, Sragen, Jawa Tengah.

Saat itu, suami dari aktris Widyawati tersebut sedang memimpin rombongan touring event Jalur Merah Putih (JMP). Ia mengendarai motor gede (moge) Harley-Davidson sementara sang istri berada dalam mobil pengawal.

Nahas, aktor yang juga politisi itu menabrak lubang besar di jalur Alas Mantingan tersebut dan membuatnya mengalami luka dalam dan patah kaki. Sophan Sophiaan meregang nyawa dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sragen, Jawa Tengah.

Sebuah fakta kemudian terkuak, tempat kecelakaan Sophian Sophiaan ternyata memang  angker dan berbahaya. Hal itu diungkap oleh Mada dan Hari Hao dalam channel YouTube Kisah Tanah Jawa.

Hari Hao dan Mada. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)
Hari Hao dan Mada. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)

Menurut pengakuan Hari Hao sangi ahli supranatural, ia ingat betul dengan kecelakaan yang melibatkan aktor senior tersebut. Ia mengatakan jika Sophan dan rombongan melintasi jembatan kecil yang memang memiliki energi pekat dan gelap.

Sebelum itu, rombongan touring sebenarnya sudah diperingatkan warga untuk jangan jalan dulu karena bersamaan dengan waktu maghrib. Tapi mereka nekat meneruskan perjalanan karena diburu waktu agar secepatnya bisa kembali ke Jakarta pada 20 Mei 2008.

Jalur Alas Mantingan, Sragen, Jawa Tengah. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)
Jalur Alas Mantingan, Sragen, Jawa Tengah. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)

"Memang sudah diperingatkan untuk jangan jalan dulu, tetapi kini kan touring, motor-motor moge sudah diperingatkan tapi mereka ngejar waktu akhirnya duluan," kata Hari Hao.

Dalam kondisi tidak enak badan akibat kelelahan, Sophaan kemudian melewati jalan ekstrem dan diduga diganggu sosok makluk yang tiba-tiba menyeberang. Makhluk itu berjalan membungkuk seperti nenek-nenek.

"Waktu mau masuk tikungan yang dimaksud itu kan posisinya turun, ada jembatan, ada seperti yang nyebrang begini (memperagakan menyebrang jalan) ada seperti yang nyeberang," ungkap Hari Hao sembari mempraktikkan gaya membungkuk.

Hari Hao dan Mada. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)
Hari Hao dan Mada. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)

Diperkirakan saat itu almarhum berusaha menghindari makhluk tersebut. Namun, malah terjatuh dan mengalami kecelakaan tunggal sebelum ditemukan oleh teman di belakangnya.

Hari Hao kemudian melanjutkan jika kasus orang menyeberang memang seringkali meneror para pengendara. Ngerinya, makhluk misterius itu sebenarnya tidak kasat mata dan memiliki kerajaan di sekitar Alas Mantingan.

Jalur Alas Mantingan sampai sekarang dikenal sebagai tempat uji nyali. Pengendara yang tidak ingin mendapat teror di sepanjang jalur itu, kemudian memilih membuang uang ke jembatan atau membunyikan klakson sebagai tanda permisi untuk penunggunya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS