Berkenalan dengan Relawan Saber: Sapu Bersih Ranjau Paku

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 08 Juli 2019 | 10:57 WIB
Berkenalan dengan Relawan Saber: Sapu Bersih Ranjau Paku
Paku berulir siap menancap pada ban kendaraan bermotor. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Di zaman old, para pengguna jalan raya serta para peminat dunia otomotif kenal dengan istilah ranjau paku. Disebarkan di sebuah ruas jalan sepi, agar terjadi situasi ban bocor yang bisa dimanfaatkan pihak tertentu.

 Sejumlah kendaraan melintas di underpass Mampang-Kuningan, Jakarta, Selasa (26/6).
Sejumlah kendaraan melintas di underpass Mampang-Kuningan, Jakarta. Sebagai ilustrasi underpass [ANTARA].

Terjadi kerusakan atas tunggangan roda dua atau motor dan kendaraan roda empat atau mobil? Sudah pasti.

Namun di atas kerugiaan materiil, bahaya tak kalah serius mengadang. Siapa bisa memprediksi kecelakaan setelah ban mobil atau motor terkena ranjau paku? Apakah tetap bisa melaju, ataukah oleng, sampai mengundang kecelakaan lalu lintas beruntun?

Pada 8 Agustus 2011, 12 orang korban ranjau paku melakukan inisiatif atas ulah oknum tak bertanggung jawab menyebar ranjau paku. Mereka membentuk relawan Sapu Bersih (Saber), dengan anggota tak kurang dari 20 personel. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Bismillah, risikonya tinggi. Tidak ada yang memberikan gaji. Taruhannya nyawa, kalau sudah siap, ayo jalan bareng-bareng," ujar tiga pegiat Saber, Siswanto, Rohim, dan Agus.

Tujuan mereka membentuk relawan adalah kegiatan membersihkan paku di jalanan bisa terarah dan terorganisir.

"Minimal diri sendiri bisa selamat, dan lebih bagus lagi bila orang lain pun diselamatkan," kata Agus (49), warga asal Purbalingga yang menetap di Jakarta mulai 1995.

Anggota Saber sendiri terdiri dari berbagai macam profesi. Mulai karyawan pabrik, kontraktor, penjual nasi, penjual kue, sopir pribadi, pengemudi ojek online atau ojol, sampai pengemudi panggilan di Jakarta.

Menurutnya, masing-masing anggota sudah mulai menyapu sendiri-sendiri pada 2010, di Bekasi dan di Jakarta Barat. Tidak saling mengenal satu sama lain pada awalnya.

baca juga

"Niat kami sama, untuk menumpas dan memberantas oknum yang tidak bertanggung jawab," papar Agus dengan latar belakang profesi kontraktor swasta.

Ia menambahkan, kurun 2010-2011, ranjau paku bertebaran di kawasan Jakarta Timur dan Bekasi.

"Gila pokoknya, ranjau paku itu banyak banget, seperti mewabah," kisahnya.

Agus menjelaskan, secara teknis, magnet atau besi berani untuk kegiatan Saber selalu tersedia di sepeda motornya. Ia melakukan penyapuan saat pagi berangkat kerja menuju kantor. Penyapuan dilakukannya secara sukarela dan tanpa paksaan.

Sementara Rohim, secara teknis perangkat penyedot ranju paku ia modifikasi dari magnet bekas pengeras suara. Lantas dikaitkan dengan tali sekitar 0,5 m dan diajak menyisir pinggiran jalan.

"Oknum sengaja menebar ranjau di jalan agar banyak pengendara yang mengalami ban kempes dan ke bengkel menambal ban," ucap Rohim, seperti diungkapkan kepada Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komunitas Ini Kumpulkan Ranjau Paku Hingga Mencapai 4 Ton

Komunitas Ini Kumpulkan Ranjau Paku Hingga Mencapai 4 Ton

News | Minggu, 07 Agustus 2016 | 08:42 WIB

Kisah Pencari Ranjau Paku Jalanan, Pernah Disogok Rp3 Juta

Kisah Pencari Ranjau Paku Jalanan, Pernah Disogok Rp3 Juta

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 13:14 WIB

Ini Delapan Lokasi Rawan Ranjau Paku di Jakarta

Ini Delapan Lokasi Rawan Ranjau Paku di Jakarta

News | Minggu, 14 Februari 2016 | 13:21 WIB

Terkini

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

×