Taksi Terbang Bakal Menghiasi Langit Paris pada Olimpiade 2024?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Taksi Terbang  Bakal Menghiasi Langit Paris pada Olimpiade 2024?
Audi pop.up dan Airbus drone dalam Turin Motor Show 2018. Sebagai ilustrasi mobil terbang di masa depan [Shutterstock].

Ide taksi terbang untuk Paris selama gelaran Olimpiade 2024 berangkat dari pemikiran jumlah manusia.

Suara.com - Langit kota Paris bakal berhias gaya beda saat Olimpiade 2024 digelar. Apa pasal, karena ibu kota Prancis ini akan menggunakan taksi terbang untuk mengantarkan para tetamu perwakilan negara, atlet, official, sampai penonton.

Ilustrasi taksi terbang [Shutterstock].
Ilustrasi taksi terbang di atas kota London [Shutterstock].

Mengutip Ubergizmo, rencana penggunaan taksi terbang sendiri digagas oleh perusahaan Paris Air Show, Aeroports de Paris (ADP), Airbus, dan penyedia layanan transportasi regional, Regie Autonome des Transports Parisien (RATP, atau operator otonom untuk transportasi kota Paris). Nantinya, taksi terbang akan membawa pengunjung dari bandara Charles de Gaulle ke pusat kota Paris.

Taksi terbang ini dibuat untuk mempersingkat waktu tempuh bandara hingga ke kota berjuluk City of Lights. Sebab, saat ini jarak keduanya memakan waktu satu jam. Maka, melalui transportasi ini pengunjung bisa memangkas durasi perjalanan menjadi makin singkat.

"Pada 2010 untuk pertama kalinya, lebih dari setengah umat manusia tinggal di perkotaan dan menurut kami pada 2030 angka itu akan melampaui 60 persen," kata Guillaume Faury, Chief Executive Officer (CEO) Airbus, seperti dikutip Phys.

Sementara itu Aeroports de Paris harus memilih lokasi pusat taksi "terbang" di Paris pada akhir 2019, dan harus siap dalam waktu 18 bulan. Menurut Direktur Jenderal Eksekutif ADP Group, Edward Arkwright, pihaknya membutuhkan investasi infrastruktur sebesar 11,3 juta dolar Amerika Serikat untuk menyiapkan lokasi pilihan.

Sementara untuk membuat mesin Vertikal Take-off and Landing (VTOL) yang bakal disematkan pada taksi, ADP bekerja sama dengan Airbus. Idealnya, taksi itu nantinya akan tersedia tiap enam menit sekali.

"Kemitraan ini adalah peluang cerdas untuk mengembangkan solusi teknologi, produk, kerangka kerja dan model ekonomi," terang Guillaume Faury.

Namun sejauh ini, memang belum bisa dipastikan apakah Paris akan menghadirkan taksi terbang saat Olimpiade 2024. Pasalnya, masih banyak aspek yang harus dipertimbangkan, khususnya faktor keselamatan.

Perusahaan yang mengajukan ide tadi tentu harus bisa memastikan taksi terbang cukup aman untuk mengangkasa dari bandara menuju pusat kota. Selain itu, harus dipastikan juga kecukupan pasokan baterai untuk mencapai destinasi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS