Kampas Rem Mobil Matik Cepat Habis, Ini Penyebabnya

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Kampas Rem Mobil Matik Cepat Habis, Ini Penyebabnya
Tuas pemindah gigi pada mobil bertransmisi matik [Shutterstock].

Bagi para pemilik tunggangan matik, begini alasan kampas rem lebih cepat habis. Perhatikan kebiasaan menyetir pula.

Suara.com - Mobil bertransmisi otomatis atau kerap disebut matik cenderung memiliki usia pakai rem yang lebih pendek.

Ilustrasi mengemudi [Shutterstock].
Ilustrasi mengemudi [Shutterstock].

Hal ini karena rem memang menjadi andalan pada mobil matik. Sehingga tingkat keausan pada kampas rem mobil matik jauh lebih cepat dan terasakan dibandingkan mobil manual.

Menurut Suparman, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara, menipisnya kampas rem mobil matik memang cukup wajar. Pasalnya, rem menjadi satu-satunya yang diandalkan untuk memperlambat laju mobil.

Tidak seperti mobil manual yang masih bisa dibantu dengan engine brake dan memanfaatkan momentum penurunan level transmisi.

"Kalau dibandingkan mobil manual, engine brake mobil matik itu lebih cepat setengahnya. Jadi bila mobil manual ganti kampas rem tiap 60.000 kilometer (km), mobil matik bisa 30.000 sampai 40.000 km sudah ganti,” kata Suparman.

Ia melanjutkan penjelasan, ada tiga poin kenapa kampas rem mobil matik lebih cepat habis dibandingkan manual.

1. Menahan Rem

Kebiasaan pemilik mobil matik lebih suka menahan pedal rem dengan kaki dibandingkan memanfaatkan rem tangan saat berhenti. Selain itu, pedal rem diinjak ketika posisi tuas transmisi masih berada di D untuk menahan laju mobil.

Kondisi inilah yang menyebabkan kampas rem cepat habis. Kondisi ini bahkan sudah menjadi kebiasaan para pemilik mobil matik.

2. Selalu Diandalkan

Mobil matik memiliki ritme penggunaan rem yang sangat aktif. Mulai dari akan bergerak, memperlambat laju kendaraan sampai mobil berhenti pasti dan wajib menginjak pedal rem.

Otomatis, kondisi ini akan membuat kampas rem bekerja ekstra sehingga cukup wajar bila lebih cepat mengalami keausan.

"Mobil matik memang bisa engine brake, akan tetapi dayanya tak sebesar mobil manual. Selain itu hampir setiap pergerakan ketika mengendarai mobil matik, pasti dilakukan dengan menekan pedal rem," ujar Suparman.

3. Posisi Netral

Selain beban yang tinggi, pengendara mobil matik juga jarang menyicil rem. Maksudnya, jika sudah terindikasi akan terhalang lampu merah, masih banyak yang melakukan pengereman mendekati posisi berhenti. Kondisi ini membuat rem bekerja lebih keras.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS