Keren, Australia Jadi Lokasi Uji Coba Taksi Udara UberAir

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 12 Juni 2019 | 16:48 WIB
Keren, Australia Jadi Lokasi Uji Coba Taksi Udara UberAir
Ilustrasi taksi terbang [Shutterstock].

Suara.com - Uber Technologies memilih kota terbesar kedua di Australia, Melbourne, sebagai lokasi uji internasional pertama untuk layanan taksi terbang UberAir. Demikian seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Taksi udara UberAir [YouTube: UberAir].
Taksi udara UberAir [YouTube: UberAir].

Sebelumnya, perusahaan transportasi berbasis dalam jaringan atau daring itu, memilih Dubai, di Timur Tengah sebagai lokasi uji internasional pertama. Akan tetapi ditangguhkan kemudian dialihkan ke Benua Kanguru.

Setelah Melbourne, taksi yang beroperasi secara swakemudi ini juga bakal mengangkasa di beberapa kota di Amerika Serikat, seperti Dallas dan Los Angeles pada 2020, lantas akan dioperasikan secara komersial mulai 2023.

"Pemerintah Australia telah mengadopsi pendekatan ke depan untuk penerbangan dan teknologi transportasi di masa depan," demikian dipaparkan Susan Anderson, Manajer Regional Uber Australia, Selandia Baru dan Asia Utara, seperti dikutip kantor berita Antara dari Reuters, Rabu (12/6/2019).

"Ditambah dengan faktor demografis dan geospasial Melbourne yang unik, serta budaya inovasi dan teknologi, maka kota ini adalah lokasi peluncuran sempurna untuk UberAir," tandasnya.

Dalam penerbangan uji coba ini, UberAir bakal mengangkut penumpang dari tujuh pusat perbelanjaan Westfield, menuju bandara internasional Melbourne.

Perjalanan sejauh 19 km dari pusat bisnis ke bandara ini diperkirakan akan memakan waktu 10 menit melalui udara, sementara via jalan darat dengan bermobil akan menghabiskan 25 menit.

Salah satu hal yang memudahkan calon konsumen, layanan tasi udara bertenaga listrik ini bisa dipesan melalui aplikasi smartphone, seperti memesan taksi online. Seperti bisa disaksikan dalam pariwara di YouTube, Uber menuliskan, "UberAir, closer than you think."

Kemudian, jet listrik dan helikopter yang dikembangkan Uber mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal, sehingga tidak memerlukan tempat yang luas untuk menjemput penumpang atau mengambil barang.

baca juga

Kapan bakal dikenalkan di Tanah Air?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uber Australia Luncurkan Taksi Bawah Air, Begini Penampakannya

Uber Australia Luncurkan Taksi Bawah Air, Begini Penampakannya

Lifestyle | Selasa, 28 Mei 2019 | 11:53 WIB

Uber di Arab Saudi Siapkan Fitur yang Hanya Jemput Penumpang Perempuan

Uber di Arab Saudi Siapkan Fitur yang Hanya Jemput Penumpang Perempuan

Otomotif | Sabtu, 20 April 2019 | 14:05 WIB

Malaysia Segera Bikin Mobil Terbang, Indonesia Kapan?

Malaysia Segera Bikin Mobil Terbang, Indonesia Kapan?

Otomotif | Rabu, 06 Maret 2019 | 16:24 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×