Telusur Jejak Pitung Rangers, Para Petualang Honda C70 asal Yogyakarta

Angga Roni Priambodo, Husna Rahmayunita

Sabtu, 06 Juli 2019 | 08:50 WIB
Telusur Jejak Pitung Rangers, Para Petualang Honda C70 asal Yogyakarta
Pitung Rangers, para petualang Honda C70 asal Yogyakarta. (Suara.com/Husna Rahmayunita)

Suara.com - Touring menunggangi sepeda motor terbaru nan gagah sudah menjadi kegiatan mainstream di kalangan penggemar otomotif. Tapi kalau touring naik motor antik seperti Honda C70 alias Pitung tentunya sebuah pengalaman baru.

Sekelompok pemuda asal Yogyakarta yang menamakan dirinya sebagai Pitung Rangers unjuk gigi. Para petualang yang digawangi Andreas, Bayu, Yulius, Zen, Ridwan dan Shandy itu berhasil menembus batas, mewarnai sudut Kota Yogyakarta dan kota lainnya bersama motor kesayangan Honda C70 seperti jargon yang diusung.

Berawal dari kecintaan akan motor pitung dan sama-sama hobi traveling, Pitung Rangers terbentuk sejak Desember 2016 tepatnya saat para petualang nekat itu berwisata ke Gunung Bromo, Jawa Timur. Melihat kendaraan mereka yang berwarna-warni, secara spontan mereka mengindentikan diri seperti Power Rangers sampai tercetus nama Pitung Rangers.

Selain memiliki tampilan berwarna-warni, kendaraan setiap anggota pun bervariasi asalnya. Ada yang yang memang kendaraan keseharian, kepunyaan sendiri yang sengaja dibeli sampai warisan dari orangtua. Tapi kalau soal tahun lansiran, motor pitung yang digunakan merupakan keluaran 1974-1979.

Menariknya, meski dikenal sebagai petualang Pitung Rangers punya pantangan. Dalam setiap perjalanan, mereka bertekad menyusuri jalanan yang belum banyak dilewati orang alias jalur anti mainstream serta mendatangi tempat yang memiliki pemandangan bagus demi eksistensi. 

Pitung Rangers, para petualang Honda C70 asal Yogyakarta. (Suara.com/Husna Rahmayunita)
Motor Pitung Rangers yang berwarna-warni. (Suara.com/Husna Rahmayunita)

“Sebagai petualang kita senang  datang ke lokasi yang belum banyak dikunjungi orang dan melewati jalanan yang nggak biasa. Terus cari pemandangan bagus biar bisa foto-foto motor bukan orangnya,” tutur Andreas, ketua Pitung Rangers saat ditemui Suara.com di kawasan Jalan Mangkubumi, Yogyakarta pada Minggu (30/6/2019).

Meski mengaku jarang kopi darat, Pitung Rangers hampir setiap bulan melakukan touring baik di dalam Kota Yogyakarta sendiri atau ke daerah lain. Sudah belasan kota mereka datangi misalnya saja ke Bandung, Surabaya, Malang, Kediri, Gunung Bromo, Magelang dan yang paling jauh Madura.

Pitung Rangers, para petualang Honda C70 asal Yogyakarta. (Instagram/@pitung_rangers)
Pitung Rangers traveling ke Surabaya, Jawa Timur. (Instagram/@pitung_rangers)

Pitung Rangers membuktikan kalau motor antik sekelas Honda C70, bisa digampol sampai jauh. Hal itu tentunya dipengaruhi oleh modifikasi yang telah dilakukan masing-masing anggota. Andreas menuturkan kalau motor mereka telah dirombak mesinnya, namun bodinya tetap dipertahankan.

“Soal tampilan tidak ada yang diubah, semua dipertahankan biar tetap terkesan sebagai motor klasik. Paling mesinnya saja yang dirombak dan giginya (transmisi) diubah jadi 3,5 dan warnanya dipoles jadi menarik,” jelas pria yang juga hobi fotografi itu.

baca juga

Nyatanya, sebuah fakta mengejutkan juga terungkap. Dalam sekali perjalanan touring, motor Pitung dengan kapasitas  4 liter cukup irit bensin. Seperti diakui Bayu, anggota Pitung Rangers yang mengaku hanya menghabiskan kocek sekitar Rp 160.000 untuk membeli bensin, pulang-pergi (PP) Yogyakarta ke Madura pada 2018 lalu.

“Bensin pitung irit banget. Kita cuma ngabisin Rp 100 ribuan sekali perjalanan. Punyaku sih yang paling boros Rp 160.000 pas touring ke Madura. Kalau yang lain paling Rp 100.000-120.000,” tuturnya.

Pitung Rangers, para petualang Honda C70 asal Yogyakarta. (Instagram/@pitung_rangers)
Gaya Pitung Rangers saat mewarnai sudut kota. (Instagram/@pitung_rangers)

Mewarnai hampir seluruh sudut khususnya yang ada di Yogyakarta dan Jawa Timur, Pitung Rangers tentunya mendapat banyak pengalaman, mulai dari yang menggelikan sampai menyeramkan. Seperti saat tersesat di Trenggalek, Jawa Timur dalam perjalanan pulang dari Madura. Mereka yang pantang balik arah, akhirnya bisa menemukan jalan pulang setelah mengikuti rombongan orang.

“Saat itu kita balik dari Madura jam 01.00 WIB. Di tengah hutan dan pegunungan malam hari kita tersesat. Posisi kita benar-benar dekat sama bintang. Kita yang nggak mau balik arah, masing-masing diam karena ngeri. Untungnya, bisa ketemu rombongan orang dan keluar hutan,” ungkap Bayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Corat-Coret Tugu 0 Km Indonesia, Pemotor Ini Dicerca Habis Warganet

Corat-Coret Tugu 0 Km Indonesia, Pemotor Ini Dicerca Habis Warganet

Otomotif | Selasa, 02 Juli 2019 | 16:19 WIB

Kreatif! Begini Jadinya saat Ban Bekas Disulap Jadi Aksesoris Touring

Kreatif! Begini Jadinya saat Ban Bekas Disulap Jadi Aksesoris Touring

Otomotif | Senin, 01 Juli 2019 | 15:35 WIB

Pensiun Dari Sepak Bola, Begini Gaya Syamsir Alam Touring Motoran

Pensiun Dari Sepak Bola, Begini Gaya Syamsir Alam Touring Motoran

Otomotif | Senin, 24 Juni 2019 | 15:49 WIB

Terkini

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:54 WIB

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:38 WIB

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:36 WIB

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:31 WIB

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:28 WIB

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:23 WIB

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:00 WIB

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:52 WIB

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:30 WIB

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:28 WIB

×