Kampas Rem Mobil Matik Cepat Habis, Ini Penyebabnya

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Sabtu, 13 Juli 2019 | 14:05 WIB
Kampas Rem Mobil Matik Cepat Habis, Ini Penyebabnya
Tuas pemindah gigi pada mobil bertransmisi matik [Shutterstock].

Suara.com - Mobil bertransmisi otomatis atau kerap disebut matik cenderung memiliki usia pakai rem yang lebih pendek.

Ilustrasi mengemudi [Shutterstock].
Ilustrasi mengemudi [Shutterstock].

Hal ini karena rem memang menjadi andalan pada mobil matik. Sehingga tingkat keausan pada kampas rem mobil matik jauh lebih cepat dan terasakan dibandingkan mobil manual.

Menurut Suparman, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara, menipisnya kampas rem mobil matik memang cukup wajar. Pasalnya, rem menjadi satu-satunya yang diandalkan untuk memperlambat laju mobil.

Tidak seperti mobil manual yang masih bisa dibantu dengan engine brake dan memanfaatkan momentum penurunan level transmisi.

"Kalau dibandingkan mobil manual, engine brake mobil matik itu lebih cepat setengahnya. Jadi bila mobil manual ganti kampas rem tiap 60.000 kilometer (km), mobil matik bisa 30.000 sampai 40.000 km sudah ganti,” kata Suparman.

Ia melanjutkan penjelasan, ada tiga poin kenapa kampas rem mobil matik lebih cepat habis dibandingkan manual.

1. Menahan Rem

Kebiasaan pemilik mobil matik lebih suka menahan pedal rem dengan kaki dibandingkan memanfaatkan rem tangan saat berhenti. Selain itu, pedal rem diinjak ketika posisi tuas transmisi masih berada di D untuk menahan laju mobil.

Kondisi inilah yang menyebabkan kampas rem cepat habis. Kondisi ini bahkan sudah menjadi kebiasaan para pemilik mobil matik.

baca juga

2. Selalu Diandalkan

Mobil matik memiliki ritme penggunaan rem yang sangat aktif. Mulai dari akan bergerak, memperlambat laju kendaraan sampai mobil berhenti pasti dan wajib menginjak pedal rem.

Otomatis, kondisi ini akan membuat kampas rem bekerja ekstra sehingga cukup wajar bila lebih cepat mengalami keausan.

"Mobil matik memang bisa engine brake, akan tetapi dayanya tak sebesar mobil manual. Selain itu hampir setiap pergerakan ketika mengendarai mobil matik, pasti dilakukan dengan menekan pedal rem," ujar Suparman.

3. Posisi Netral

Selain beban yang tinggi, pengendara mobil matik juga jarang menyicil rem. Maksudnya, jika sudah terindikasi akan terhalang lampu merah, masih banyak yang melakukan pengereman mendekati posisi berhenti. Kondisi ini membuat rem bekerja lebih keras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pedal Bergetar Saat Ngerem Mendadak? Bisa Pertanda Kerusakan

Pedal Bergetar Saat Ngerem Mendadak? Bisa Pertanda Kerusakan

Otomotif | Jum'at, 12 Juli 2019 | 18:00 WIB

Duh! Sistem Transmisi Manual Mulai Ditinggalkan Pabrikan

Duh! Sistem Transmisi Manual Mulai Ditinggalkan Pabrikan

Otomotif | Jum'at, 18 Januari 2019 | 17:19 WIB

Mobil Bertransmisi Manual atau Otomatis? Ini Panduan Ringkasnya

Mobil Bertransmisi Manual atau Otomatis? Ini Panduan Ringkasnya

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2015 | 12:40 WIB

Terkini

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

×